Chap 64

583 30 4
                                        

"Karena aku mencintaimu."

Ada jeda yang lama diantara mereka. Lelaki itu menunggu respon Anna. Sedang wanita itu masih terdiam dalam pikirannya. Tubuhnya seakan kaku,  mulut dan otaknya seketika berhenti bekerja. Matanya hanya sibuk memandang Armand.

"Ku bilang aku mencintaimu." Ucap Armand lagi karena tak kunjung mendapat balasan.

Mata Anna langsung mengerjap. Tubuhnya meringkuk kecil, "kau membuatku merinding. Berhentilah bercanda." Ucap nya sambil memukul pelan lengan Armand. Menurut nya Armand tidak benar-benar serius.

Kedua alis Armand terangkat "aku tidak sedang bercanda."

Mata Anna menyipit, "Apa ini karena misi itu? Kau di hantam kayu besar? mereka memukulmu terlalu keras?"

"Kenapa kau berpikir begitu?"

"Kau terdengar sangat aneh." Ungkap nya diselangi tawa kecil. Dia berusaha untuk tetep tenang meskipun dalam hatinya deg-degan bukan main.

"Mungkin terasa aneh karena kau baru pertama kali mendengarnya. Tapi aku bersungguh-sungguh." Jawab nya yakin. Matanya menatap Anna dalam seolah ingin menunjukkan keseriusannya.

Anna kembali membisu. Ada perasaan yang sulit ia jelaskan. Antara bahagia, juga rasa tak percaya. Apakah ini sungguhan? Apa yang ia dengar, pengakuan itu? Apakah ia boleh menganggap ini nyata?

Dalam beberapa detik tak ada yang bersuara. Mereka hanya sibuk memandang satu sama lain. Anna dengan pikirannya sedang Armand masih menunggu respon wanita itu.

Perlahan tapi pasti, tangan Armand terangkat, membelai pelan pipi kanan Anna. Hingga detik berikutnya tangannya menarik wanita itu untuk mendekat, dan sebuah kecupan lembut pun mendarat dengan sempurna.

Lelaki itu mencium wanitanya. Sebuah ciuman yang sangat lembut.

Anna langsung  tertegun. Tubuhnya mendadak kaku.

Dalam beberapa detik, keduanya masih saling terdiam di posisi itu. Mata Anna memejam, merasakan bagaimana bibir lelaki itu yang menempel di bibirnya. Hingga beberapa detik berikutnya, Armand lebih dulu bergerak.  Tangannya bergerak ke pinggang Anna, menekan wanita itu agar semakin mendekat padanya. Kecupan itu pun berubah, dari lambat dan santai berubah menjadi lebih intens dan menuntut. Seolah-olah ingin menunjukkan betapa ia menginginkan  wanita nya itu.

 Seolah-olah ingin menunjukkan betapa ia menginginkan  wanita nya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



—————-

Cahaya matahari hadir melalui celah-celah ventilasi udara di jendela. Sinarnya langsung menyambut indra penglihatannya wanita yang kini masih sibuk terlelap. Hingga kedua mata nya mengerjap pelan, lalu kemudian perlahan terbuka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 10 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Billionaire PrisonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang