Kepingan [23]

606 41 21
                                        

Aray sadar terlalu lama berlarut dalam jurang kesedihannya tidak akan merubah apapun dalam hidup. Berlarut dalam keputusannya setelah mengorbankan hal yang ia sukai juga tidak akan membalik keputusan multak Raja.

Hampir sebulan yang lalu Aray memutuskan berhenti mengikuti latihan dance di sebuah tempat yang menyediakan jasa pengajar dalam hal seni, Aray sudah memasuki empat tahun menggeluti dunia dance di tempat itu.

Namun tak jauh dari kata tuntutan, Aray juga perlu mengorbankan mimpinya sama seperti Adma. Sore itu, Raja menghubunginya dan memberikan Aray pilihan antara dunia dance nya atau masa depan kedua adiknya. Sejujurnya Raja tidak begitu memaksa seperti apa yang dilakukan Haidar.

Hanya saja pilihan yang diberikan terlalu menyudutkan Aray selaku kakak tertua dari adik-adiknya. Raja hanya berkata; Kamu atau salah satu dari adikmu yang harus menanggung tuntutan keluarga Prakasa dalam bisnis?

Aray bisa saja egois dengan mempertahankan mimpinya dan membiarkan Danes atau bahkan Muriel yang menanggung semua itu. Namun kakak seperti apa yang membiarkan hal buruk membayangi adik-adiknya. Aray berkali-kali berpikir akan menyesal jika tidak mengiyakan pilihan Raja dan membuat kedua adiknya hidup dibawah tuntutan orang tua bahkan keluarga besar Prakasa.

Aray tidak sampai hati membiarkan hal itu terjadi. Mau tidak mau sore itu Aray menyetujui untuk melepas hobi dance nya, melepas impiannya. Untungnya Raja berbelas kasih memberikan waktu satu hari pada Aray untuk menghabiskan impiannya di hari itu.

Maka Aray tidak melewatkan kesempatan tersebut, Aray terpogoh pergi ke tempat biasa ia selalu menghabiskan sore sebelum pulang ke rumah Kasa. Sampai disana, Aray melihat Karang si pemilik tempat dance itu sedang berkemas dengan banyaknya kardus yang menumpuk di luar gedung.

"Karang, ada apa? Ini barang yang biasanya anak-anak pakai latihan, bukan?" Aray mengambil alih kardus yang tengah Karang bawa menuju mobil. Raut wajah Karang tampak menyedihkan membuat perasaan Aray makin tak karuan.

"Orang yang menyewakan tempat ini terpaksa memintaku pindah. Katanya ada investor yang akan membeli sepanjang bangunan ruko ini."

Aray terdiam, tangannya melemas membiarkan Karang kembali melakukan pekerjaannya. Hati Aray terasa terbelah menjadi beberapa bagian, ini pasti ulah ayahnya. Entah apa yang di inginkan Raja sebenarnya sampai bukan impian Aray saja yang direnggut tapi impian banyak orang yang selalu berlatih di tempat ini.

Aray dengan cepat menghubungi kembali Raja, meminta penjelasan mengenai semua hal yang terjadi. Dugaannya tepat, Raja mengakui bahwa itu ulahnya. Katanya sebagai pilihan lain jika Aray diam-diam melanggar ucapannya. Hatinya kini bukan lagi terbelah melainkan hancur berkeping-keping menjadi serpihan.

Aray berontak tidak terima, memohon pada Raja untuk tidak merebut gedung tempat dunia dance nya berada. Berkali-kali pinta hingga Raja akhirnya membatalkan rencana keduanya. Tak terbendung berapa kali Aray menggumamkan kata terima kasih di sambungan telepon itu dan dengan segera memberi tahu Karang jika gedung mereka ia jamin akan tetap aman.

Meski tak percaya, malam itu Karang kembali membenahi barang-barang ke tempatnya semula dibantu Aray. Hingga malam semakin larut, namun Aray tidak kunjung ingin pulang. Tentu Karang sadar ada yang tidak beres, Aray tidak akan semurung ini. Akhirnya sesi bercerita di mulai setelah Karang memaksa Aray yang enggan membuka suara.

Selama hampir dua jam mendengarkan keseluruhan masalah yang membuat Aray datang pontang-panting menyedihkan tadi sore. Setelahnya, Karang dengan baik hati mengizinkan Aray menginap semalam di gedung tersebut. Malam itu, Aray habiskan mimpinya hingga tak bersisa sampai hatinya ringan untuk menerima.

Maka setelah menghabiskan banyak waktu untuk berlarut dalam kesedihan, mulai hari ini Aray akan perlahan kembali menjadi Nararya sedia kala. Samandar Nararya yang tidak pernah sepi, selalu ramai dengan tawa yang dapat menyaingi sunyi di dalam rumah kasa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

OBLIVIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang