6»Kebersamaan«

650 33 2
                                        

Elang berjalan pelan melihat gadis yang tertidur meringkuk layak nya bayi, di atas ranjang nya.

Elang membungkukan tubuh nya memperhatikan lebih dekat gadis itu.

Ia tersenyum tipis melihat raut wajah gadis itu. Terlihat polos dan.

Cantik.

Elang mengernyitkan alisnya, ketika melihat mata dan wajah gadis itu terlihat sembab dan basah.

Menangis? Apa yang Ia tangisi? Kenapa? Menangis di dalam tidur?.

Berbagai pertanyaan muncul di pikiran nya.

Hingga tak sadar kini gadis itu menatap nya bingung.

"Lo ngapain?"

Suara itu menyadarkan Elang dari pikiran nya, dan segera Ia berdiri tegak.

Merasa tertangkap basah sedang memperhatikan. Ia menjadi salah tingkah dan menggaruk kepala yang tak terasa gatal.

Berusaha bersikap biasa saja. "Tadi mau bangunin, eh lo udah bangun duluan" Jawab Elang bohong, bahkan Ia tak berniat menganggu tidur gadis itu.

"Sorry,gue ketiduran di kamar lo" Maaf gadis itu, yang kini mengikuti Elang berjalan menuju balkon.

"Santai aja sih, apalagi kalo lo mau tidur bareng gue setiap saat juga gakpapa" Goda Elang mengedipkan sebelah matanya pada Acha di samping nya.

Acha tak menjawab, Ia menatap dalam bola mata yang berwarna coklat milik Elang. Seakan memastikan apa cowok itu sadar apa yang di katakan nya.

Tapi, seperti nya Elang salah mengartikan tatapan dari Acha, "Kenapa? Lo mau?"

Acha memelototkan mata nya "ENGGAK!" Tegas nya dan mengalihkan tatapan dari Elang, menatap ke depan. Matahari sudah tenggelam, kini suasana yang Ia lihat suasana sore akan berjalan menjadi malam. Terlihat suasana perumahan di sekitar rumah Elang sudah sunyi dan sepi.

"Mau juga gakpapa kok" Tambah lagi Elang menggodai Acha.

Acha segera menatap Elang tajam "Dasar mesum!" Ujarnya kesal.

Sedangkan Elang sudah tertawa terbahak-bahak, senang membuat gadis di samping nya menjadi kesal.

Namun di acuhkan oleh Acha. Akhirnya Elang berhenti dari tawa nya.

"Masuk yuk,gak baik di luar lagi maghrib" Ajak Elang pada Acha.

Acha menggelengkan kepalanya. "Gue pengen liat matahari ilang di ujung sana" Tolak Acha dan menunjuk dimana terlihat cahaya berwarna orange, walaupun terhalang beberapa bangunan bertingkat, tak menyulutkan gadis itu untuk menyaksikan tenggelam nya matahari, kegiatan yang sangat Ia senangi setiap sore.

Elang tak berkata apapun setelah itu, Ia lebih memperhatikan Acha yang berdiri disamping nya, gadis itu terlihat bersinar terkena cahaya lampu yang sudah di nyalakan dari beberapa rumah, dengan senyum yang terukir di wajah nya.

Namun dibalik senyum itu, tak ada satupun yang tahu, apa yang sedang di pikirkan gadis itu.

Ia selalu memakai topeng senyum itu,menipu semua orang, seakan menegaskan bahwa Ia baik-baik saja.

"KAKAAK"

Teriakan dari luar kamar membuat Elang dan Acha sadar dari lamunan nya.

"Adek lo?" Tanya Acha.

Elang menggangguk "Iya, gue temuin dia dulu ya, mau ikut?" Ajak Elang.

"Kak Elang, bukaaa" Terdengar kembali teriakan dari luar.

STAYEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang