Maaf kalo banyak typonya
Tolong vote dan komenn ya guys
Masih mau nunggu mereka sampai ending kan guys?
Yang masih ada kendala pembelian paket GMTH adu karyakarsa bisa hubungi ig aku ya @yrahyu_
Jangan lupa baca GMTH yaa gaesss
•••••
Gama berdiri di sebuah rumah besar. Tekatnya kali ini sudah bulat. Ingin merelakan mantan istrinya merawat Raden dan membiarkan mereka hidup bahagia tanpa dirinya.
"Gue mau antar Raden." ucap Gama saat pintu rumah itu baru saja di buka.
Luna terkejut melihat Gama disini, tatapan mata lelaki itu nampak kosong, kemeja kerja yang ia kenakan nampak lusuh.
"Masuk dulu Gama." ajak Luna sembari menggendong Raden. Ia menyadari akan ada obrolan penting di antara mereka. Apalagi mengingat kejadian kemarin.
"Sayang tolong bawa adek kamu main di kamar ya." ucap Luna lembut.
Anna pun menangguk, langsung membawa Raden ke dalam kamarnya.
Mereka duduk berhadapan,
"Gue nggak bisa jaga Raden," ucap Gama menunduk. Menyesali perbuatannya karena telah memisahkan ibu dan anak itu. Harusnya dulu ia tidak bersikap gegabah.
Kedua mata Luna langsung berkaca-kaca, dadanya terasa amat sesak. Tak menyangka jika tujuan Gama datang ke rumah nya untuk memberikan Raden kepadanya.
Luna menghela napasnya sejenak. Tangannya kini menangkup wajah mantan suaminya itu. "Raden anak kita, selama ini kamu udah ngrawat dia dengan baik. Kenapa jadi gini?"
Bukannya Luna tidak mau merawat Raden, hanya saja ia tau jika selama ini Raden sudah sangat nyaman hidup dengan Gama. Bahkan balita itu sangat bergantung pada papanya.
"Gue malu Lun, semua yang gue lakuin selama ini nggak pantes buat di maafin kan. "sahut Gama penuh penyesalan.
Entah sudah berapa ribu kali ia menghina Luna. Tetapi anehnya, Luna hanya diam. Bahkan saat ini, perempuan itu masih menerimanya.
Andai dulu Luna mengkatakan hal sebenernya, mungkin hubungan mereka masih terjalin hingga saat ini.
"Engga, ini bukan salah kamu. Asal kamu tahu, aku nggak pernah marah atau pun benci kamu, semua yang aku lakukan selama ini untuk kebaikan kita." ucap Luna tulus.
Sungguh Gama menyesal telah menyia-nyiakan wanita sebaik Luna.
"Tapi nyatanya gue nggak bisa."
"Bisa, 4 tahun kamu jagain Raden sampai dia tau banyak hal, itu keren loh." sahut Luna cepat. "Kalo ada predikat papa terbaik kamu layak jadi pemenangnya." lanjutnya lagi.
Menurut Luna, Gama adalah laki-laki yang pekerja keras dan tidak gampang menyerah. Walaupun ia tau, bagaimana cara Gama mendidik anak mereka memang rada salah, tapi Luna tau semua itu untuk kebaikan Raden.
"Berlebihan, padahal lo tau selama ini gue ngedidik Raden nggak bener. Gue sering rokok di samping dia, gue sering minum di samping dia, bahkan gue sering banget marahin dia." jujur Gama bahkan Raden sudah pernah mencoba puntung rokok.
"Gama tolong dengar aku baik-baik, saat ini aku dengan Batra sudah berdamai, aku harap hubungan kita juga bisa seperti itu. Kita rawat Raden sama-sama ya. Didik dia dengan baik, jadikan Raden anak bisa kita banggakan." ucap Luna yang membuat Gama langsung menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BEST PAPA
RomansaGama Sebastian laki-laki yang kini menyandang status duda muda dengan wajah yang semakin rupawan. Akan tetapi dirinya bukan lah seorang duda kaya raya, melainkan duda miskin yang sudah mempunyai anak.
