Part 24 : Where Are You??

48.8K 3.3K 622
                                        

"Ah..Yes..Yes...Come on, Honey..Faster..Aah...Ngg....Yeah..Yeah..." Suara seorang wanita dengan desahan dan lenguhan terdengar semakin jelas di telinga Ribka.

"Ng...Uuh...Uhh....Aah..." Suara seorang pria bersautan dengan suara wanita itu. Entah mengapa Ribka merasa familiar dengan suara itu. Ribka semakin masuk ke kamar itu. Dari posisinya saat ini ia dapat melihat bagian sudur ranjang yang bergoncang kuat. Apa jangan-jangan Ribka salah masuk kamar?? Tapi ia yakin kalau kamar yang ia masuki bernomor 2331.

"Yeah..Yeah, George...Faster, Honey..Uuh...Aaaah...." Suara wanita itu terdengar jelas di telinga Ribka. Ribka yakin ia tidak salah dengar. Ia dengar wanita itu menyebut nama George.

Ribka melangkahkan kembali kakinya untuk melihat dengan jelas. Seketika tubuh Ribka seakan disiram air es. Ia tidak dapat bergerak dan hanya menatap shock melihat pemandangan yang ada di hadapannya.

Seorang wanita yang sedang berbaring dan disetubuhi oleh seorang pria.  Bahkan Ribka dapat melihat dengan jelas penyatuan tubuh mereka itu. 

Air mata mengalir tanpa bisa dibendung lagi dari mata Ribka.  Ia masih berdiri diam melihat persetubuhan yang terjadi di hadapannya. Ribka bahkan dapat mendengar dengan jelas suara penyatuan mereka ditelinganya.Tubuh nya gemetar hebat bersamaan dengan air mata yang mengalir. 

"Ah..Aah...Ngg....Yeah..Yes, George..There...Ah..ah..."

"Ng...Uuh...Uhh....Aah..."

Pikiran Ribka blank saat itu juga.  Hanya hatinya yang terasa amat sakit seakan dihantam oleh palu besar tak kasat mata.  Ia melihat dengan jelas.  Dengan mata nya langsung, pria yang ia cintai, tunangannya, calon suaminya kini sedang melepaskan birahinya di tubuh wanita lain.  Ribka tidak dapat berpikir apapun lagi.  Hanya air mata yang tak hentinya keluar dari mata hitamnya.

Ia bahkan tidak mampu berdiri tegap.  Ia mundur perlahan memaksakan kakinya yang begitu lemas seperti tanpa tulang. Ingin rasanya ia membantah kenyataan di hadapannya itu, namun hal itu tidak mungkin.  Ia melihat semuanya dengan mata nya sendiri.  Hampir saja suara isakannya keluar namun ia dapat menahannya. 

PRANGG!!!

Ribka tanpa sengaja menyenggol gelas yang ada di dekatnya membuat kedua orang yang sedang bersetubuh itu langsung menoleh padanya.

George terkejut melihat sosok perempuan yang ia cintai berdiri dengan beruraikan air mata dan menatap shock padanya.  Pandangannya beralih pada posisinya saat ini.  Betapa terkejutnya George menyadari apa yang sedang ia lakukan.  George langsung melepaskan penyatuan nya di tubuh Kasey dan menarik kain putih pelapis ranjang untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.  

Kepanikan meliputi George.  Ia tidak menyangka kalau Ribka akan melihatnya seperti ini.  Ia masih berdiri diam dan memandangi Ribka dan Kasey bergantian.

"Come on, Hone...Kenapa berhenti??" Ucap Kasey kembali mendekati George seakan tidak ada yang salah dengan mereka.

Ucapan Kasey menyadarkan George kalau ia tidak bisa diam saja.  Tubuh bergairah dan panasnya kini menjadi dingin dan gemetar melihat Ribka menangis dalam diam.  Ribka masih tetap berdiri diam.  George dapat melihat tubuh Ribka gemetar hebat.

"Fl...flowy..." Panggil George mencoba mendekati Ribka. Suara panggilan itu menyentkkan Ribka kembali ke dunia nyata.  Ditatapnya Kasey dan George yang sedang menatapnya itu.  Ribka menatap George dengan pandangan terluka.  ia tidak habis pikir kalau pria itu akan tega mengkhianatinya.  Setelah semua perjuangannya, setelah semua rasa sakitnya yang ia lawan, setelah semua penghinaan yang ia terima, kini pria itu dengan tega-teganya bersetubuh dengan wanita lain.

Sebuah senyuman terluka tercetak di bibir Ribka.  Entah mengapa tubuhnya reflek memberikan senyuman itu dan menatap kepada George.

"Thank you.." Ucap Ribka lirih lalu berlari pergi dari kamar itu.  Ia tidak bisa terus berada di tempat itu.  Hatinya terlalu sakit membayangkan apa yang sudah terjadi.  Ribka berlari sekuat tenaganya.  

Size of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang