suasana di kelas selalu ramai. apalagi ketika tidak ada guru seperti ini. pasti semua anak mempunyai kegiatan masing-masing.
sebenarnya saat ini kelas zaldi sedang pelajaran fisika tetapi gurunya sedang tidak mengajar, jadilah meraka hanya mendapatkan tugas di buku cetak kemudian setelah jam usai di kumpulkan.
"geser dikit dong" suara zaldi yang mengintrupsi sella cewe berbadan gendut, berkulit hitam dan badanya ngga banget menurut zaldi. sella juga sering menjadi bulanan zaldi saat di kelas, karena zaldi tau jika sella mempunyai perasaan kepadanya. seisi kelas pun tahu itu. awalnya karena zaldi sering duduk dengan cewek ini, tapi lama kelamaan cewe ini menganggap jika zaldi menyukainya padahal, melirik saja tidak.
sella menatap zaldi bingung "mau apa lo disini?" seringainya "pasti ada maunya kan?"
"mau duduk sama lo lah, tapi gue juga mau nyontek fisika sih." jawab zaldi sambil mengedipkan matanya.
"nih" sella memberikan tugas yang telah diselesaikan, zaldi memberinya senyuman yang melelehkan, dan dengan bodohnya pipi sella merah padam karenanya.
"duh, pengertian banget deh, emang ya gue ngga pernah salah pilih pacar?" goda zaldi sambil mencolek pipi sella, sella yang dipperlakukan seperti itu hanya menunduk menyembunyikan pipinya yang sudah seperti kepiting rebus. "Maksud lo, a-apa?" Tanya sella gugup, zaldi menahan tawanya mendengar sella bertanya seperti itu. "Iya lo kan pacar gue!" Jelas zaldi kemudian zaldi bangkit dari posisi &uduknya dan berjalan meninggalkan kelas, diiringi oleh cibiran anak kelasnya.
Zaldi berjalan menuju lapangan belakang sekolah, sesampainya di sana dia tertarik kepada orang yang sedang duduk memandang bukunya di tempat duduk lapangan. Kemudian ia berjalan mendekat le arahnya, dilihatnya kini rain sedang asik berkutat dengan bukunya.
"Hei, kok lo disini?" Tanya zaldi
"Di kelas berisik." Jawabnya singkat.
Rain merapihkan bukunya karena selesai mengerjakan tugasnya. Dia bangkit dari duduknya dan beranjak pergi, belum sampai 5 langkah, langkah nua di hentikan oleh pertanyaan zaldi.
"Lo mau kemana? Bukannya di kelas lo ke brisikan?"
"Lima menit lagi ganti pelajaran, lagian gue udah selesai sama tugas gue." Balas rain, kemudian langsung pergi dari hadapan zaldi.
.....
Pak Beri masuk ke dalam kelas, seluruh anak kelas telah kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"Sekarang buka buku kalian! Yang tidak membawa silahkan jalan jongkok sambil mengangkat kursi." Perintah pak beri.
Semua anak mengambil buku di dalam tas nya, kemudian membuka bukunya. Berbeda dengan rain, dia masih grasak-grusuk mencari buku di dalam kelasnya tetapi nihil! Tidak ada bukunya di dalam tas.
Zaldi menengok ke arah rain yang masih sibuk mencari bukunya. Dengan sigap zaldi meletakan bukunya di atas meja rain. Kemudian berbalik menghadap ke arah papan tulis.
Rain kembali meletakan tasnya pasrah, dia benar-benar lupa membawa buku pelajarannya itu. Tapi dengan sangat terkejut, ada satu buah buku di atas mejanya. Dan disitu tertulis note 'lain kali jangan lupa bawa buku lo -RFH' rain melotot tidak percaya dengan apa yang di bacanya kini.
"Ada yang tidak membawa buku?" Tanya pak beri
Zaldi mengangkat tangannya, tanda dia tidak membawa buku. Sungguh di hati rain, rain merasa tidak enak harus menjadikan zaldi sebagai sasaran kemarahan pak beri, seharusnya dia yang kena karena dia yang tidak membawa buku.
"Cepat keluar dari kelas! Jalankan hukuman saya tadi sekarang!"
Zaldi mengangkat kursinya di atas kepala, dia berjongkok dan kemudian berjalan keluar kelas. Rain terus saja merunduk tidak mau melihat nya, rain benar benar merasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Refrain
Teen Fictionjika aku masih mempunyai waktu yang lebih, aku pasti akan memutar waktuku, memikirkan baik buruk yang akan terjadi, dan aku akan memilih pergi menjauh. karena sejauh dan sedalam apapun perasaan ini, ini adalah perasaan yang salah. tapi semuanya su...
