extra part 3

0 0 0
                                        

Happy reading guys

***

" halo"
"kamu dimana?"
" aku masih direstoran Al, ada apa"
" kenapa ponsel kamu gak aktif?"
" aku lagi ada klien Al, maaf"
" jangan minta maaf ke aku Tha minta maaf sama Dewa nanti"
" Dewa ken-"
" datag ke RS ****** Dewa ada disana"
" maksud kampu Dew-"
TUT......

.....

Disinilah Agatha saat ini, berlarian menujur ruangan inap Dewa yg berada di lantai 3, kebetulan Dewa dimasukkan kedalam ruang inap anak, jadi Agatha harus menaiki lift terlebih dahulu, dan saat pintu lift sudah terbuka Agatha langsung berlari menuju kamar Dewa, setelah memastikan nomor kamarnya, Agatha langsung masuk dan melihat Dewa yg tengah terbaring seorang diri diruangan itu dengan infus yg melekat ditangan dan juga, oh tuhan bahkan Dewa mengenakan oksigen, apakah separah itu? tadi pagi anaknya ini masih bisa tertawa kepadanya

saat Agatha masih sibuk memperhatikan Dewa tiba-tiba Alva masuk dengan tatapan yg tidak bisa diartikan

" Dewa kenapa Al, kenapa bisa kayak gini?"
" harusnya aku yg nanya sama kamu apa yg kamu kasih kedalam bekalnya Dewa tadi pagi!"
" aku gak masukin bahan yg berbahaya, aku cuman bikinin udang tepung Al"

" itu masalahnya Agatha, Dewa alergi dengan seafood dan kamu membuatkan bekal dengan bahan utama udang, kamu mau bunuh Dewa?" perkataan Alva kali ini memang sarat akan emosi, bahkan Agatha sampai tidak bisa menahan tangis nya antara khawatir dan panik karena kondisi Dewa, ia juga takut dengan Alva kali ini

"Al demi tuhan aku gak maksud gitu, aku gak tau kalo Dewa alergi seafood, kalo aku tau aku gak bakalan bikin menu itu Al"
"dan apa tadi, bahkan saat guru Dewa hubungin kamu ponsel kamu gak aktif, kalo gitu gak usah pake handphone kalo cuman dijadiin pajangan"
" Al aku tadi ada klien, aku emang gak ngizinin no lain menghubungi aku kecuali kamu"
" kalo guru nya gak nelfon aku Dewa bisa gak selamat Tha"
" aku ngak tau Al, demi tuhan aku minta maaf" suara Agatha mulai bergetar karena air matanya yg mengalir semakin deras dan tanpa mendengar penjelasan Agatha, Alva berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya disana, jujur ia lelah sekarang, kantornya baru mengalami kerugian yg memang tidak terlalu besar tapi hal itu membuat kinerja perusahaan menjadi sedikit menurun, dan saat Alva tengah memeriksa dokumen mengenai hal itu tiba-tiba ia mendapatkan kabar jika Dewa pingsan disekolahnya dan sudah berada dirumah sakit

tentunya Alva merasa cemas dengan keadaan anaknya itu, apalagi guru Dewa mengatakan jika Agatha tidak bisa dihubungi, makanya mereka mengambil langkah dengan membawa Dewa langsung kerumah sakit

Baru saja Alva akan memejamkan matanya sejenak, dokter yg menangani Dewa memasuki ruangan dan mengatakan ada yg harus mereka bicarakan, lantas Alva langsung pergi mengikuti dokter tersebut dengan Agatha yg mengekor dibelakangnya

" baik, apakah kalian walinya Dewa?"tanya dokter Wafa kepada Agatha dan juga Alva saat mereka sudah menduduki kursi didepan mejanya (ingat ya nama dokternya Wafa, gk usah ditambah T di akhirnya☺🙏🏻)

" iya dok, kalo boleh tau keadaan Dewa gimana ya dok?"tanya Alva
" jadi begini pak, bu, Dewa memiliki alergi yg sudah tidak bisa dianggap remeh lagi, yg mana Dewa memiliki alergi dengan sebagian makanan seafood dan salah satunya udang" penjelasan itu membuat Agatha terkejut, apa yg telah ia lakukan kepada anaknya itu

" apakah dampaknya separah ini?" tanya Agatha
" bisa dilihat sekarang, jika dewa terlambat untuk dibawa kesini kami tidak bisa menjamin keselamatan anak kalian"
" apakah ada obat khusus yg bisa diberikan kepada Dewa untuk menghilang kan gejala alerginya?"

" kalau obat untuk pencegah kami tidak yakin karena alergi yg dialami Dewa sudah tidak kecil lagi, tapi jika obat untuk pemulihan mungkin kami mempunyai namun memang dengan harga yg sedikit berbeda karena stok yg terbatas"
" lakukan apapun " ujar Alva yg dibalas anggukan oleh dokter itu, selanjutnya mereka kembali membicarakan sedikit kondisi Dewa dan juga setelahnya Alva yg langsung membayar semua biaya administrasi dewa, dengan Agatha yg langsung ia suruh kekamar Dewa
.....

" kenapa bisa kecolongan Tha, kamu nyiapin bekal dengan menu yg gak bisa Dewa makan"suara Alva dingin seperti tidak bersahabat dengan Agatha sekarang, mereka tengah berada ditaman rumah sakit berdua, tadi keluarga Alva datang setelah mendapatkan kabar tentang Dewa, mereka panik saat mengetahui keadaan cucu mereka yg masuk rumah sakit karena alergi, begitu juga dengan daddy dan mommy Agatha yg langsung ingin pulang hari itu juga namun urusan mereka belum selesai dan mungkin besok mereka akan datang kesini

" aku minta maaf Al aku benar- benar gak tau"
" kamu bundanya Tha, harusnya kamu tau kalo Dewa punya alergi apa" perkataan yg diucapkan Alva seolah mengiring Agatha ke opini sebagai ibu yg buruk
"kalo aku tau juga gak bakalan aku ngasih itu Al"
" harusnya kamu tau Agatha, apa yg bisa dan apa yg gak bisa dimakan Dewa" gertak Alva membuat Agatha tiba-tiba merasa emosi, hei dia disini juga panik bukan cuma Alva yg panik disini, kenapa seolah-olah semuanya salah Agatha

" kok kamu kayak nyalahin aku sih Al"
" ya jelas ini salah kamu"
"disini bukan kamu aja yg panik, aku juga khawatir sama dewa, tapi kalo kamu nyalahin aku atas semuanya, perlu kamu ingat, DEWA BUKAN ANAK AKU"setelahnya Agatha melangkah meninggalkan Alva yg termenung ditempatnya, memandang punggung Agatha yg perlahan menjauh, apakah ia salah disini?

setelah dirasa tenang, Alva mulai melangkah kembali keruangan Dewa, namun saat ia memasuki ruangan hanya ada Dewa didalam yg masih betah dengan mimpinya dengan pelan Alva mulai melangkah dan berhenti tepat disebalah ranjang Dewa, tangannya dengan pelan mengelus kepala anak itu bermaksud supaya Dewa tidak terganggu, ia benar-benar tidak menyangka jika Agatha bisa berbicara seperti itu, ia dengan gamblangnya mengatakan bahwa Dewa bukan anaknya, Alva tau jika Dewa memang bukan anak kandung mereka tapi tidak seharusnya bukan Agatha mengatakan itu, bagaimana jika Dewa mendengarnya tadi bisa dipastikan anak itu akan merasakan sedih bukan

" maafin papa sayang, besok papa akan meminta maaf ke bunda kamu"

......

Beberapa hari setelah kejadian ditaman rumah sakit itu, hubungan Agatha dan Alva sedikit merenggang, Dewa yg memang sudah sembuh juga menjalankan harinya seperti biasa, dengan sekolah dan terkadang saat ia pulang sekolah langsung dijemput oleh tantenya, berakhir ia menginap di rumah neneknya, dan tentu saja bunda dan papanya berada dirumah dengan kondisi yg masih seperti terakhir kali mereka ngobrol
namun anehnya sekarang sudah jam 15.27 yg mana seharusnya Dewa sudah pulang sedari tadi siang, awalnya Agatha berfikir mungkin Dewa berada dirumah neneknya namun fikiran itu ia enyahkan saat ia mendapatkan pesan jika anaknya sedang dalam bahaya

27 yg mana seharusnya Dewa sudah pulang sedari tadi siang, awalnya Agatha berfikir mungkin Dewa berada dirumah neneknya namun fikiran itu ia enyahkan saat ia mendapatkan pesan jika anaknya sedang dalam bahaya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

tanpa pikir panjang Agatha langsung menuju lokasi yg sudah dikirim oleh nomor asing itu, ia tidak memikirkan keselamatannya sendiri dengan langsung menuju kesana tanpa memberi tahu kepada Alva

sesampainya dilokasi, kening Agatha berkerut karena ia seperti salah tempat dimana yg ada didepannya adalah sebuah rumah yg seperti tidak lagi dihuni dengan rumput yg panjang di halaman rumah, dan juga daerah sekitarnya yg memang tidak terlalu banyak penghuni

"mau saya cek dulu kedalam non?" pertanyaan yg dilontarkan oleh sopir pribadi rumahnya itu membuat lamunan Agatha terpecah
" eh gak usah pak, yaudah saya masuk dulu"
"yasudah non, kalo urusannya sudah selesai segera keluar ya non, bapak punya firasat gak enak ini"
" baik pak, yaudah saya keluar dulu"

saat memasuki rumah itu tidak ada siapa pun didalamnya, dengan pasti agatha mulai melangkah dan tiba- tiba

TBC

Haloooo udah lama ya kita gak ketemu, gimana kabar kalian baik atau gak baik?

Jangan lupe di vote ya sayang😘

See you💐

Ice Prince Of SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang