Part 3 : Be My Friend

78K 3.9K 160
                                        

Sesudah masuk ke kamar, Ribka merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia sebenarnya sangat penasaran akan identitas pria itu. Ia yakin jika pria itu tidak mungkin hanya sekedar staf biasa. Berbagai macam asumsi melintas di pikirannya.

"Arggghhh! Bikin penasaran aja sih tuh orang." Ribka mengacak-acak rambutnya. Ia lalu memilih untuk memejamkan mata dan tak lama ia masuk kembali ke alam mimpi.

***

"Sudah bangun?"

Sebuah suara menyentak Ribka saat ia baru saja membuka mata. Ribka yang masih setengah sadar refleks langsung terduduk dan melihat ke arah suara itu. Dilihatnya pria itu duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.

"Ka-kamu ... apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Ribka.

"Menunggumu bangun," jawab pria itu sambil mengangkat bahunya.

Ribka terbengong-bengong karena ucapan pria itu.

"Hello?" Pria itu melambaikan tangannya di depan wajah Ribka membuat Ribka langsung tersadar.

"Apa tidak cukup tidurmu sampai masih bengong begitu? Aku tidak menyangka kamu suka tidur juga, ya? Padahal tadi pagi kamu sudah tidur sampai siang dan baru masuk ke kamar kamu sudah tidur lagi, ck ... ck ... ck...."

Ucapan pria itu langsung membuat pipi Ribka memerah karena malu. Ia tidak bisa membantah karena memang itulah kenyataannya, Ribka memang suka sekali tidur. Ia malahan pernah tidur selama dua puluh empat jam lebih saat selesai masa skripsi dulu.

"Woww! Blushing again, huh?" goda pria itu.

"What are you doing here?" geram Ribka.

"Waiting," jawab pria itu. Ribka mengerutkan keningnya.

"Sudah saatnya makan malam. Aku sudah memesan makan malam untuk kita. Tidak menyangka kamu tidur selama...." Pria itu melihat jam tangannya."Wowww, empat jam." Pria itu tertawa membuat Ribka semakin jengkel.

"Kalau kamu hanya mau menghinaku, lebih baik kamu pergi!" geram Ribka.

"Ooh ... jadi kamu gak mau makan malam?" Pria itu melipat tangannya di depan Dada.

"G—" Terdengar suara kruyukan dari perut Ribka.

"Hahaha...." Pria itu tertawa lepas mendengar suara dari perut Ribka.

Ribka merasa benar-benar tidak ada muka sekarang. Baru saja ia hendak menolak, perutnya malah sudah menjawab lebih dulu.

Kenapa perutku ini tidak bisa diajak kerja sama, sih?

"Hahaha, jadi, sampai kapan kamu mau duduk manis di sini? Makanan kita sudah dingin karena aku pesan dari dua jam yang lalu," ucap pria itu.

"Dua Jam?"

"Ya, tadi kukira kamu gak akan tidur lagi, jadi sudah kupesankan makanan. Ternyata saat aku ke kamarmu, kamu malah tidur dengan nyenyak."

"Jangan bilang kamu ngeliatin aku tidur dari tadi!"

"Terus kamu mau aku tidur lagi? Aku sudah tidur tadi siang, Miss. Aku juga bukan dirimu yang bertemu ranjang langsung tidur," ledek pria itu.

Ribka yang sudah sangat jengkel hendak meninggalkan pria itu dan menuju ke meja makan. Tapi kembali, ia lupa kakinya sedang sakit. Ia langsung menghentakkan kakinya saat akan berdiri, sehingga membuat keseimbangannya goyah. Pria itu mencoba menahan, namun malah tertarik bersama Ribka. Keduanya jatuh di atas ranjang dengan posisi pria itu di atas Ribka.

Size of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang