PART 11

6.2K 443 3
                                        

Assalamu'alaikum. . . .

Alhamdulillah Update lagi^^

Happy Reading yaa....

^

^

^

^

Bunyi peluit Pak Haris membuat semua siswa kelas XI-Ipa 3 yang semula berkerumun kontan memencar dan langsung membuat barisan untuk melakukan pemanasan sesuai instruksi sang guru olahraga. Pemanasan sebelum masuk ke olahraga inti dipimpin oleh ketua kelas dan ditutup dengan lari keliling lapangan yang awalnya sebanyak 10 kali putaran, namun karena kehebatan Reza dalam bernegosiasi menyebabkan mereka lari sebanyak 5 kali putaran.

Usai pemanasan, anak cewek maupun cowok mengerumun didepan Pak Haris yang menjelaskan bahwa dihari terakhir olahraga semester ini, Ia akan mengambil nilai basket secara individu dan kelompok sebagai nilai praktik. Sontak anak cowok bersorak ria mendengar penjelasan Pak Haris, sementara yang cewek sebagian besarnya menghela napas berat dengan permainan yang satu ini.

"Kamu lagi berantem sama Reza, Ra?" Tanya Rina sambil memperbaiki tali sepatunya.

"Berantem?? Nggak tuh! Berantem gara apaan cobak?" Jawab Nara yang sedang memanfaatkan waktu luang untuk duduk dipinggir lapangan selagi menunggu bola basket datang.

"Tapi kok Reza sekarang dingin banget ya sama kamu?" Kata Aini terheran-heran.

"Kok nanyak sama aku? Tanya aja langsung ke orangnya!" Nara mengangkat bahu dan terlihat cuek dengan pertanyaan yang Rina dan Aini lontarkan. Jelas saja cuek, karena saat ini pikirannya hanya fokus ke pertandingan basket. Nara sedang memikirkan bagaimana nasibnya nanti, mengingat dirinya yang memang bego banget di bidang olahraga. Dari SMP sampai sekarang, Ia selalu mendapatkan nilai standar di pelajaran olahraga. Jika pun nilainya meningkat, palingan naik satu angka. Hanya satu angka! Ya begitulah, Tuhan tidak pernah tidak adil dengan hamba-hambaNya. Nara dilahirkan memiliki kelebihan dibidang akdemik namun kurang dibidang non akdemik.

"Reza!" Tiba-tiba Rina memanggil Reza yang baru saja datang dari gudang penyimpanan alat-alat olahraga sambil membawa jaring berisi bola basket. Sontak hal ini membuat Nara terkejut.

"Kenapa lo dingin mmphh..." Nara mendongak memandang Reza yang baru saja menoleh. Detik berikutnya cewek itu bangkit dan segera membekap mulut Rina sebelum kalimatnya selesai. Reza mengernyitkan dahi, bingung melihat adegan itu.

Peluitan Pak Haris mengisyaratkan semua siswa kembali ke tengah lapangan untuk pembagian tim. "Yang akan bertanding terlebih dahulu adalah yang cowok." Terdengar perintah dari Pak Haris memberi aba-aba usai pembagian tim. Karenanya yang cewek diizinkan istrirahat di pinggir lapangan. Waktu istrirahat ini dimanfaatkan oleh setiap tim untuk mengatur taktik dan strategi mereka masing-masing. Tak terkecuali dengan tim Nara. Cewek itu sedikit-banyak bisa bernapas lega karena Ia se-tim dengan Rina yang merupakan anak basket.

Selama pertandingan tim cowok dilangsungkan, Rina sedikit menjelaskan peraturan yang ada dalam basket. Mulai dari daerah three second yang artinya tidak boleh diam didaerah lawan selama lebih dari 3 detik, sampai ke aturan-aturan yang lainnya. Kemudian cewek berambut sebahu itu membagikan posisi yang harus mereka tempati ke masing-masing anggotanya. Dimulai dari posisi yang paling depan yaitu posisi playmaker akan diisi oleh Rina sendiri dan di posisi Guard ada Aini. Lalu berpindah ke posisi paling belakang, posisi Backing Guard dan Forward akan diisi oleh dua temannya yang lain. Dan yang terakhir posisi Center akan ditempati oleh Nara. Cewek berjilbab itu terpilih diposisi ini karena Ia memiliki tubuh sedikit lebih tinggi daripada yang lainnya.

"Gimana?? Ngerti nggak?" Tanya Rina menutup penjelasannya.

Mereka berempat melongo mendengar penjelasan Rina, entah karena nggak mengerti atau karena takjub dengan penjelasan itu. Sepertinya penjelasan yang disampaikan Rina barusan, masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Tapi anehnya, bukannya menggelang justru mereka serempak mengangguk seolah-olah mengerti. Tentu saja hal ini membuat Rina tersenyum bahagia. "Bagus!" Katanya sambil mengacungkan kedua jempol.

CINTA TAK BERNAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang