Part 11 : His Secret

47.6K 2.7K 84
                                        

"Jadi sejauh apa hubunganmu dengan pacarmu itu?" Tanya Kayla pada Ribka yang sedang asyik dengan handphonenya.

Hari ini Ribka mengajak Kayla untuk makan di Restaurant Hotel Bintang 5. Ia baru saja diberi voucher dinner oleh Bu Soraya. Bu Soraya sendiri memberikan voucher itu karena ia tidak ada waktu untuk pergi dinner apalagi suaminya sedang dinas di luar kota. Jadi ia lebih memilih memberikannya pada Ribka.

"Baik. Tapi 2 hari ini dia lagi keluar kota lagi. Kangen bangettttt rasanya...." Ucap Ribka sambil menopang wajahnya dengan kedua tangan.

"Hahahahaa...Kenalin dong...Masa aku udah kenalin Kak River ke kamu, tapi kamu belum kenalin ke aku?"

Ribka menghela napasnya. Ia sendiri juga bingung. Arvio sulit sekali diajak bertemu dengan temannya. Ada aja alasan yang ia katakan. Dan yang kini paling ampuh adalah kesibukannya.

"Sippp, nanti kalau dia pulang aku kenalin deh. Gimana kalau kita malam tahun baruan bareng? 3 hari lagi kan malam tahun baru.Eh, gak bisa deh. Malam tahun baru aku kan kerja. Ada event di hotel. Next time deh." Ucap Ribka sambil senyum memperlihatkan jajaran giginya.

"Okay deh...Tapi janji lho. Kalau perlu kita double date aja gimana?"

"Double date?? Boleh tuh...Pasti seru..Uuuhhh...Jadi pengen ketemu si lucu Avie lagiiiiii." Ucap Ribka sambil gemas.

Kayla hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi sahabatnya itu. Ribka memang sangat menyukai anak-anak. Bahkan ia punya impian untuk memiliki banyak anak setelah ia menikah nanti.

"Rib, kamu yakin kita makan disini? Restoran mewah gini, pasti mahal banget lho...." Bisik Kayla seolah baru menyadari keberadan mereka.

"Tenang aja. Ini undangan kok. Aku dapat voucher dinner gratis disini. Jadi gak pakai uang." Jawab Ribka santai

"Kok bisa??"

"Bisa dong. Jangan meremehkan seorang Ribka ya...." Ucap Ribka menyombongkan dirinya. Keduanya tertawa bersama. Sebuah soup sudah dihidangkan di hadapan mereka sebagai makanan pembuka.

"Ngomong-ngomong gak terasa ya, udah 6 bulanan kita pindah ke Bali." Ucap Ribka sambil menikmati soupnya.

"Iya ya...Rasanya baru kemarin-kemarin kita ketemu di pesawat, hehehehehe...." Ucap Kayla menimpali.

"Lalu, bagaimana keputusanmu tentang lamaran River itu?" Tanya Ribka.

"Lamaran??"

"Iya, bukannya kamu bilang River menanyakan apakah kamu mau menikah dengannya sewaktu di beranda itu?" Ribka meminum red wine sedikit demi sedikit.

"Apakah itu termasuk lamaran?" Tanya Kayla.

"Ya iyalah, Kay...Hm...Memangnya kalian tidak pernah membicarakan hal itu lagi?" Tanya Ribka.

"Belum. Secara aku belum ketemu River lagi. Sepulangnya dari singapore kan dia langsung mulai kerja lagi."

"Gimana kalau dia tiba-tiba udah jadwalin tanggal pernikahan kalian?"

"Gak mungkinlah...Lagi pula dia belum pernah benar-benar menanyakan kalimat sakral itu. Dia kan cuma tanya dengan kata 'jika'" Ucap Kayla menekankan kata itu.

"Hm...Kalau dia tiba-tiba melamarmu, apa yang akan kamu jawab?" Tanya Ribka penasaran."

"Kamu sendiri?"

"Kok aku?" Ribka terkejut Kayla menanyakan balik pertanyaan itu.

"Yah, misalnya pacar kamu tiba-tiba melamarmu, apa yang akan kamu jawab?"

"Dia sudah melamarku pada mami dan papi sih. Tapi kalau sama aku pribadi belum ada pembicaraan. Tapi tujuan aku berpacaran dan ambil komitmen ini memang untuk pernikahan. Karena bagiku tidak ada yang namanya berpacaran. Saat dia menyatakannya padaku, aku sudah mewanti-wanti akan hal itu. Bagiku yang pertama adalah yang terakhir." Jawab Ribka.

Size of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang