Jakarta, 5 Oktober 2015.
3:08
.•●•.•●•.•●•.•●•.•●•.
Accountancy 2.0
.•●•.•●•.•●•.•●•.•●•.
Pembatasnya lucu.
Oke abaikan.
Setelah berpikir, akhirnya gue memutuskan untuk kasih nama bab ini "Accountancy 2.0" karena bahasan gue tentanf akuntansi dan gue udah pernah nulis bab itu sebelumnya.
Gue saranin kalian buat baca bab 18 dulu sebelum lanjutin bab ini.
Udah?
Pasti belom. Bodo amat ah. Salah sendiri kalo bingung.
Di bab 18 gue sempet tulis tentang akuntansi. Intinya, gue kayak ga suka sama akuntansi. Itu waktu gue kelas 10 a.k.a. sekitar 1 tahun yang lalu.
Lucunya. Bener kata orang. Cinta sama benci cuman dibatesin garis tipis. Dulu gue benci akuntansi, tapi akuntansi malah mungkin jadi jurusan gue kuliah nanti. Masih kemungkinan, belum pasti karena pendirian gue ga kuat.
Jadi, gue kelas 11 semester 1 sekarang, ditengah-tengah ujian tengah semester dan persiapan open house nanti. Buat orang-orang yang mungkin seumuran gue atau lebih tua dari gue pasti sadar kalau kalian sedang atau pernah dituntut buat milih jurusan. NGAKU!
Gue juga. Gue dituntut buat mulai cari jurusan dari sekarang. Awalnya gue udah fix mau masuk ilmu komunikasi, di Universitas Multimedia Nusantara, dan ambil bagian jurnalistik. Tapi jurusan gue ditolak sama nyokap.
Kedua, gue bilang gue mau masuk sastra. Lagi-lagi ditolak dengan alasan "mau kerja jadi apa kamu masuk sastra?" dan gue terpaksa cari jurusan lain.
Dari kecil gue emang suka itungan entah kenapa. Ibarat bocah yang suka cokelat, nah itu kayak gue sama matematika. Yang gue suka mat doang, fisika dan kimia ga termasuk.
Gue masuk IPA dan mau ga mau itungan gue juga harus kuat. Kalo orang lain alasan masuk IPA "biar gampang nyari jurusannya. Kan IPA bisa masuk mana aja", gue beda. Alasan gue simple. Gue ga kuat afalan.
Oke, balik ke jurusan. Gue sempet berpikir mau masuk teknik komputer waktu itu karena gue suka ngitung dan suka komputer. Tapi setelah tau teknik kayak apa, ditambah guru les favorit gue sepanjang masa -Darien- ternyata anak teknik komputer yang katanya terpintar di Universitas Indonesia, gue menyerah.
Gue mencoret pilihan jurnalistik, sastra, dan segala jurusan teknik dari daftar jurusan gue.
Akhirnya gue mulai mencoba untui nanya-nanya ke orang. Ada yang saranin arsitek, DKV, dan segala hal yang berbau gambar. Ketentuan wajib: gambar garis lurus tanpa penggaris. Gue aja jalan belom lurus, gimana disuruh gambar garis ga pake penggaris? Gue jamin gue di DO di semester pertama.
Dua pilihan gue coret lagi.
Nyokap nyaranin gue untuk masuk bisnis supaya bisa nerusin tour and travel-nya. Gue tolak mentah-mentah. Bukan masalah gue ga mau nerusin, tapi gue ga suka bisnis. Ga bisa berbisnis. Dan bisnis gue dari bocah ga pernah ada yang jalan.
Akhirnya gue nyari lagi dan lagi sampai gue ketemu jurusan yang menarik perhatian gue.
Belom, belom akuntansi.
Jurusan yang dibutuhin ribuan orang di Indonesia sedangkan yang daftar gak sampai seribu per tahun. Lebih teliti dari akuntansi, lebih perhitungan, lebih segala-galanya. Fresh graduate sih katanya gajinya bisa nyentuh puluhan juta. Yang pasti, jurusan yang sesuai sama minat gue.
Matematika.
Waktu pertama kali dikasih tau sama Darien, guru les gue, gue cuman kacangin doang. Wajar sih. Dia kasih tau gue pas gue masih kelas 7. Kan ga guna.
Tapi lama-lama gue mulai penasaran sama jurusan ini. Yang gue denger, cuman ada 2 universitas yang punya jurusan ini di jabodetabek. UI dan UPH. ITB ga diitung ya. Tolong. Beda level.
Kalo di UPH, gue sih pasti masuk selama duit kuat. Cuman itu. Duit.
Jadi pilihan kedua gue, si universitas yang itungannya termasuk universitas bergengsi di Indonesia: Universitas Indonesia.
Jadi untuk saat ini, gue lagi menetapkan mental dan diri untuk ikut ujian SNMPTN nanti. Berhubung gue sekolah swasta yang kemungkinan masuknya cuman 3%, jadi mau ga mau gue harus cari jurusan cadangan.
Gue terpaksa cari jurusan lain. Lalu muncullah jurusan itu. Si akuntansi. Gue tanya sana sini, akuntansi yang bagus dimana. Pada saranin di UNTAR, cuman katanya banyak yang lebih bagus sekarang. Ada juga yang saranin di STAN.
Jurusan yang KEMUNGKINAN gue ambil ya akuntansi. Ternyata ga seburuk yang gue kira saat gue nulis bab 18 waktu itu. Ironis banget.
Gitu aja sih.
QUESTION!
Ada yang mau saranin kira-kira jurusan matematika atau akuntansi yang bagus dimana?
TERIMA KASIH!
By the way, ada yang sadar sama perubahan covernya ga sih? Itu gue bikin sendiri loh! Jadi waktu itu tugas bahasa Indonesia disuruh bikin biografi. Yaudah gue pake ini aja. Terus di covernya harus ada muka kita. Karena full face sudah terlalu mainstream, jadi gue bikin kayak gitu. Gimana? Lucu ga?
ITU MUKA GUE LOH. Davia gambar alis. Lucu ya. Cakep gitu. Kata-kata di belakangnya itu kata-kata yang describe gue banget.
Udah ah. Itu intermezo doang.
BYE!
Salam cantik,
daweii.
