Gama Sebastian laki-laki yang kini menyandang status duda muda dengan wajah yang semakin rupawan.
Akan tetapi dirinya bukan lah seorang duda kaya raya, melainkan duda miskin yang sudah mempunyai anak.
Yang masih ada kendala pembelian paket GMTH adu karyakarsa bisa hubungi ig aku ya @yrahyu_
Jangan lupa baca GMTH yaa gaesss
❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.....
Seperti biasa Luna akan mampir ke rumah Gama untuk bertemu dengan putranya.
"Mama, kemalin ante kilana bobo sinii loh." ujar Raden kepada Luna.
Kedua mata Gama langsung terbuka lebar, ingat sekali ia mengeprek Raden.
"Tidur bertiga sama papa. Papa, Aden, Ante Kilana." lanjut Raden yang membuat Gama mengumpat dalam hati.
Sialan, ia takut Luna berpikir aneh-aneh.
Gama menoleh ke arah Luna. Nampak wajah perempuan itu terlihat santai. "Dih boong, papa kan nggak tidur." elaknya panik.
Sedangkan Luna hanya mampu tersenyum tipis. Mungkin ini waktunya Gama mempunyai calon baru.
"Perlu gue jelasin?" tanya Gama karena Luna tidak memberi respon.
Lelaki itu takut jika mantan istrinya salah paham.
Luna menggeleng kepalanya, menolak. "Lagi pula nggak penting juga."
"Serius? Semisal tiba-tiba Raden punya adek lagi lo nggak papa?" tanya Gama menantang. Jujur saja ia kesal dengan respon Luna yang nampak santai.
Luna mengangguk kepalanya yakin. "Ya, asal nggak di luar nikah."
"Lupa diri?" ucap Gama cukup menyinggung hati mantan istrinya itu.
Luna menarik napas, sembari mengkontrol emosinya. Jujur saja, ia harus mempunyai kesabaran yang penuh saat mengobrol dengan Gama. Karena lelaki itu tidak akan mau kalah.
"Kamu maunya apa si Gam?!" tanya nya.
"Elo." sahut Gama cepat yang mampu membuat Luna terdiam kaku.
"Ishh libuttt teluss..." teriak Raden. Sedari tadi ia masih berada di antara keduanya sembari menonton perdebatan yang tak kunjung usai. Sebenarnya Raden cukup muak mendengar mereka yang terus saja bertengkar.
"Mama minta maaf ya." ucap Luna lalu menggendong Raden membawa balita itu masuk ke kamar.
Luna menoleh ke arah Gama. "Besok ada acara di sekolah raden, kamu dateng kan?"
"Ya, lo mau nebeng?" tawar Gama berharap mereka kembali menjadi pasangan.