Bab 42

5.6K 315 44
                                        

Hai apa kabar?

Berapa bulan lamanya aku hiatus paksa?!! terakhir update tahun 2024.

Laptop aku mati total dan aku blank kalau mau nulis dari awal.

aku pun baru memberanikan diri baca komen membludak yang mencariku huhuhu


sebagai salam tempel, aku update bab 42 yesss

buat kalian yang ga mau beli d KK, boleh beli via lynk yess dan ini linknya

https://lynk.id/nyonyahcullen6 (link bisa langsung klik di bio aku ya yang bagian web)

....

             "Mau makan apa lagi?" tanya Leo begitu Ghendis selesai makan.

"Udah cukup, makasih sama traktirannya."

"Santai aja. Jadi, kamu sibuk apa? Saya dengar dari Ike kalau kamu juga bikin webtoon."

"Ah iya, sebenarnya saya masih belajar sih."

"Boleh tahu judul webtoon kamu? Mungkin Ike cerita kalau saya juga pernah bikin webtoon yaah... siapa tahu kita bisa saling sharing."

Ghendis mengambil ponselnya dan menunjukkan webtoon miliknya. "Ah ini! Ini karya kamu? Saya sering lihat ini berseliweran di beranda IG saya!!"

Ghendis tersenyum. "Serius?"

Jantung Leo berdetak cepat melihat senyum cerah Ghendis untuk pertama kalinya. Pria blasteran itu salah tingkah, berdeham dan kembali berbicara. "Ya, nama pena kamu berarti kelam malam?"

Ghendis mengangguk. "Itu saya."

Leo terkekeh. "Hobi kamu menggambar?"

"Ya, tapi ini pertama kalinya karya saya diterima. Sebelumnya saya selalu gagal dan ditolak penerbit."

"Saya juga sama."

"Kamu juga?"

Leo mengangguk. "Oh iya hari ini kamu ada agenda apa? Saya dengar kamu guru."

"Saya free. Hmm... yah bukan guru sekolah, hanya..." Ghendis terdiam lalu menatap kembali Leo yang menantinya, gadis itu menggelengkan kepala. "Barangkali kamu ada urusan silahkan aja, saya bisa pulang sendiri kok."

"Justru saya mau ajak kamu ke studio saya kalau kamu enggak keberatan."

"Studio?"

"Ayo!" ajak Leo.

....

Ghendis menatap rumah sederhana bernuansa krem dengan teras mungil. Leo berjalan di depannya dan membukakan pintu untuknya. Ghendis masuk ke dalam dan menatap kagum.

Setiap sudut dinding dipenuhi rak buku mengingatkannya dengan ruang kerja Hiro namun tentu saja berbeda. Buku yang memenuhi ruangan ini 80% di dominasi oleh komik. Di tengah ruangan terdapat meja panjang dengan layar komputer. Terdapat beberapa poster menghiasi dan terdapat standing karakter di depan pintu.

Ghendis menatap standing karakter yang familiar itu. "Ini bukannya karakter Anye dari webtoon Anye makan ya?"

"Ya, itu karya saya sebenarnya."

Ghendis melotot. "Ah!! Saya salah penggemar karakter itu, saya suka ceritanya ringan dan bikin saya lapar."

"Kamu suka?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mrs 30Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang