Ribka memegang handle pintu dan membuka pintu tersebut perlahan. Saat pintu itu terbuka setengahnya, betapa terkejutnya Ribka melihat pemandangan di hadapannya. Dihadapanya... Dihadapannya tersuguh pendangan dimana suaminya sedang berciuman dengan wanita lain. Ribka mencengkram handle pintu itu dengan kencang. Amarahnya kini tidak dapat terbendung lagi. Cukup sudah Ribka bersabar selama ini. Kini ia sudah tidak bisa bersabar lagi. Ia berjanji. Ia berjanji bahwa ia akan menghancurkannya.
Ribka melihat George langsung mendorong tubuh wanita itu hingga perempuan itu hampir saja terjungkal ke belakang.
Plok...Plok..Plok...
Tepukan tangan Ribka menggema di ruangan itu. George dan wanita itu langsung menoleh ke arah Ribka. Ribka melihat dengan jelas kepanikan yang tergambar di wajah George.
"Fl... Flowy...." George baru saja akan melangkah mendekati Ribka, namun Ribka mengacungkan telapak tangannya menyuruh agar George berhenti.
Ribka masuk ke ruangan itu dan menutup pintu. Ia melangkah mendekati George dn wanita itu. Terlihat senyum di wajah wanita itu mengejek Ribka.
"Flow...Aku bisa jelaskan. Ini tidak seperti yang kamu lhat." Ribka kembali mengacungkan telapak tangannya di wajah George. George langsung meghentikan ucapannya itu. Ia megacak rambutnya dengan frustasi karena Ribka tidak mau mendengarkan penjelasannya.
Ribka tidak memperdulikan George Ia menghampiri wanita yang kini sudha berdiri di hadapannya.
"Hello, Ri-"
PLAKKK
George langsung menoleh ke sumber suara itu. Dilihatnya wanita itu sudah memalingkan wajahnya dan memegang pipinya. Sungguh George tidak menyangka kalau Ribka akan menampar wanita itu, bahkan dengan sangat keras. Saat wanita itu menurunkan tangannya, George dapat melihat pipi wanita itu menjadi merah .
"F..Flowy.."
"Duduk di sofa sana dan jangan ikut campur urusan kami." Perintah Ribka pada George.
George ingin menyela kembali, namun melihat ekspresi dingin Ribka, ia menyerah. George akhirnya mengikuti perintah Ribka dan duduk di sofa. Ya, lebih baik ia menurut daripada Ribka menjado lebih marah padanya.
"BERANI-BERANINYA KAM-"
"Harusnya aku yang berkata seperti itu. Berani-beraninya kamu menggoda suami orang. Aku sudah bilangkan kalau kamu sampai berani mengganggu kami lagi maka aku sendiri yang akan memberimu pelajaran. Aku sudah memberimu kesempatan saat kamu berani-beraninya berhubungan dengan George Dan sepertinya kebaikanku itu sudah kamu salah gunakan, Kasey." Ucap Ribka dengan penuh intimidasi.
"Kamu menyalahkanku untuk kejadian itu? Hahahaha...George sendiri yang datang kepadaku. Itu artinya ia menginginkan diriku" Ucap Kasey sambil tersenyum penuh kemenangan.
Ribka tertawa sini. "Jangan menyalahkan pria. Sudah kubilang padamu, pria hanya menjadikanmu pelampiasan napsunya. Mau di mana lagi menemukan wanita yang selalu siap 24 jam membuka selangkangannya untuk disetubuhi?? Kau tidak lebih dari sekedar sex toy! Hanya sebuah mainan yang bisa dipakai oleh banyak pria." Ucap Ribka.
Terlihat bahwa Kasey sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Ribka. Ekspresinya berubah menjadi marah, tangannya terangkat ke udara hendak menampar wajah Ribka. Melihat hal itu George hendak menahannya, namun Ribka udah terlebih dahulu menahan tangan Kasey. Rbka menghempaskan tangan Kasey lalu kembali menmpar pipi Kanan Kasey.
PLAKKKK
"KAMU!"
"Kenapa? Kamu tidak terima? Aku hanya baru menamparmu. Itu belum ada apa-apanya." cap Ribka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Size of Love
RomantizmRibka Deviano seorang gadis berumur 24 tahun yang memiliki tubuh ekstra. Dengan tinggi 160 cm dan berat badan 90kg, ia tetap percaya diri. Tiga prinsip yang ia pegang di dalam hidupnya: 1. My first boyfriend=my last boyfrien...
