Part 19

20.2K 2.2K 687
                                        

Buat kalian yang belum sempat baca Gama : My Toxic Husband, buruan baca ya sebelum aku pindah ke apk KaryaKarsa semua,

Kalo nggak baca dulu, pasti ada yang bingung kenapa mereka bisa cerai dan musuhan kaya gini dan siapa itu Moza serta tokoh-tokoh yang lain.

Pertanyaan random

1. Lebih suka liburan ke pantai atau gunung?

2. Seneng ke tempat ramai atau sepi?

3. Siapa yang kalo foto bareng temen nggak suka pegang kamera?

4. Tim yang nggak bisa naik motor dan kemana-mana dibonceng?

Absen "❤️"

Jangan lupa follow ig wpesjeruk
@gama_sbas
@lunafelicia_c
@kirana_ozilla
@moza_aldebaran

Komen di setiap paragraf!

Gaes tolong ramaiin cerita ini yaa
••

"Budhe." panggil Luna pada seorang wanita yang sedang menunggu cucunya di depan kelas.

Ayu menoleh ke sumber suara. Betapa terkejutnya ia melihat mantan istri Gama berada disini.

"Kamu ngapain disini?" tanya Ayu memasang raut wajah dingin.

Ia masih ingat betul, bagaimana perempuan itu meninggalkan Raden yang  menangis histeris dan pergi begitu saja bersama laki-laki lain

Luna sedikit menundukkan kepalnya, jujur saja ia malu bertemu dengan Ayu. "Anna sekolah disini." jawabnya lirih.

"Loh, Raden juga." ucap Ayu bingung sendiri. Ia tidak tau, mengapa kebetulan sekali Anna juga berada disini.

Luna terdiam Sekanak seraya menahan air matanya yang sudah berada di kelopak mata. Sungguh ia ingin menangis.

"Luna yang bilang ke Raden buat minta ke Gama  sekolah dan bisa bertemu dengan Luna." jelas Luna jujur.

Walaupun ia takut mengakui kejujurannya. 

Saat teleponan tadi malam, ia berbicara hal ini pada Raden. Tentu saja dengan sepengetahuan Viona, karena perempuan itu juga akan membantunya.

Ayu menutup mulutnya tak percaya, bagaimana bisa Raden balita yang belum genap berusia 4 tahun itu, berani ikut campur dengan die Luna.

"Budhe nggak tau alasan kamu selama ini yang jelas budhe kecewa sama kamu lun." ucap Ayu terang-terang menunjukan raut wajah kecewanya.

Bagiamana bisa Luna semudah ini berdiri di hadapannya? Setelah apa yang terjadi selama ini.

"Maafin Luna budhe," ucap Luna sangat merasa bersalah.

Wanita itu mengangkat kedua tangannya saat Luna hendak menyalaminya. "Budhe butuh waktu, walaupun budhe bukan siapa-siapa kalian, tapi mengingat gimana teganya kamu meninggalkan Raden di rumah dan pergi bersama laki-laki lain, hati budhe sakit lun."

Siapa yang tidak sakit hati dengan perlakuan Luna ini?

"Gama memang bukan anak kandung saya, tapi dia anak yang sudah saya rawat sejak kecil, saya tau betul gimana sakit dia saat kamu pergi begitu saja!" lanjut Ayu emosi.

Air mata Luna mengalir deras mendengar hal itu. Ia tau dirinya salah tetapi apakah yang terjadi di kehidupan mereka saat ini, semua salah dirinya?

"Mama." panggil Raden yang baru saja keluar dari kelas.

THE BEST PAPATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang