• Peran seorang kakak

2.6K 290 65
                                        

"A-Apa maksud mbak Monica? Kenapa mbak berbicara seperti itu? Ren anak mas Jendra, mbak!" ucap Yuki dengan nada bicaranya yang sedikit meninggi lantaran tak terima dengan apa yang di lontarkan oleh Monica.

Ya masih di tempat yang sama dengan latar tempat di salah satu rumah sakit yang ada di negri Sakura. Kedua wanita yang tak lain adalah Monica dan Yuki saling beradu pandang, sedangkan sang pria yang tak lain adalah tuan besar Vijendra masih terbaring lemah.

"Akui saja Yuki kalau Ren bukan anak Jendra. Mau sampai kapan kamu menipu diri sendiri dan orang lain terutama anakmu itu?" sahut Monica seraya berjalan dengan santai ke arah sofa dan mendudukan tubuhnya disana.

"Ren anak mas Jendra, mbak!" kekeuh Yuki kali ini diiringi dengan air matanya yang mengalir.

"Ohya? Mau saya kasih bukti langsung di depan anakmu kalau dia bukanlah darah daging Jendra? Gimana? Tertantang untuk melakukan pembuktian di depan anaknya langsung dengan Jendra sendiri sebagai saksinya?" seperti biasa seringai tipis tak pernah hilang dari wajah Monica.

"K-Kenapa mbak? Apa salahku sampai mbak sebegininya sama aku? Kalau aku ada salah sama mbak Monica yang ga aku sadari aku minta maaf, tapi tolong jangan tuduh anakku seperti itu. Ren anakku dan mas Jendra yang lahir karna cinta mbak," mendengar penuturan Yuki entah mengapa membuat tangan Monica diam-diam terkepal kuat.

"Udah lah Yuki, kamu ga usah mendramatisir toh Jendra juga udah tau kalau Ren itu bukan anaknya tapi dengan bodohnya dia masih mau mengakui Ren sebagai anaknya!"

"Ren memang anak aku dan mas Jendra!" sentak Yuki yang membuat Monica menatapnya tajam.

"Kamu pikir saya bodoh? Kamu pikir saya tidak tau tentang apa yang terjadi 16 tahun lalu antara  kamu dan suamiku?! Mas Jendra menikahi kamu karena dia di jebak sama kamu Yuki bukan karena cinta! Dan kamu sudah lebih dulu hamil sebelum kejadian malam itu! Sebelum kamu menjebak suamiku dengan membuatnya tak sadarkan diri lalu diam-diam membawa suamiku ke hotel seolah-olah dia meniduri kamu padahal itu cuma jebakan kamu saja karena kamu terobsesi sama mas Jendra!"

Monica tak mau kalah, ia balik membentak Yuki seraya beranjak dari duduknya berjalan menghampiri wanita Jepang itu lalu melemparkan secarik kertas yang ia bawa tepat di depan wajah Yuki.

"Dan itu bukti tes DNA yang menunjukan kalau Ren bukan anak kandung mas Jendra yang aku temukan sendiri di ruang kerja mas Jendra!"

Tubuh Yuki mulai menegang, lidahnya seolah-olah kelu, pandangannya jadi tak fokus, dan tubuhnya memundur perlahan saat Monica semakin mendekat ke arahnya.

"Kamu mau bukti apa lagi? Katakan Yuki, akan saya kasih semua bukti yang saya punya," ujar Monica tepat di depan wajah Yuki yang mana kini sang empunya sudah terduduk di kursi.

"A-Aku melakukan semua itu karena aku cinta sama mas Jendra mbak.." sahutnya lirih yang langsung mendapat senyuman sinis dari Monica.

"Cinta? Itu bukan cinta tapi obsesi Yuki!"

Yuki menggelengkan kepalanya, "aku cinta sama mas Jendra dari dulu bahkan sebelum mas Jendra ketemu sama mbak Monica dan mbak Bunga! Dulu aku dan mas Jendra satu sekolah, dia kakak tingkatku, dia pernah nolongin aku saat aku di bully sama teman-teman karena aku berasal dari Jepang dan dari situlah aku suka sama mas Jendra yang lama-lama perasaan suka ku berubah jadi cinta.."

"..." kali ini Monica lebih memilih diam untuk mendengarkan Yuki.

"Tapi kenapa? Aku yang suka dan cinta sama mas Jendra dari dulu tapi kenapa malah mbak Bunga yang di sayangi sama mas Jendra dan kenapa mbak Monica yang di nikahi oleh mas Jendra!"

"Saya dan mas Jendra menikah karena perjodohan Yuki."

"Iya aku tau mbak, tapi aku tetap ga bisa menerimanya.. A-Aku, aku sayang sama mas Jendra jadi aku terpaksa melakukan semua itu.." lirih Yuki.

7 LUKA [COMPLETE] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang