Part 33

5.5K 354 510
                                        

Maaf banget baru update

Semoga masih ada yang nungguin cerita ini

Jangan lupa komen dan share cerita TBP ya

Sebenernya udah nggak kepikiran pengin nulis lagi, tapi tiba-tiba pengin lanjutin cerita TBP

Sambil bantu revisi yaa

••••
Batra masuk ke dalam kamar, lalu menghampiri seorang perempuan, tengah berada di tepi ranjang.

“Kita balik ke indo!” ujar Batra sembari membuka lemari dan mengeluarkan semua pakaiannya.

Belva berdiri di samping suaminya, terkejut dengan perkataan pria itu.

“Kamu serius?” tanya Belva masih tak yakin.

“Hm.”

Belva pun menurut mengemasi barang-barang mereka.

“Bukan karena Luna kan?”

“salah satunya.” sahut Batra.

Kedua mata Belva berkaca-kaca. Ia tau suaminya itu masih mencintai Luna.

“Tra kamu udah janji bakal lupain dia!”

Batra menoleh sekilas. “Tapi nyatanya gue nggak bisa.”

“Dua tahun loh kita menikah,”  ujar Belva mulai menangis. Ada rasa sesak di dalam dada. Apalagi saat mengetahui suaminya itu hendak menikah dengan Luna dan menceraikannya.

“Lo jangan egois anjing!” sentak Batra.

Karena ia menikahi Belva hanya karena bertanggung jawab.

Dua tahun yang lalu saat status hubungan mereka adalah tunangan. Batra sering kali mengajak Belva untuk berhubungan badan.

Itu semua ia lakukan untuk melupakan Luna.

Namun sial nya Belva hamil dan itu diketahui oleh Arga. Arga dengan cepat pun menikah kan keduanya.

Arga semakin bahagia saat bayi itu berjenis kelamin laki-laki.

Kini anak mereka berusia 1 tahun lebih 2bulan.

“Luna udah tau semuanya?” tebak Belva, tidak mungkin jika Luna belum tau.

“Iya, jadi percuma kita tinggal disini.” sahut Batra.

Dua tahun, ia menyembunyikan hubungan ini, namun tiba-tiba terbongkar.

Batra memang sering menginap di rumah Luna, namun status mereka belum suami istri, karena Luna selalu mengundur pernikahannya.

Sehingga jika ia pulang ke rumah, mereka tidak tidur bersama.

Kalau ia lama menginap disana, Luna akan selalu pergi menginap di rumah David.

•••••

Luna sedikit mengencangkan laju mobilnya, saat Batra mengabari jika laki-laki sudah berada di rumah.

Entah mengapa lelaki itu pulang secepat ini, karena biasanya Batra akan memberi kabar terlebih dahulu.

Anna menggoyangkan lengan Luna.

"Ish mama, kenapa si pulang cepat banget. Padahal Anna masih mau main sama raden."

Sedari tadi gadis kecil itu merengek, meminta kembali ke rumah Gama.

"Papi pulang," sahut Luna sudah malas karena Anna terus mengoceh.

Kedua mata gadis kecil itu langsung berbinar.
"Papi beneran pulang?" tanyaa Anna lagi.

THE BEST PAPACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang