extra part 6

0 0 0
                                        

Happy reading all

🦴🦴🦴

2 bulan sudah, hubungan Agatha dan Alva masih sama, kadang mereka hanya berbicara seperlunya dan terkadang bahkan mereka hanya sekedar bertemu beberapa menit setelahnya kembali sibuk dengan urusan masing-masing

Seperti saat ini, Agatha masih saja mengelola perusahaan yg sudah diserahkan secara penuh oleh sang opa beberapa tahun yg lalu, melupakan kondisi tubuhnya yg belakangan ini kurang sehat, terlihat dari berat badannya yg sedikit berkurang dari biasa

Melihat jam di ponselnya, Agatha lantas berdiri tanpa menghiraukan rasa pusing di kepalanya, beberapa menit lagi sekolah Dewa akan memasuki jam pulang jadi Agatha berniat ingin menjemputnya sekalian ia juga ingin pulang, tapi belum sempat memasuki mobilnya tiba-tiba kepala Agatha terasa seperti dihantam batu besar membuat pandangannya berputar dan tak lama setelahnya tubuh Agatha terjatuh kelantai parkiran kantor membuat sopir dan juga beberapa karyawan kantor berlari untuk menolong Agatha agar segera dibawa ke RS

Sedangkan ditempat lain, Alva tengah merenung mengingat kesalahannya beberapa bulan belakangan, ia selalu mengacuhkan Agatha yg jelas-jelas istrinya itu tengah mengandung anaknya dan selalu menyalahkannya atas semua yg tidak ia lakukan, Alva sudah tau kebenaranya dari beberapa hari yg lalu, ia ingin meminta maaf kepada Agatha tapi entah kenapa ia merasa malu untuk mengatakannya, ia merasa harus melakukan sesuatu sebelum ia meminta maaf kepada Agatha, ia harus mencari sumber masalah didalam hubungannya terlebih dahulu

Ditengah lamunannya deringan dari ponselnya membuat Alva mengerutkan keningnya,

"Vano, tumben dia nelfon" gumana Alva sambil menjawab panggilan dari kakak iparnya itu

"Kenap-"
"Anjing lo, kalo sampe adek gue kenapa-napa, abis lo sama gue" suara Vano dari seberang sana terdengar sangat emosi membuat Alva semakin bingung
"Apaan sih Van, Agatha kenapa?"
"Datang ke RS ........., kalo sampe lo gak datang jangan harap lo bakalan ketemu istri sama anak lo"

Tanpa pikir panjang, Alva meninggalkan ruangannya bahkan ia tak mengindahkan panggilan dari sekretaris nya yg memanggil sedari tadi, yg ia pikirkan hanya Agatha

Sesampainya di parkiran, Alva memasuki mobilnya dan melajukan dengan kencang

Tanpa butuh waktu lama Alva sudah sampai di RS yg dimaksud Vano, ia menanyakan kepada resepsionis dimana ruangan Agatha dan dengan tergesa Alva menuju ruangan itu

BUGH

baru saja Alva sampai di depan ruangannya langsung dihadiahi satu bogeman dari Vano membuat tubuh nya terdorong kebelakang

"Anjing ya lo, lo apain adek gue sampe jadi kayak gini, gue udah percayain adek gue ke lo, lo malah nyakitin dia"

"Van, gue bener-bener nyesel, gue mau minta maaf sama Agatha"ujar Alva dengan nada sesalnya

"Gue gak pernah nyakitin adek gue Al, sumpah demi apapun, lo boleh sakitin gue tapi jangan Agatha, dia udah berusaha buat nerima lo setelah apa yg dia alamin dulu, bahkan dengan bodohnya dia nungguin lo selama itu yg udah jelas-jelas orang bilang lo udah gak ada, tapi sekarang lo malah raguin kesetiaan Agatha, otak dipake Al" tubuh Vano meluruh di depan Alva, dengan nada yg sedikit bergetar menyampaikan kekesalannya kepada Alva

"Gue minta maaf, izinin gue minta maaf sama Agatha, gue bakalan perbaikin semuanya, Agatha di dalam kan, gue mau kedalam Van"

"Gue ngasih lo satu kesempatan lagi buat ketemu adek gue, tapi semua keputusan ada di Agatha "

Mendengar hal itu Alva lantas mengangguk dan beranjak memasuki ruangan inap Agatha sendirian, karena memang Vano tadi berniat ingin ke kantin untuk membeli beberapa cemilan dan juga buah-buahan untuk Agatha tapi baru aja buka pintu langsung dihadiahi dengan muka Alva,

Ice Prince Of SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang