CH 20

115 13 0
                                        

Sebulan sudah berjalan hubungan Dipta dan Barey. Seluruh kampus sudah banyak yang tahu tentang hubungan mereka walau banyak juga yang tidak menyukai hubungan keduanya tidak membuat Dipta juga Barey peduli. Asal tidak menggangu kehidupan keduanya, mereka akan baik-baik saja. Dalam sebulan ini pula Dipta semakin menempel pada Barey di luar jam kuliahnya. Tidak memberi ruang siapapun untuk mendekati Barey yang terkadang membuat Barey jengah sendiri.

"Hai Bar?" sapa Jerry disaat Barey sedang bersantai membaca buku di perpustakaan pusat.

"Oh hai kak Jer." sapa balik Barey tersenyum ramah. Kaget juga Barey melihat Jerry disini. Karena sudah sangat lama dirinya tidak melihat Jerry di perpustakaan pusat.

Jerry duduk di sebelah kanan Barey mengeluarkan buku tebalnya. "Boleh duduk sini kan?"

"Tentu saja boleh kak, itu memang kosong."

"Takut aja sudah ada pemiliknya." Jerry menyamankan duduknya.

"Nggak kok. Udah lama aku nggak liat kak Jer ada di perpustakaan ini?" Barey memulai obrolan.

"Buat apa aku disini kalau kamu sibuk terus sama bodyguard kamu itu." kata Jerry memandang Barey dengan senyum lembutnya. Namun Barey merasakan ada tersirat sesuatu di senyuman itu.

"Bodyguard?" Barey bingung.

"Kemana dia, nggak nemenin kamu disini?"

"Siapa?" Barey masih belum mengerti siapa yang di maksud Jerry.

"Pacar kamulah siapa lagi?" Jerry bahkan tidak mau menyebut nama Dipta.

"Aahh Dipta. Aku kira siapa bodyguard itu?" Barey terkekeh kecil.

"Ya apalagi sebutannya kan dia selalu ngintilin kamu kemana saja dan nggak ngebolehin siapapun dekat-dekat kamu." Jerry mulai membuka bukunya bersiap menulis.

"Nggak juga, ini dia lagi nggak sama aku sekarang."

"Makanya aku tanya kemana dia kok nggak sama kamu?"

"Masih ada kelas sampai jam satu nanti." Barey mulai fokus pada bukunya kembali.

"Kamu nggak risih Bar?"

"Hah? Risih?" Barey menoleh kearah Jerry yang fokus pada bukunya.

"Dia overprotektif banget sama kamu, memangnya kamu nggak risih ditempelin terus?" Jerry balik memandang Barey serius.

Barey diam sebentar mengamati wajah Jerry. "Risih sih nggak tapi kadang jengkel juga. Yang penting Dipta nggak ngelarang aku buat main sama Dhika, Nanda juga Kiran. Aku sih oke aja."

"Tapi kan itu hak kamu untuk bergaul sama siapa saja."

"Emm gimana ya. Aku nggak merasa terganggu dengan itu." Barey tersenyum memperlihatkan kenyamanannya.

"Kamu benar-benar sudah jatuh cinta ya sama dia. padahal dulu aku ingat betul kamu sangat membencinya."

"Dulu tuh nggak benci yang gimana-gimana. Ya pokoknya gitu deh hehe." Jerry bisa melihat binaran dikedua mata itu. Jerry tahu jika Barey memang telah jatuh cinta sama Dipta walau Barey tidak menjawab dengan lugas.

"Kelihatan banget Bar." Barey hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dengan komentar Jerry.

"Kalau dia cinta sama gue, apa masalah lo?" suara tajam dari belakang mengejutkan keduanya.

Barey dan Jerry menoleh kebelakang dan menemukan Dipta telah berdiri santai di belakang. Pemuda itu memandang tidak suka Jerry yang terlihat santai walau telah dipergoki sedang duduk bersama kekasih orang lain. Sedangkan Barey justru melamun memandang Dipta yang saat ini terlihat sangat tampan dengan celana jins hitam juga kaos dongker pendek ngepres badan.

Blind Date (CHANBAEK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang