Hai semuaaa 😍😍
Belum pada pergi kaan dari lapak satu ini🥰
Lama banget yaa aku nggak mampir hehehehe
Semoga suka part ini🥰
Yuk vote dan comment dulu🤗🤗
🫀
Seharian di luar bekerja dan bertemu banyak orang tidak pernah semelelahkan ini bagi Dea sebelumnya. Sudah pukul delapan malam dan ia masih dalam perjalanan pulang ke apartemen. Ia sudah mengabari Sean bahwa ia sudah pulang dengan sopir dan juga Nina, sekretarisnya yang menemani Dea ke mana pun.
Pulang dari liburan itu, setelah bertemu idolanya, tidak membuat Dea bermalas-malasan. Meskipun tubuhnya cepat merasa lelah karena terus bergerak, hati dan pikirannya selalu merasakan semangat dalam jiwanya.
Dea sampai tertidur di perjalanan dan Nina membangunkannya saat mobil sudah berhenti di lobi apartemen mereka.
"Istirahat ya, Bu. Besok tidak perlu ke kantor."
"Iya. Terima kasih, Nin. Hati-hati." Dea keluar dari mobil dan tidak menyangka melihat Sean ada di sana menunggu dan menjemputnya.
Mobil operasional butik berlalu setelah memastikan Dea turun dengan baik. Sean langsung sigap membawa tas Dea dan memegang tangannya.
Dea kembali menguap saat masuk ke lift. Ia perhatikan wajah suaminya yang dingin itu. "Besok ada jadwal operasi?" Dea iseng bertanya.
"Enggak ada."
"Oh. Rapat?"
"Enggak ada juga."
Dea menyenderkan kepalanya di bahu Sean. Saat pintu lift terbuka dan berjalan ke apartemen, Dea masih melihat sikap suaminya yang dingin. Tidak banyak berbicara. Meski perhatiannya terlihat, Dea ingin mendengar keramaian di antara mereka.
"Capek banget aku hari ini. Jalan ke sana, ke sini, berdiri terus." Dea duduk di sofa, menselonjorkan kakinya di sepanjang sofa.
"Minum dulu." Sean membawa segelas air minum untuknya. Dea tidak menolak karena ia merasa kehausan juga saat ini.
"Besok aku mau libur, mau istirahat aja." Dea kembali berceloteh sementara Sean mulai memijit ujung-ujung kakinya. "Mas," panggil Dea.
"Iya."
"Tanganku juga dong." Dea merengek dan mengangkat kedua tangannya.
"Sebentar."
Dea membenarkan posisinya menjadi duduk, bersandar di punggung sofa. "Aku pernah melihat ibu hamil bekerja di malam hari. Shift malam ke pagi."
"Oh, ya?"
"Di rumah sakit," kata Dea.
"Oh."
"Rumah sakit Mahastama, tidak akan melakukan itu kan?" Dea bertanya penasaran. Semenjak usia kehamilannya bertambah dan ukuran badannya kian bertumbuh juga, ia jadi menyoroti tentang para ibu yang mengandung, apakah mereka bekerja, lalu bekerja di bagian apa saja.
"Saya kurang tahu."
"Parah ih, masa nggak tahu. Tinjau lagi lah. Bukannya apa-apa ya, menurut aku, nggak bagus ibu hamil mengikuti jam kerja seperti itu."
"Kamu gimana?"
"Aku? Jam kerjaku maksudnya?"
"Iya."
Detik kemudian Dea tersenyum. "Hari ini agak berlebihan sih." Dea meringis dalam hati.
"Besok diperbaiki."
"Siap."
"Kamu masih lapar?"
"Hm... enggak." Dea mengamati ekspresi suaminya. Saat tatapan mereka bertemu, Sean lebih dulu memutuskan kontak mata mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
DPD (Tamat)
ChickLitDPD (Sequel Dosen Bucin & DSM) ♥️Yuk Follow Dulu Sebelum Baca♥️ --- Deaby Emma Ellona Putri Brahmana (Dea), seorang desainer muda berbakat yang karyanya pernah digunakan oleh model ternama dunia. Kepulangannya ke Jakarta ialah untuk meneruskan usaha...
