Jeno mengusap dagunya dengan kepala yang tak henti berpikir. Dia menarik nafas dalam lalu menghembuskan dengan berat.
Jika di pikir lagi, dia bahkan hampir atau belum pernah jalan hanya berdua dengan Jaemin. Selalu dengan Woobin.
Jika seperti ini, dia hanya membangun keluarga untuk putranya, tapi tak membangun hubungan pasangan itu dengan Jaemin. Dia perlu membangun hubungan kasih sayang dengan pria itu.
Dia juga ingin merasakan gelenyar geli, salah tingkah dan merindu bak pasangan pada umumnya. Dia rindu rasanya kencan dan jatuh cinta.
Jeno merampas ponselnya di atas meja dan menghubungi Jaemin.
“Guru Na.” Panggil Jeno dalam sambungan telepon mereka.
“Ada apa Tuan?” Tanya Jeno.
“Apa kau sibuk malam ini?” Jeno balas melempar tanya.
“Aku bisa, Tuan.” Jawab Jaemin yang seolah tahu maksud Jeno.
Sudah biasa dengan pertanyaan itu, pastilah Jeno ingin bertemu.
Jeno tersenyum mendengar pertanyaan itu, dia menjadi lebih bersemangat.
Dia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya dan kembali lebih awal. Dia menitipkan Woobin pada maid sementara dia bersiap untuk kencan dengan Jaemin.
Mobil milik Jeno berhenti tepat di depan rumah Jaemin, alisnya bertaut saat lampu mobilnya menyoroti dua orang di depan gerbang rumah Jaemin.
Sementara Jaemin dan seorang pria jangkung yang bersamanya, menoleh saat sebuah lampu mobil menyoroti mereka, lalu tak lama lampu mobil itu mati.
Keduanya masih memandangi mobil hitam itu sampai si pemilik turun membawa buket bunga besar.
Jaemin menjilati bibir bawahnya melihat Jeno datang dengan wajah tak bersahabat seperti biasanya.
Jeno ingat bahwa Jaemin pernah mengatakan bahwa dia memiliki kekasih. Lalu, apakah pria jangkung itu kekasihnya?
Bagaimana mungkin, Jaemin menemui pria itu mendekati acara kencan mereka.
“Tuan,” Sapa Jaemin dengan senyum kikuk.
“Siapa Hyung?” Tanya pria jangkung itu.
“Ah, ini Tuan Lee. Tuan ini Jung Sungchan.” Jaemin saling memperkenalkan keduanya dengan takut-takut.
“Siapa kau?” Tanya Jeno dengan wajah dingin.
Entah mengapa dia tak suka dengan pria jangkung yang tampak lebih muda dari Jaemin itu.
“Tuan, ini...”
“Ini kekasihmu, Hyung?” tanya pria itu membuat alis Jeno bertaut.
Jaemin menggigit bibir bawahnya karena situasi canggung ini. Sementara Jeno tampak mengulum seringai meski sempat bertanya-tanya beberapa saat ketika mendengar pertanyaan pria bernama Sungchan itu.
“Hah! Kekasih? Aku calon suaminya.” Sungut Jeno dengan tengil, jangan lupakan satu tangannya langsung merengkuh pinggang Jaemin membuat Jaemin membulatkan matanya kaget.
“Calon suami? Jadi kau sudah mau menikah, Hyung? Itu sebabnya kau selalu menolakku?” Tanya pria itu.
“Ah, Maaf Sungchan.” Ucap Jaemin.
“Kenapa minta maaf, Sayang? Kau tidak harus meminta maaf padanya. Itu bukan tanggung jawabmu.” Sahut Jeno membuat Jaemin semakin kaget, apalagi dengan panggilan ‘Sayang’ yang ia sematkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOMIN STORY
FanfictionNOMIN SHORT STORY COMPLIATION! READ!!! BOOK INI BERISI CERITA PENDEK NOMIN (4-5 CHAPTER AJA)
