"Cukup jawab iya dan tidak"
"Aku. Aku-"
"Jangan pikirin yang lain Rain, cukup pikirin diri kamu dan aku."
"Aku ngga bisa jawab sekarang, aku butuh waktu."
"Rain-"
"Om Raka mau main" ajak Raka pada Zaldi memotong ucapan Zaldi. Zaldi mendegus, tapi setelahnya beralih menggandeng tangan mungil Raka dan menemani Raka bermain di taman.
Disisi lain Rain lega, setidaknya untuk saat ini dia aman. Setidaknya saat ini dia tidak di tuntut memberikan jawaban atas apa yang Zaldi pertanyakan.
....
"Hai kakk"
"Astaga Alena, ngapain kamu kesini."
"Mengajak kakaku makan siang lah, ayo kak cepet aku lapar. Dan ya, pasti kak Rain sudah lapar juga kan."
"Maksud kamu?"
"Aku ngajak kak Rain makan siang bersama, dan ya dia mau."
"Really? Gimana bisa?"
"Apa yang ngga bisa Alena lakuin?"
"Kamu sangat manis, kalo gitu ayo ke rumah sakit, Rain pasti udah nunggu."
"No! Kita langsung ke mall aja, kak Rain mau ketemu disana." Zaldi mengangguk semangat kemudian memakai Jazz formalnya dan berjalan beriringan keluar dari ruangannya.
Rain sangat kesal kepada supir taxi yang tadi menjadi pengantarnya ke mall ini, supir taxi itu benar-benar menyebalkan. Ia mengendarakan taxinya dengan sangat pelan hingga Rain datang sangat telat.
Cepat, Rain berjalan ke arah restoran yang menjadi tempat janjian mereka. Rain mengedarkan pandangannya kesegala arah. Dan seketika pandangannya bertemu pada seorang perempuan yang kini telah memeluk erat tubuh pria yang tak asing baginya. Ya dia Zaldi, tapi perempuan itu bukanlah Alena, perempuan itu lain.
"Ah Zaldi gue kangen banget sama lo!" Kata perempuan itu setelah melepaskan pelukannya.
Zaldi tersenyum, "gimana kabar lo Sel? Lama ngga ketemu yakan?" Tanya Zaldi pada Sella, perempuan yang dulu sempat menjadi pengganggu dalam hubungannya dan Rain.
Sella tersenyum semangat. "Sangat baik,apalagi setelah ketemu sama lo."
"Wah, kayaknya gue emang bikin semangat orang balik lagi ya? Haha" gurau Zaldi padanya. Sesekali Zaldi melirik ke kanan dan kekiri melihat apakah Alena sudah kembali dari toilet atau belum.
"Zal gue masih cinta sama lo." Kata Sella sambil menggenggam kedua jemari Zaldi. Raut wajah Zaldi seketika berubah bingung.
Rain tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini, perempuan itu lagi lagi datang kedalam hidupnya dan mengacaukan segalanya lagi. Rain membekap mulutnya dengan tangannya agar isak tangisnya tak terdengar, ia cepat berbalik krluar dari restoran tanpa menemui Zaldi atau pun Alena.
Rain berlari tanpa perduli orang-orang di sekitar memperhatikannya dia hanya butuh cepat pergi dari tempat itu.
Tubuhnya terasa di tarik kebelakang oleh seseorang hingga ia jatuh kedalam dekapan seseorang yang sangat di kenalinya. "Kenapa lari?" Tanya laki laki itu dengan tarikan satu napas.
Napas Rain terlihat tercekik. Dia melepaskan pelukan dari laki-laki itu kemudian memandang kedua bola matanya intens. "Karena aku emang pengen lari. Aku ngga-"
"Ssttt, aku anter kamu pulang" kata laki-laki itu yang memotong ucapan Rain. Rain hanya menurut tanpa membantah ucapan lakilaki itu.
"Ada apa? " tanya laki laki itu di tengah perjalanan mengantar Rain pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Refrain
Teen Fictionjika aku masih mempunyai waktu yang lebih, aku pasti akan memutar waktuku, memikirkan baik buruk yang akan terjadi, dan aku akan memilih pergi menjauh. karena sejauh dan sedalam apapun perasaan ini, ini adalah perasaan yang salah. tapi semuanya su...
