Part 30 : The end = The beginning

64.1K 3.8K 517
                                        

"Hallo?? ... Hallo??? ... Hallo??"

Seketika kesadaran Ribka kembali pulih.  Ia buru-buru kembali mendekatkan handphone itu di telinganya.

"Ka...Kalian di..dimana sekarang??" Tanya Ribka yang masih mencoba menguatkan dirinya.  Bagaimanapun ia tidak boleh lemah.  Belum tentu George meninggal bukan?? YA! George tidak boleh meninggal.  pria itu berjanji untuk selalu bersamanya bukan??Pria itu berjanji untuk menjaganya bukan??Pria itu berjanji untuk membahagiakannya bukan?? George tidak boleh meninggal!!

"Ka...kami... gak jauh dari hotel di Nusa dua.  Bagaimana ini, Mrs. Bowman?? Mr. Bowman tidak bernapas dan saya gak tahu harus apa.  Di...disini sepi dan gak ada orang lewat." Ucap Cleo panik

"KAMU JANGAN BICARA SEMBARANGAN YA! GEORGE TIDAK MUNGKIN MATI! IA TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN SAYA! CEPAT HUBUNGI AMBULANCE ATAU CARI BANTUAN KE HOTEL. BAWA GEORGE KE RUMAH SAKIT!!SEKARANGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!" teriak Ribka yang sudah emosi mendengar ucapan sekretaris George yang tdiak ada inisiatif disaat genting seperti ini.

Ribka langsung memutuskan panggilan itu.  Ia baru merasakan tubuhnya gemetar hebat sekarang. George... Kecelakaan... Darah... Meninggal... GAK!GAK MUNGKIN!George gak mungkin meninggalkannya. Bahkan ia belum mengatakan pada pria itu kalau ia sudah akan memaafkan semua kesalahannya. Gak..Gak boleh..George gak boleh pergi. Ia bahkan belum berdoa pada Tuhan untuk mencabut nyawa George, kenapa Tuhan sudah mengambilnya lebih dahulu.

Ribka berusaha sebisa mungkin menekan tombol-tombol di handphonenya.  Tangannya yang gemetar hebat membuat ia kesulitan.

"Please....Please...Please..." Ucap Ribka sambil menunggu nada tunggu di ponselnya.

"Hallo, Mrs. Bowman?" Sebuah suara akhirnya terdengar setelah 2 kali nada tunggu.

"Erick, siapkan jet sekarang juga. Saya akan berangkat ke Bali." Perintah Ribka.

"Baik. Tapi bagaimana dengan meeting hari ini?" Tanya Erick.

"BATALKANNN! George kecelakaan! Saya berangkat sekarang juga. Pastikan pesawat nya sudah siap terbang. Dan cari tahu di rumah sakit mana George berada saat ini. Kirimkan dokter terbaik kesana." Ucap Ribka langsung memutuskan panggilannya.

Ia langsung mengambil tas tangannya dan berjalan cepat keluar dari apartement. Hanya satu yang dipikirkannya saat ini, keselamatan George.

Life is ironic. It takes sadness to know what happiness is, noise to appreciate silence and absence to value presence.

-------------

"Ribka!" 

"Kak Anna?" Ribka menghampiri perempuan itu dan memeluknya dengan erat.

"Rib..." Bisik Anna.

"Kak...George, kak...george kecelakaan..." Ucap Ribka sambil menahan isakan keluar dari bibirnya.

Anna melepaskan pelukan mereka.

"Ya, kakak tahu.  Makanya kakak memaksa Erick untuk ikut kesini.  Ayo, kita berangkat sekarang." 

Anna secepatnya menghapus air mata yang lolos dari mata Ribka dan  langsung menarik tangan perempuan itu masuk ke dalam private jet yang sudah menunggu mereka.

"Informasi terakhir MR. Bowman sudah dalam perjalanan ke rumah sakit.  Karyawan hotel menemukan dia dan Cleo di jalanan gak jauh dari hotel.  Mobilnya menabrak pembatas jalan.  Saya belum mendapat update terbaru.  Tapi nanti kalau anda sudah tiba, akan ada helicopter yang menjemput dan membawa kita ke Rumah sakit." Jelas Erick sambil duduk  di seberang Ribka.

"Pasang sabuk pengamannya, Dek." Tegur Anna pada Ribka yang hanya diam.

"Dek..." Panggil Anna lagi.

Size of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang