Sebulan, dua bulan mereka jalani bak keluarga kecil pada umum nya.
Meski sering merasa kesepian tapi zee bersyukur bisa berada pada keadaan seperti sekarang.
Saint tidak memperbolehkan nya bekerja, sedangkan perth maupun mark sibuk dengan kuliah mereka.
Maka untuk mengisi waktu luang nya yang banyak itu zee habis kan untuk mengasah kembali kemampuan membuat makanan penutup nya.
Mana tau suatu hari kemampuan nya itu bisa berguna dan menguntungkan nya, untuk saat ini keuntungan nya ia dapat hanya lah wajah berbinar orang orang tersayang nya dan pujian berlebihan dari saint.
Omong omong setelah perdebatan panjang dan agak rumit akhirnya zee terpaksa mengosongkan kembali rumah nya ia renovasi demi bisa kembali ikut saint ke kota asal, begitu juga dengan perth yang pindah untiversitas yang sama dengan mark.
Zee tidak keberatan untuk ikut suaminya dan dia juga tidak terpaksa ikut saint, hanya saja dia terpaksa merelakan rumah sedikit kenangan tapi beribu makna itu untuk di sewa kan kepada orang lain, ia juga harus berpisah kembali dengan orang orang yang ada disana, seperti keluarga nyonya joom tentunya.
Pagi ini berjalan seperti biasanya, saint pergi bekerja anak anak juga tidak ada dirumah karena urusan masing masing sedang ia saat itu tengah memikirkan menu makan siang untuk suami dan kedua putranya.
Ditengah rasa bingung nya itu tiba tiba ponsel nya berdering, panggilan masuk dari namtarn, sekertaris suaminya.
Dahi zee mengeryit menandakan betapa heran nya dia, karena hal tersebut jarang sekali terjagi tapi zee tanpa ragu langsung menjawab nya.
"......"
Entah apa yang namtarn katakan yang pasti itu berhasil mengubah raut wajah zee dalam waktu kurang dari satu detik.
Dan disilah dia, di kantor saint karena ternyata tadi namtarn mengatakan dengan nada bicara yang khawatir dan panik.
Saint muntah muntah dan berakhir pingsan di toilet kantornya.
Untung namtarn ada suatu urusan dengan saint hingga bisa mengetahui keadaan saint saat itu.
"Kamu kenapa gak bilang kalau lagi sakit?"
Zee mengelus rambut saint yang saat ini tengah menjadikan paha nya sebagai bantal.
Meski sempat mengomel beberapa saat yang lalu.
"Dari rumah aku baik baik saja, hanya saja waktu namtarn datang ke kantor ku , aku mencium parfum nya yang menyengat di hidung ku, aku mual"
Mendengar itu sang empunya langsung berdecak pinggang tak percaya dengan kata kata boss nya.
"Maksud nya apa ya boss? Aku bekerja dengan mu bukan sehari dua hari ya...tapi hampir tujuh tahun! Kenapa baru mual nya sekarang, aneh!"cara bicara namtarn sudah memperlihatkan betapa akrab nya mereka meski tahu batasan.
"Ya aku tidak tahu, pokok nya hari ini kau bau sekarang saja aku mesih mual...lebih baik kau ganti parfum dan sekarang kau lebih baik pulang dulu dan ganti pakai mu"
Perdebatan antara boss dan sekertaris di menangkan oleh boss tentunya, meski kesal namtarn mengalah.
"Kamu berlebihan"kata zee terkekeh kecil setelah menjadi penonton perdebatan tersebut.
"Tidak kok, sayang kamu wangi banget aku suka"
Saint membalikan badan nya menjadi menyamping menghadap perut zee, tanpa alasan yang jelas saint ingin sekali menyembunyikan wajah nya di perut zee yang menurut nya wangi.
"Kamu aneh banget saint, jadi...kamu mau tidak periksa ke dokter? Aku khawatir lho"
Saint menggelengkan kepalanya lanjut menghirup aroma zee.
"Wangi wangi wangi!"
"Iya wangi iya"zee terkekeh.
"Lihat perut ku jadi agak buncit, aku gendutan kebanyakan makan dessert"zee menarik kedua sisi pakaian nya, membuat bentuk perut nya terlihat.
"Tidak apa apa, berkali kali aku sudah bilang mau bagaimana pun kamu aku tetep cinta"saint mengecup berkali kali perut zee membuat zee kegelian.
"Suatu saat kamu juga akan buncit juga oleh baby kita"ucap saint tiba tiba, mata nya menatap lurus ke atas, dimana mata zee juga menatap nya, ruangan mendadak hening dan saint menyesal karena ucapan nya, dia pun duduk bersila menghadap zee yang terlihat murung.
Topik itu memang sensitif untuk mereka khususnya zee.
Dahulu dia terlalu sering mengkonsumsi obat pencegah kehamilan sehingga dia didiaknosis mengalami yang namanya rahim tidak subur lagi itu artinya dia akan sulit kembali hamil di umurnya yang sudah di kepala 4 ini.
"Maafkan aku kalau pada akhirnya aku tidak bisa hamil lagi"
"No, jangan minta maaf itu bukan salah mu...kita akan tetap bahagia walapun hanya berempat kan?, jangan sedih!"
Zee hanya mengangguk kecil menyandarkan kepalanya pada dada sang dominan.
•••
Keesokan harinya, saint tidak bisa menahan diri untuk tidak bulak balik ke toilet karena rasa mual yang dia rasakan pagi itu.
Padahal dia belum ke kantor dan mencium parfum siapa pun.
"Kamu kenapa sih saint, salah makan kah? Kita ke dokter saja! Aku tak tenang kalau kamu kaya gini terus..."zee mulai mengomel ketika melihat wajah saint sudah memerah ketika dia terus memuntahkan cairan bening dari perut nya tapi suaminya itu terus menolak diperiksa dokter, keras kepala.
"Aku tak-"
"Kamu udah lebih dari tiga kali bilang gitu tapi lihat keadaan mu, kalau kaya gini terus aku panggil dokter kesini saja!"
Saint menyerah dan takut juga kalau zee si lemah lembut jagi galak gitu.
"Tidak ada masalah serius, tuan suppapong baik baik saja"
Itu yang dokter katakan, membuat zee menghela nafas lega.
"Kan aku sudah bilang aku baik baik saja"
Zee mendelik tak suka melihat wajah suaminya yang tengil, mirip perth kalau sedang menang debat dengan nya.
Terhitung sudah 2 minggu saint mengalami hal aneh tersebuh, muntah muntah, mood naik turun dan yang lebih parah tambah mesum...zee jadi agak takut pada suami nya itu yang kalau tidak zee tahan akan minta setiap hari untuk berhubungan, zee sudah tidak sevit itu untuk melakukan itu setiap hari lagi pula itu berlebihan.
"Kamu makin aneh aja saint, aku jadi takut"ungkap zee ketika saint bergelayut manja pada nya sambil berkali kali menanyakan apakah zee mencintai nya atau tidak.
"Aku bertanya hal kecil seperti itu saja kau bilang aneh? Sebenarnya kau itu cinta aku atau tidak sih?"zee gelagapan ketika saint menjauh kan tubuh nya lalu pergi begitu saja.
"Ak-aku salah, maaf"percuma saint sudah pergi jauh.
Perasaan zee diliputi rasa bersalah tapi dia hanya diam, diam diam menetes kan air matanya karena entah mengapa hati nya sakit.
"Kenapa saint jadi kayak gitu..."lirih nya, segera menelepon ibu mertuanya untuk curhat.
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
BUANA•saintzee
FanfictionPerth tiba tiba tak sengaja bertemu dengan 'jemari' nya setelah 18 tahun.
