extra part 4

31 2 1
                                        

Sepulang sekolah, Dino kembali mengunjungi kediaman keluarga Im untuk menjenguk Daniel.

"Lo langsung ke kamarnya Niel aja dulu. Gue mau ganti baju bentar."

"Okay."

Changkyun dan Dino berpisah di ujung tangga. Changkyun menuju kamarnya sendiri sementara Dino menuju kamar Daniel.

Dibukanya perlahan pintu kamar Daniel dan Dino menemukan sahabatnya itu sedang tertidur pulas dengan plester demam menempel di kening. Dino melangkah perlahan lalu duduk di kursi yang ada di samping kasur Daniel, menatap lekat wajah Daniel yang terlelap dengan damai. Dino lantas tersenyum kecil melihat Daniel menggeliat pelan, masih dengan mata terpejam, tangan Daniel menggapai guling miliknya lalu memeluknya dengan erat. Lucu melihat sahabatnya tidur dengan plester demam menempel di keningnya.

Setelahnya, Dino tidak melakukan apa-apa, hanya duduk sambil memainkan ponselnya. Tidak tega jika harus membangunkan Daniel di saat sahabatnya itu butuh istirahat. Namun 30 menit kemudian, Daniel kembali menggeliat pelan dan perlahan-lahan membuka matanya.

"Rise and shine Niel." Sapa Dino membuat Daniel mengerjapkan matanya perlahan, masih berusaha mengumpulkan nyawanya yang tertinggal di dunia mimpi.

"Dino? Udah lama disini? Kok gak bangunin aku?" Tanya Daniel setelah ia berhasil mengumpulkan nyawa dan duduk di atas kasurnya.

"Baru setengah jam kok. Kamunya tidur nyenyak banget, gak tega aku bangunin. Lagian kan kamu juga butuh istirahat yang banyak." Dino kemudian bangkit berdiri dan mendekat ke arah Daniel. "Ini plesternya mau diganti? Kayaknya udah dari pagi kan?"

Daniel pun mengangguk dan menunjukkan di mana Changkyun menyimpan stock plester demamnya. Dino pun beranjak, mengambil plester demam kemudian juga mengambil sedikit air hangat dan handuk. Dino membawa semuanya dan duduk di ujung kasur Daniel.

"Bentar ya." 

"Eum."

Dino pun dengan lembut melepas plester di kening Daniel, membersihkan kening Daniel terlebih dahulu sebelum menempelkan plester yang baru.

"Dah, beres."

"Hehe~ makasih Dino~"

"Iya, sama-sama. Sekarang mau makan? Udah siang mau sore ini. Harus minum obat juga kan?"

"Eung~ kak Kyun mana? Mau makan sama kak Kyun."

Dino tersenyum kecil. "Ada kok. Di bawah kayaknya nyiapin makanan. Mau aku anterin ke bawah?"

Daniel pun mengangguk kuat lalu segera bangun dari kasurnya.

"Pelan-pelan Niel. Changkyun gak bakal kemana-mana juga."

"Hehe~"

Keduanya pun berjalan menuju ke ruang makan yang berada di lantai 1. Ketika mereka berada di ujung tangga bawah, terdengar dua suara yang berbeda sedang tertawa pelan.

Daniel sontak menggigit bibir bawahnya lalu melirik ke arah Dino yang hanya terdiam dengan wajah datarnya.

"Dino..." Lirih Daniel sambil menarik pelan ujung kemeja milik Dino.

"Hmm? Kenapa Niel?" Dino menoleh dan menatap Daniel keheranan.

"Dino... Gakpapa?"

Mengerti akan kekhawatiran Daniel, Dino pun tersenyum lembut. "Gakpapa kok. Udah ayo ke ruang makan."

Dino lantas meraih tangan Daniel untuk di genggam lalu memimpin langkah menuju ke ruang makan dimana di sana sudah ada Changkyun bersama dengan Jooheon.

"Niel! Sini, sini!" Changkyun langsung bangkit berdiri untuk menyambut sang adik, mengambil alih lalu menuntun Daniel untuk duduk di kursi sementara Changkyun langsung mengambil tempat di samping Daniel kemudian sibuk mengambilkan makanan untuk adiknya itu.

"Ayo makan. Ini semua kesukaan kamu lho. Habis itu minum obat ya, biar cepet sembuh. Kasian tuh Dino sendirian di sekolah kayak anak tiri."

"Dih, sembarangan aja kalo ngomong."

Changkyun malah menjulurkan lidahnya sementara Jooheon hanya tertawa pelan melihat kelakukan sang kekasih. Hanya Daniel yang terdiam lalu memperhatikan Dino yang sepertinya terlihat biasa saja.

"Niel? Kok diem aja? Mau kakak suapin?"

"Hehe~ gak usah kak. Niel makan sendiri aja."

"Ya udah. Yuk makan." Changkyun mengusap puncak kepala Daniel dengan sayang sebelum akhirnya ikut mengambil makanan untuk dirinya diikuti Jooheon dan juga Dino.

***

Setelah menghabiskan makan siang yang terlambat itu, Daniel pun kembali ke kamar ditemani oleh Dino, sementara Changkyun menemani Jooheon di ruang tamu.

Daniel memperhatikan Dino yang nampaknya baik-baik saja, tapi Daniel tahu bahwa sebenarnya hati Dino sedang tidak baik-baik saja.

"Dino."

Dino yang sedang membaca komik milik Daniel pun mengalihkan atensinya kepada sang sahabat. "Kenapa hm?"

Daniel tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah ini, tapi Daniel tidak ingin menyesal karena sama sekali tidak mencoba. Untuk hasil akhirnya, Daniel hanya bisa pasrah menerimanya.

"Aku..." Daniel berhenti sejenak, menatap Dino dalam.

"Aku suka sama kamu, Dino."


Eum, hai?
Ada yang masih baca nih FF karatan?
☺️☺️☺️☺️☺️

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 31, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Switch (Jookyun)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang