Broken

1.6K 59 0
                                        

Mulmed : Azka

Hari ini rain pulang sendiri karena zaldi bilang dia akan bermain basket terlebih dahulu. Karena rain juga malas menunggu zaldi jadilah rain memilih pulang tanpa zaldi. Rain keluar dari pekarangan sekolahnya dan beranjak ke halte bus deket sekolah.

Sebenarnya bukan hanya itu, rain tadi sempat berniat untuk menunggu zaldi di dekat lapangan tapi ternyata di lapangan sudah ada sella yang dengan setia menunggu zaldi sambil membawa air mineral untuk zaldi, dan entah perasaan dari mana, rain menjadi kesal dan enggan menunggu zaldi.

"Lo ngga pulang? Zaldi mana?" Kalimat sapaan yang terlontar dari bibir pemuda yang sudah cukup di kenal rain. Bukan, dia bukan zaldi namun dia azka.

"Ini mau pulang nunggu bus,itu Zaldi lagi main basket." Jawab rain sekenanya.

"Mau gue temenin nunggu bus?" Tawar azka ke pada rain. Rain melirik ke arah azka kemudian tersenyum.

"Gimana kalo kita pergi aja?" Ajak rain membuat raut wajah azka berbinar.

"Serius?" Tanya zaldi meyakinkan.

Rain mengangguk sambil tersenyum "Ya kalo lo ngga pergi aja sih."

"Ngga sih, tapi kalo zaldi marah gimana?" Kata azka yang kembali mengingatkannya pada zaldi yang sekarang sedang malas untuk rain pikirkan.

"Emang zaldi emak gue, pake marah-marah gue pergi sama siapa?" Kata rain sambil tertawa, hal itu membuat azka tenang, setidaknya jika zaldi marah. Rain sudah lebih siap dari yang sebelumnya.

.....

Sudah lebih dari setengah jam azka dan rain hanya memutari isi kota tanpa mempunyai tujuan yang jelas akan kemana. Rain dan azka pun sedari tadi hanya menikmati semilir angin yang berhembus menerpa mereka.

"Rain kemana nih? Masa kita cuma muter-muter ga jelas doang?" Kata cowok itu sambil memelankan laju motornya agar dapat mendengar balasan dari rain.

Azka sudah memprediksi bahwa rain pasti akan memilih untuk pulang saja , seperti acara jalannya yang sudah-sudah. Tapi ternyata tidak seperti dugaan azka, rain malah menggelengkan kepalannya bingung.

"Ngga tau, terserah lo aja! Yang penting jangan pulang"

"Kenapa?"

"Gue lagi pengen main, udah lama gue ngga keluar rumah kaya gini. Lo ngga keberatan kan kalo pulangnya nantian aja?"

"Engga, gimana kalo kita nonton aja" jawab azka dengan senang hati. Karena memang azka tidak bisa membohongi hatinya kalo azka merasa senang jika jalan dengan rain seperti ini.

"Boleh" jawab rain singkat.

Azka menggerakan motornya untuk pergi ke arah mall yang berada tak jauh dari jalan yang mereka sedang lewati, dan tak butuh waktu lama keduanya pun masuk ke dalam mall bersama-sama.

Azka dan rain memesan tiket untuk menonton terlebih dahulu, berhubung jam tayangnya masih ada satu jam lagi, azka dan rain berniat untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu.

Setelah selesai mengisi perut mereka yang keroncongan, azka dan rain beralih ke arah kasir untuk membayar makanan mereka.

"Biar gue aja" kata azka saat rain menyodorkan uang untuk membayar makanan yang mereka pesan.

Setelah membayar mereka kembali berkeliling mall untuk menghabiskan sisa waktu yang masih cukup lama sebelum menonton.

"Lain kali gue yang bayarin lo" kata rain di sela-sela perjalanan mereka.

RefrainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang