Sebelas

59 3 0
                                    

Yoon-Hee menghembuskan napas panjang dengan berat.Ia kembali menarik napas dan kembali menghembuskannya dengan berat.

Entah sudah berapa kali Yoon-Hee melakukannya.

Mengapa ia begitu bodoh?

Jika saja tadi ia berani bertanya mungkin saja ia bisa menemukan fakta baru tentang Ki-Joon.Tapi ia malah membuangnya begitu saja.

Yoon-Hee memukuli kepalanya untuk menghukum dirinya sendiri. "Bodoh...Bodoh...Bodoh..."Gumamnya lesu.

Sebenarnya ia juga sangat lelah,namun jika memikirkan Ki-Joon rasanya tak benar juga jika ia berdiam diri seperti ini.Dengan langkah-langkah beratnya Yoon-Hee menaiki tangga menuju rumahnya.Sesampainya diatas ia langsung menyebar pandangannya.

Kemana dia?Biasanya saat ia naik kemari Ki-Joon selalu ada disana.Yoon-Hee menatap meja besar yang ada didepan rumahnya dengan lesu.Ia kembali melangkah menuju depan pintunya.

Ia rogoh isi tasnya untuk mengambil kunci rumahnya.

Mengapa rasanya tak nyaman?

Biasanya Ki-Joon pasti menyambutnya dan menanyakan apa saja yang sudah ia temukan?

Ia selalu bermuka kecewa jika Yoon-Hee tak menemukan apapun dan tersenyum jika Yoon-Hee bisa memberitahunya sesuatu yang penting.

Ap...Apa?

Apa yang Yoon-Hee pikirkan sekarang?

Apa ia sedang berpikir kalau ia merindukan Ki-Joon?

Eishh...Pikiran macam apa itu?Yoon-Hee menggeleng tanpa sadar ikut tidak setuju dengan pikirannya barusan.

"Mengapa kau menggeleng?"Suara itu sontak membuat Yoon-Hee terkejut setengah mati.Yoon-Hee bisa merasakan rasa dingin yang menyebar diseluruh tubuhnya ditambah lagi suara jantungnya yang terdengar begitu jelas.

Laki-laki ini memang begitu lihai membuat jantungnya berhenti seketika.

Yoon mendengus kesal dan langsung berbalik."KAU.."Kata-katanya langsung terhenti saat ia melihat sesuatu yang lain dari mata hitam itu..

Sesuatu yang biasanya tak pernah ia lihat lagi..

Kesedihan..

"Apa yang terjadi?"Tanya Yoon-Hee memandangi wajah Ki-Joon.

Kini Ki-Joon justru tersenyum tipis,namun tetap saja Yoon-Hee merasa senyuman itu seperti menanggung beban yang sangat berat.

"Bagaimana dengan harimu?Apa kau menemukan sesuatu tentangku?"Sahutnya seraya mengadah kelangit.

Ia kembali menatap Yoon-Hee sekilas dan duduk dimeja tempat biasa ia duduk.Ki-Joon kembali menatap Yoon-Hee seraya menepuk-nepuk sampingnya untuk menyuruh Yoon-Hee duduk disana.

Yoon-Hee memiringkan wajahnya.

Ada apa?Ada apa dengan laki-laki ini?

Yoon-Hee mengerjap beberapa kali dan melangkah perlahan."Apa harimu begitu berat?"Tanyanya seraya duduk disana.

Ia melirik Ki-Joon yang kini sudah kembali mengadah kelangit malam yang bertabur bintang.

"Mm..Sangat berat..Ternyata aku juga bisa merasa lelah."Yoon-Hee bisa melihat seulas senyuman lirih yang Ki-Joon keluarkan.

Entahlah saat itu seakan ada rasa nyeri yang Yoon-Hee rasakan.Ia tertunduk dan memegangi dadanya.

"Bisakah kau menceritakannya?"

"Aku melihatnya.."

"Siapa?"

"Wanita itu."Ucapan itu membuat Yoon-Hee tertegun,napasnya tertahan saat itu.Wajahnya langsung terangkat memandang Ki-Joon.

Sky TearsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang