Part 9 : Ony and Ika

49.9K 2.8K 76
                                        

Makanan di atas meja sama sekali tidak disentuh oleh Ribka. Ia sudah duduk berhadapan bersama pria itu. Bukan karena kemauannya tapi saat ini tubuhnya masih tidak bisa diajak kompromi. Ia masih terlalu kaget melihat sosok di hadapannya. Bayangannya akan kekasih hatinya hancur sudah. Kini karena asumsinya yang bodoh ia terpaksa berhadapan dengan pria itu. Ia tidak membencinya. Hanya saja perbuatan pria itu beberapa bulan yang lalu membuatnya risih.

"Kok gak dimakan??" Suara itu mengembalikan Ribka kepada kenyataan di hadapannya.

"Hm..."Gumam Ribka. Pria itu meletakkan garpu dan pisau yang ia pegang dan mencodongkan tubuhnya pada Ribka.

"Aku kangen banget sama kamu, Ribka. Sudah 2 bulan ini kita tidak bertemu kan? Aku tahu kamu pasti merindukanku, sayang." Ucap pria di hadapannya.

"Kak, please jangan memanggilku sayang." Tegur Ribka. Pria itu malah tersenyum padanya.

"Kalau begitu bagaimana kalau aku memanggilmu dengan 'ika'?"

Ribka mengerutkan dahinya. Sudah lama sekali tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan itu. Ika bukan nama panggilan yang diberikan orangtuanya. Namun karena Ribka kecil sulit mengucapkan namanya sendiri akhirnya ia menyebut dirinya Ika dan terbawa hingga SD. Namun saat masuk SMP, Ribka tidak lagi mau dipanggil Ika.

Tapi yang ia bingung kenapa pria dihadapannya tahu nama kecilnya itu? Padahal nama itu sudah tidak digunakannya lagi sejak menginjak SMP. Bahkan Kak Anna temannya semasa kuliah pun tidak mengetahui hal itu.

"Kak, kenapa kakak memanggilku Ika?" Tanya Ribka.

"Dulu aku selalu memanggilmu begitu."

"Dulu?"

"Ya. Apa kamu masih tidak mengingatku? Aku Ony, Ika." Ucap pria itu.

"Ony?" Ribka bingung. Ia tidak mengenal siapa itu Ony.

"Jangan bilang kamu lupa denganku?"

"Sorry, kak. Tapi aku tidak ingat."

"Yah ampun, Ribka. Pantas saja, jadi selama ini kamu tidak mengenaliku? Bahkan dengan bunga dan surat yang aku kirim??"

"Ah iya...Tentang bunga dan surat. Jadi itu dari kak Ronnie?"

"Tentu saja itu dari aku, sayang. Maaf selama 2 bulan ini aku sengaja menjauh darimu. Menurut temanku dengan aku menjauh maka akan membuatmu menyadari betapa pentingnya diriku di hidupmu dan membuatmu menyesal karena telah menduakanku. Aku memaafkanmu, Ika. Aku tahu kamu benar-benar mencintaiku. Aku tidak masalah kamu dulu khilaf dan dekat dengan pria itu. Yang terpenting saat ini kamu milikku." Ucap Ronnie.

Ribka sama sekali tidak mendengar ucapan Ronnie. Ia sudah sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia tidak menyangka bahwa Ronnie lah yang selama 1 bulan lebih ini mengiriminya bunga dan kartu-kartu itu. Jadi ternyata ucapan Arvio benar bahwa semua itu memang ditujukan padanya. Namun ada 1 hal yang Ribka masih bingung. Kenapa Ronnie memanggilnya dengan Ika??

"Kak, aku masih tidak mengerti kenapa kak Ronnie memanggilku dengan Ika?" Tanya Ribka.

"Ah iya. Kamu masih belum ingat denganku??Ony. SD Harapan Kasih."

Ribka mengerutkan dahinya. SD Harapan Kasih?? Itu tempat ia bersekolah dulu. Tapi apa hubungannya?? Seolah mengerti bahwa Ribka masih belum ingat, Ony menambahkan clue nya.

"Eskul basket."

"Udah deh, kak. Gak usah main tebak-tebakan. Aku benar-benar gak ingat." Ribka sudah geregetan disuruh berpikir. Karena ia benar-benar tidak ingat apa-apa. Bahkan jika dia bertemu dengan teman SMA nya belum tentu ia akan kenal. Ia memang gampang melupakan orang. Aneh bukan? Namun Ribka hanya menyimpulkan bahwa mungkin otaknya sudah menyortir memory yang tidak penting sehingga ia melupakan hal itu.

Size of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang