"Udah mau berangkat lagi, Ribka?" Ribka baru saja keluar dari kamarnya padahal baru 2 jam yang lalu dia pulang.
"Iya, Kay. Tadi aku ditelepon kalau ada masalah. Jadi musti langsung cabut kesana nih. Kamu mau kemana?" Tanya Ribka yang melihat Kayla juga sudah berganti pakaian.
"Aku mau menemui River. Kamu benar. Aku harus diskusikan dengannya. Bagaimana pun dia sudah menjadi calon suamiku saat ini." Ribka tersenyum.
"Bagus deh kalau gitu. Udah ya, aku berangkat dulu." Ribka memasukan kunci kamarnya ke dalam tas.
"Jangan lupa minum vitamin, Ribka!" Seru Kayla pada Ribka yang sudah mengambil langkah cepat menuju taksi yang sudah menunggunya.
Tin...tin..tin..
Suara Klakson menghentikan langkah Ribka yang hendak membuka pintu taksi. Mobil merah yang tadi mengklaksoninya berhenti di belakang taksi. Pintu pengemudi terbuka dan muncul seorang pria yang 1 bulan ini tidak pernah Ribka lihat lagi.
"Kak Ronnie?" Ribka tidak percaya dengan sosok yang ada di hadapannya itu.
"Hi, Ika. Pas sekali ya. Coba aku telat beberapa detik aja pasti kamu udah pergi, hehehe..."
Ribka tersenyum kaku menanggapi ucapan Ronnie.
"Iya, kak. Ng...aku duluan ya..Harus balik ke hotel soalnya." Baru saja Ribka akan kembali membuka pintu, Ronnie menahannya.
"Bagaimana kalau kuantar saja?" Tanya Ronnie.
"Gak usah, kak. Aku udah pesan taksi." Tolak Ribka sambil menujuk taksi di hadapannya.
"Biar aku bayar aja supirnya. Kamu aku antar."
Baru saja Ribka mau menolak, sebuah suara menginterupsinya.
"Lho, kamu masih belum berangkat?" Ribka dan Ronnie menoleh pada Kayla.
"Belum, Kay."
"Hi, Kayla." Sapa Ronnie.
"Hi, Kak Ronnie. Udah lama gak kelihatan. Tumben kesini?" Tanya Kayla.
"Tadinya mau main aja. Sekalian ngucapin selamat tahun baru. Tapi Ribka udah mau berangkat. Jadi mau antar Ribka sekalian. Kamu mau pergi?"
"Ah...iya, kak..."
"Naik apa?"
"Mau nunggu taksi lewat."
"Pas, kalau begitu biar taksi yang kamu pesan Kayla yang pakai aja. Kamu biar aku antar." Ucap Ronnie.
"Tapi, kak..." Ribka ingin menolak Ronnie. Karena bagaiamanapun ia merasa canggung.
"Yah...aku tahu diri, Ika. Mungkin kamu benci sama aku karena sikapku waktu itu..." Ucap Ronnie dengan nada sedih. Ribka menjadi tidak enak mendengar hal itu. Ia menghela napas.
"Baiklah. Kay, kamu pakai aja taksi ini. Biar aku bareng Kak Ronnie aja." Ucap Ribka pasrah.
"Ng...ngak apa-apa nih?" Tanya Kayla sedikit khawatir. Bagaimana pun Ribka sudah bercerita tentang hubungan mereka padanya.
"Gak, udah kamu berangkat aja. Aku juga harus cepat-cepat berangkat."
----------
"Bagaimana kabarmu, Ika?" Tanya Ronnie memecahkan kesunyian diantara mereka. Saat ini keduanya berada di mobil Ronnie yang mengantarkan Ribka menuju Hotel.
"Baik, kak. Kak Ronnie gimana?"
"Kamu ...tidak bisakah kamu memanggilku seperti dulu? Ony..." Pinta Ronnie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Size of Love
RomanceRibka Deviano seorang gadis berumur 24 tahun yang memiliki tubuh ekstra. Dengan tinggi 160 cm dan berat badan 90kg, ia tetap percaya diri. Tiga prinsip yang ia pegang di dalam hidupnya: 1. My first boyfriend=my last boyfrien...
