Jaemin duduk manis di ruang rias mengenakan kemeja putih. Sementara seorang wanita yang bertugas meriasnya, sibuk berjalan di sekitarnya dan memeriksa riasan serta penampilan Jaemin.
Netra hitam yang balut kontak lensa berwarna abu-abu itu tertuju pada pantulan dirinya di kaca. Bibir selembut persik yang di lapisi pewarna bibir berwarna merah muda itu melengkungkan senyum saat ia tak henti memandangi pantulan dirinya di kaca, serta pujian dan kekagumannya akan penampilannya pagi ini.
Dengan riasan nyaris natural, pewarna kelopak mata senada buah persik dengan balutan Glitter, bulu mata lentik dan pipi merona. Seperti ia tiba pada puncak kecantikannya, apalagi di balut setelan serba putih yang menambah kecantikannya.
Kedua jemarinya yang bertaut terus gelisah dengan jantung berdebar luar biasa hebat.
Di balik kecantikannya pagi ini, dia tentu berterima kasih pada Jeno. Berkat Jeno yang mempersuntingnya, dia mendapatkan berkah ini.
"Aigoo, mempelainya sangat cantik, seperti Tuan Putri." Puji sang perias. "Aku baru pertama kali bertemu pengantin secantik ini, benar-benar seperti kecantikan seorang Putri." Puji wanita itu lagi membuat Jaemin tersenyum malu.
"Tuan Lee pasti sangat beruntung menikahi Tuan Putri ini." Celoteh wanita itu lagi.
"Tidak, akulah yang sangat beruntung di nikahi olehnya." Balas Jaemin cepat.
"Aigoo, gemas sekali. Semoga kalian selalu bersama sampai maut memisahkan."
"Terima kasih."
"Kalau begitu, mari kita pasang jasnya karena pemberkatan akan di lakukan sebentar lagi." Ucap wanita itu.
Jaemin berdiri dari posisinya dan penata busana langsung membantu Jaemin memakai jasnya. Sementara penata rambut meletakkan veil di atas kepala Jaemin.
"Aigoo, cantiknya." Puji mereka gemas.
"Tuan, bolehkah saya mengambil gambar ini dan mengunggah di akun sosial media kami?"
"Tentu saja." Balas Jaemin.
Sementara Jaemin sibuk dengan para penata rias dan busana, Jeno sudah siap berdiri di altar untuk menyambut kedatangan Jaemin.
Pria itu menghembuskan nafas berat karena gugup, dia tak lepas menatap pintu setinggi dua meter di mana Jaemin akan keluar dari sana. Dia bahkan terus mengusap tangannya pada paha karena terus mengeluarkan keringat.
Dia juga tampak mengulum bibir gugup beberapa kali. Dia sudah tak sabar untuk melihat akan seperti apa pria itu.
"Mempelai masuk!"
Pembawa acara mengumumkan bahwa Jaemin bersiap memasuki aula pemberkatan. Rasanya bak adegan dalam drama kala pintu terbuka seperti adegan mode lambat. Lalu munculnya Jaemin memegang seikat bunga.
Rahang pria dominan itu jatuh melihat penampilan mempelainya.
Siapa sangka Jaemin yang selalu berpenampilan biasa dan sederhana, kali ini tampak bak putri dalam negeri dongeng.
Dia sangat cantik dengan balutan serba putih, memegang seikat bunga, dengan riasan natural. Dan jangan lupakan veil di atas kepalanya.
Sekujur tubuhnya gemetar diselimuti rasa haru hingga membuatnya emosional. Wajahnya memerah dengan mata berkaca-kaca kala mengagumi Jaemin. Rasanya, tak akan habis dan entah bagaimana dia mengungkapkan kekaguman itu. Hingga dia hanya bisa memancarkan reaksi yang mengharukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOMIN STORY
FanfictionNOMIN SHORT STORY COMPLIATION! READ!!! BOOK INI BERISI CERITA PENDEK NOMIN (4-5 CHAPTER AJA)
