extra part 7

0 0 0
                                        

Setelah semua masalah antara Alva dan Agatha selesai beberapa hari lalu, sekarang mereka tengah menikmati sarapan dengan kehebohan Dewa tentunya, anak itu tidak mau ke sekolah karena katanya pengen meluk adek nya, juga jangan lupa sedari ia bangun selalu menanyakan "kapan Dewa bisa main sama adek"

Tentunya dengan sabar Agatha mengatakan jika Dewa ingin bertemu adek nya harus nunggu beberapa bulan lagi, tapi namanya juga anak kecil yg masih memiliki rasa penasaran yg sangat tinggi. Ia selalu menanyakan semuanya kepada Agatha maupun kepada Alva

Sampai beberapa saat setelahnya mereka sudah selesai sarapan dan Alva yg tengah siap-siap untuk ke kantor, karena kebetulan hari ini ia memiliki jadwal meeting yg tidak bisa diundur, kalo bisa sih Alva bakal ngundur jadwalnya sampe Agatha keluar rumah sakit.

"Kamu gak siap-siap?" pertanyaan dari sang papa membuat tawa Dewa dari candaan Agatha seketika berhenti

"Papa, kalo Dewa izin hari ini boleh gak?"

"Emang kenapa, kok Dewa gak mau sekolah?" pertanyaan yg dilontarkan Agatha membuat raut wajah Dewa seketika murung

"Kok anak papa jadi sedih gini, ayo bilang sama papa emang ada apa disekolahnya"

"Gak ada apa-apa sih, Dewa cuman males aja ke sekolah"

"Kok gitu?"

"Mereka gk seru bun" adunya kepada sang bunda

"Loh kok gitu?"

"Masa mereka bilang kalo besok adek udah lahir Dewa dibalikin ke desa lagi" aduan dari bibir kecil itu terdengar sangat sendu, walaupun wajahnya berusaha untuk terlihat baik-baik saja tapi anak sekecil ini biasanya mempercayai apa yg ia dengar.

"Siapa yg bilang gitu?"pertanyaan Alva bahkan sudah tak direspon oleh Dewa, anak itu lantas memeluk tubuh Agatha, Tak berselang lama terdengar isakan kecil disana.

"Anak ganteng bunda kenapa nangis hmm?"

"Dewa takut kalo adek udah lahir Dewa sendirian lagi, Dewa takut kalo orang-orang bilang Dewa anak haram, waktu Dewa masih bareng mama orang-orang dekat rumah selalu bilang gitu, anak haram itu apa sih bunda?" lirihan itu kembali menarik ingatan kedua pasangan muda itu ke kejadian beberapa tahun lalu, dimana mereka menemukan Luna yg tergeletak dijalan tanpa ada yg mau menolongnya.

Mereka pikir jika kejadian itu tidak berdampak ke Dewa, ternyata anak itu menyimpan lukanya sendiri.

"Siapa bilang bunda bakalan gituin kamu? Dewa adalah anak pertama bunda sama papa, kamu adalah pengajaran pertama kita berdua jadi gak usah mikir gitu lagi ya"

Mengucapkan berbagai kalimat penenang bagi Dewa dengan akhiran mereka berpelukan bertiga dipagi ini.

"Duhhh masih pagi udah pelukan aja nih, gak ngajak-ngajak"

Vano yg sedari tadi berdiri didepan pintu ruangan rawat Agatha dengan Oca disebelahnya tentu saja. Setelahnya mereka berdua mulai melangkah kedalam kamar sambil mencibir Alva yg menatapnya tajam seolah berakata 'elah gangu aja orang lagi mesra-mesra juga'
"Ngapain" ketus Alva

"Gue numpang makan disini, ya jengukin adek gue lah, emang lo bini sakit bukannya dirawat malah beduaan sama berkas kantor lo itu" jangan lupakan kalo Vano masih kesal ya dengan Alva, bisa-bisanya lelaki itu menyakiti adik kesayangannya.

"Iyaaa gue kan udah minta maaf" gerutunya

"Ih apaansih udah gak usah dibahas, yg penting semuanya udah selesai" lerai Agatha.

Beberapa saat setelahnya, Alva berdiri dari duduknya mendapat tatapan tanya dari Agatha.

"Mau kemana Al?"

Ice Prince Of SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang