Sudah seminggu ini rain melakukan gerakan mandiri, pulang pergi kemana-mana selalu sendiri. Kehilangan zaldi itu sangat membuat rain kelimpungan, biasanya zaldi selalu ada di samping rain kapan pun rain membutuhkannya tapi sekarang? Sudah tidak ada lagi zaldi di sampingnya.
Rain menghembuskan nafasnya kasar. Sejak kepergian zaldi, rain kembali ke pribadinya yang diam, galak dan judes. Semua itu ia lakukan agar kesedihannya dapat tertutupi. Ia selalu memasang topeng kebahagiaan di depan teman-temannya. Namun saat teman-temannya pergi, topeng itu tidak berguna lagi, dan tangisnya akan pecah.
Rain menggeser duduknya untuk mencari kenyamanan, kini ia melihat sepasang kekasih yang sedang menjadi topik anak sekolahnya yang sedang berjalan ke arah rain.
Rain mengelus dadanya naik turun berusaha untuk sabar dan terus menenangkan dirinya. Namun tetap saja sella berlaku sok romantis dengan zaldi membuat hati rain terasa sakit, meski rain melihat berulang kali zaldi menjaga jarak namun berulang kali juga sella mendekati zaldi lagi. Dan seketika, sella melakukannya. dia mencium zaldi di hadapan rain.
Rain bangkit dari duduknya kemudian pergi berlalu ke arah kelasnya, menggambil segelintir barang-barangnya kemudian pergi.
Rain berlari menyusuri koridor dengan sesak dalam hatinya yang kian menggebu-gebu. Air matanya tak henti-hentinya jatuh meluruh begitu saja.
Rain tersentak ketika tubuhnya tak terasa menabrak seseorang yang tak asing lagi, seseorang itu menarik rain dalam dekapannya kemudian membawa rain masuk kedalam mobilnya.
Fanny kaget, untuk pertama kalinya ia melihat rain menangis sekejer ini. Biasanya rain adalah gadis yang tegar, dia tidak pernah menangis seberat apapun masalahnya. Apa ini karena zaldi? Karena zaldi sudah tidak lagi menopang kehidupan rain? Fanny buru-buru menepis pikiran itu kemudian menarik rain kedalam dekapanya. Meski fanny tau dekapanya tak bisa menenangkan rain seperti dekapan zaldi, tapi setidaknya fanny bisa memberikan sedikit ketenangan untu rain bukan?
"Ada apa? Cerita sama gue rain? Lo tau gue bagaikan orang bego terus terusan lo bohongin sama ketawa lo, apa lo selalu begini kalo gue ngga ada hm?"
"Fan, She kissed him" kata rain dalam satu tarikan nafas, yang membuatnya semakin terisak, menumpahkan air mata yang tak terbendungkan lagi.
"Sebenernya apa yang gue tangisin fan? Dia yang gue tangisin aja ngga pernah sadar, dia ngga peka sama gue. Apa zaldi tau kalo gue kaya gini? Apa dia tau kalo gue sakit hati? Kenapa sih harus deketin gue kalo ujungnya dia cuma kaya tai. Gue pikir zaldi sayang sama gue, tapi kenapa dia jahatin gue kaya gini fan? Kenapa?"
Fanny mengelus punggung rain yang bergetar "Rain udah"
"Selama ini gue kira dia tulus sama gue fan, dia yang selalu ada buat gue. Dia yang selalu di samping gue gimana pun keadaanya sampe-sampe gue bisa bergantung sama dia. Tapi kenapa dengan gampangnya dia nyakitin gue kaya gini fan? Gue ngga pernah mempermasalahin apa hubungan ini. Gue cuma pengen bareng bareng sama dia udah gitu aja, tapi kenapa dia pergi gitu aja dari gue sih? Segitu bencinya ya zaldi sama gue?"
"Lo tau kan zaldi kaya gimana? Mungkin dia punya alesan yang jelas."
"Alesan apa? Dari awal dia udah bohongin gue fan, dia bohong kalo mau latian basket tapi nyatanya? Gue liat dia jalan sama sella. Gue pikir selama ini zaldi deket sama sella cuma karena mau panas-panasin gue tapi ternyata malah kebalikannya. Dunia gue semiris itu ya?" Kata rain tertawa di sela-sela tangisnya.
"Jangan nyimpulin semuanya sendiri. Lo ngga akan tau yang sebenernya kalo cuma kesel di belakang zaldi doang. Apa susahnya sih ngomong ke dia"
"Gue ngga bisa ngerusak kebahagiaan orang yang gue sayang fan, tapi disisi lain gue ngerasa sakit. Gue ngga bisa iklas kalo harus liat zaldi sama sella. Gue selalu marah kalo zaldi sama sella selalu mesra-mesraan di depan gue. Kenapa sih gue kaya gini? Dan Kenapa sih harus sesakit ini fan?" Rintih rain yang masih menangis. Tak tau harus berbuat apa fanny hanya mendengarkan rintihan rain sambil terus mengelus punggung rain untuk memberikan sedikit ketenangan. Fanny menghembuskan nafasnya kasar, melihat sahabatnya yang terpuruk seperti ini membuatnya juga merasakan kepedihan yang sahabatnya rasakan. Namun disisi lain fanny bangga pada rain, dalam situasi ini rain masih bisa sekuat itu menutupi rasa sakitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Refrain
Teen Fictionjika aku masih mempunyai waktu yang lebih, aku pasti akan memutar waktuku, memikirkan baik buruk yang akan terjadi, dan aku akan memilih pergi menjauh. karena sejauh dan sedalam apapun perasaan ini, ini adalah perasaan yang salah. tapi semuanya su...
