SC 1

1.6K 104 10
                                        

BRAK!!!

Seorang pemuda mendengus setelah menjatuhkan kotak ke lantai memicu debu yang mengendap di ruangan itu hingga beterbangan. Dia mengibaskan tangannya guna menepis debu yang membuatnya sesak dan terbatuk.

Dia lihat sekitar di mana ruangan yang akan menjadi kamarnya.

Dia pun melangkah mencari sakelar lampu dan menyalakannya. Dia lihat kondisinya ruangan yang serba tertutupi oleh kain putih.

"Jaemin." Suara lembut seorang pria memanggil membuatnya menoleh, dia lihat Papanya datang dengan senyum.

"Kau bisa?" Tanya lembut pria jangkung itu.

"Bisa, Papa. Jangan khawatir." Jawabnya yang di balas senyuman oleh pria berdarah China itu.

"Jika ada apa-apa, panggil Ayah dan Papa. Kami memberesi ruangan di bawah." Jelas pria itu yang di angguki oleh sang putra.

Dia menatapi sekitar harus dari mana untuk mulai membersihkan kamar barunya.

Ah, sedikit cerita.

Pemuda cantik ini bernama Nakamoto Jaemin, dia kelahiran Jepang berdarah campuran Jepang dan China. Ayahnya di pindah tugaskan ke Korea yang membuatnya harus ikut pindah, termasuk sekolahnya.

Mulai hari ini, dia akan tinggal di Korea.

Jemari nan lentik milik si cantik mendorong jendela kayu hingga terbuka, cahaya matahari serta udara akhirnya masuk ke kamarnya membuat kamarnya sedikit lebih segar dan hidup.

Matanya membelalak tepat saat dia membuka jendela mendapati seorang pemuda berdiri pada jendela kamarnya tengah menyesap puntung rokoknya.

Jika di lihat, sepertinya pemuda itu seumuran dengannya, hanya tubuhnya lebih besar. Matanya sipit dan hidungnya sangat mancung dengan rahang tegas. Pria itu menunjukkan sisi dominan yang kuat di mata Jaemin.

Sementara yang di tatap terkejut saat mendengar sebuah suara. Ternyata di seberang kamarnya, ada seseorang yang tiba-tiba membuka jendela yang dia tahu rumah itu kosong cukup lama.

Mungkin seseorang baru saja pindah.

Dia tak ingin ambil pusing, sampai dia lihat pria itu tersenyum kikuk dengan bungkukkan kecil. Mungkin sapaan sebagai tetangga baru.

Setelahnya tubuh mungil itu menghilang, tapi tak lama karena yang dia lihat, pemuda itu sibuk hilir mudik di dalam kamarnya.

***

Jaemin tersenyum memandangi penampilannya pagi ini, dia bahagia sekali mengenakan seragam sekolah baru. Dia bersemangat menyambut hari pertamanya di sekolah baru. Sudah tak sabar dan membayangkan apa saja hal-hal menyenangkan yang akan terjadi.

Dia berharap, semuanya berjalan lancar.

Setelah sarapan bersama kedua orang tuanya, Jaemin berangkat dengan di antara Yuta. Segala keperluannya juga sudah di urus.

Begitu bel berbunyi Jaemin langsung di ajak seorang guru menuju kelasnya. Wajahnya tampak canggung dan tegang meskipun seluruh siswa dan siswi menyambutnya dengan baik.

"Wah dia cantik sekali."

"Dia menggemaskan."

Samar-samar pujian teman sekelasnya sampai ke pendengarannya. Dia pandangi satu persatu wajah yang akan menjadi teman sekelasnya sampai netranya bertemu pada sosok pemuda yang tak asing.

NOMIN STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang