"Noona, hajima!"
Setelah mendapatkan bantuan Sehun langsung memeluk yeoja itu dari belakang.
Dia memeluknya tanpa menyadari bahwa matahari telah tenggelam dan hari pertamanya telah habis.
***
"Apa dia tidak bangun-bangun?" Tanya Jongin lesu sambil menatap sendu namja yang tertidur dengan alat penunjang kehidupan.
Kyungsoo mengelus punggung temannya tersebut. "Sudahlah, Jong. Dia pasti akan bangun. Sekarang sudah malam, mari kita pulang saja." Kyungsoo meraih tangan Jongin namun disentak oleh Jongin.
"Shireo!! Aku akan tetap disini sampai Sehun bangun!! Aku tidak mau pulang!!" Teriak Jongin histeris.
"Tapi kita sudah disini dari pagi, Jongin!" Balas Kyungsoo. "Kau pasti lelah, ayo kita pulang."
"Sudah kubilang aku tidak mau! Dia tertabrak karena aku, Kyung..." seru Jongin dan tanpa sengaja dia meneteskan air matanya. "Karena aku, hiks hiks hiks..." dia sudah tidak bisa menahan isakannya lagi.
"Sudahlah Jongin, jangan begitu!" Kyungsoo yang ikut menangis memeluk Jongin untuk menenangkannya.
"Dia pasti kembali, pasti!"
***
"KYAAAAAA!!!!!"
Jerit sejerit-jeritnya noona yang dipeluk Sehun. Bagaimana tidak, apakah kalian bisa bayangkan di rumah yang sepi tiba-tiba dipeluk seseorang dari belakang?
"S-siapa kau?! Siapa?!" Yeoja tersebut melempar apapun yang ada didekatnya kearah Sehun.
"Aw! Aw! Aw! YAK!! Appo!!!" Teriak Sehun yang terkena lemparan bertubi-tubi. "Hajima, noona!"
"Siapa kau?! Siapa?! Apa kau pencuri?! Jika ia, ambil! Ambil ini semua!" Noona itu tambah menjadi-jadikan lemparannya.
"Hajima, noona! Aissh... harus berapa kali aku bilang 'hajima'?!" Seru Sehun frustasi.
"Kau siapa?! Siapa?!"
"Dengar, aku akan menjelaskan semuanya padamu." Sehun menghampirinya yang tengah duduk dan duduk dihadapannya.
"Namaku adalah Oh Sehun. Aku diutus oleh malaikat untuk... ehm... menjagamu. Aku hanya sementara disini. Aku-"
"Malaikat?!" Potong yeoja itu. "Hahahahaha.... jinjjayo?! Kau pikir aku bodoh, eoh?! Kau pencuri kan?"
"Noona!!" Geram Sehun frustasi. Dia ingin menjelaskan namun dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada yeoja di hadapannya. "Aku tidak berbohong! Aku bisa membuktikannya. Lihat!" Dia menunjukkan jam aneh di tangannya. Tentu saja yeoja itu kaget. "Selain itu... yang bisa melihatku hanyalah kau." Lanjut Sehun sakrastik.
Yeoja itu menjadi takut dan mundur perlahan-lahan. "Si-siapa kau...?"
Sehun tersenyum. "Kenalkan, aku Oh Sehun. Panggil aku Guardian Angel-mu."
***
"Aigo.. kalian pasti lelah, eoh? Aku dan Chanyeol akan menggantikan kalian. Kalian pulanglah." Ucap Baekhyun begitu memasuki kamar rawat Sehun.
"Baekhyun!" Kyungsoo menyambut Baekhyun dengan senang.
Baekhyun membalas dengan senyuman. "Oh! Aku membawakan kalian jajangmyeon. Makanlah dulu." Baekhyun memyerahkan kantung plastik berisi dua jajangmyeon.
"Kamsahabnida, Baekkie!" Kyungsoo menyambutnya dan memberikan satu kepada Jongin. Namun Jongin malah menolaknya.
"Aku tidak berselera, Kyung..." tolak Jongin.
Kyungsoo menghela napas. "Arraseo, aku tidak memaksamu. Tapi kalau lapar makanlah sedikit."
Jongin hanya menanggapi dengan anggukan.
Baekhyun menduduki dirinya di sofa, samping Chanyeol yang sudah lebih dulu duduk.
"Tao bilang nanti sore dia akan kemari. Dia ingin mengunjungi Dongdaemun dulu." Kata Chanyeol sambil membaca Line dari Tao.
"Apa dia sudah sampai?" Tanya Kyungsoo.
Chanyeol mengangguk. "Ne, dia bilang dia sangat panik sampai-sampai dia kemari hanya membawa dompet dan HP."
"Hahaha, syukurlah dia sampai dengan selamat." Ucap Kyungsoo disela-sela makannya.
Kyungsoo menyelesaikan makannya dengan cepat. "Habis ini aku akan pulang sebentar, eommaku sendiri di rumah." Dia membereskan barangnya. "Annyeong!" Pamitnya lalu pulang kerumah.
Suasana menjadi hening saat Kyungsoo pergi. Chanyeol dan Baekhyun hanya melemparkan pandang karena bingung ingin bicara apa.
"Aku juga akan pulang." Akhirnya Jongin membuka suara. Tapi pandangannya tidak beralih dari Sehun.
"Oh, baiklah." Tanggap Chanyeol.
Jongin bangkit berdiri dan membereskan barangnya. "Aku pulang dulu, Baek, Chan. Aku pulang dulu Sehun. Annyeong,"
Jongin meninggalkan ruang perawatan Sehun dan sekarang hanya tersisa Baekhyun dan Chanyeol.
Baekhyun bertatapan dengan Chanyeol. "Apa dia tidak memakan jajangmyeon-nya?"
***
Sehun tersenyum tipis menatap yeoja yang tidur membelakanginya.
"Jadi kalau benar kau adalah Guardian Angelku, apa tugasmu?" Tanya yeoja itu sambil membelakangi Sehun.
"Mmm..." gumam Sehun. "Yaaa... menjagamu." Lanjutnya dengan senyuman namun pasti yeoja itu tidak akan melihat senyumannya.
Aku disini karena aku tidak mau kau bernasib sama sepertiku.
"Itu saja? Apa kau akan menjagaku selamanya?"
DHEG.
Selamanya? Apa aku bisa menjaga yeoja ini selamanya?
"Oh Sehun?"
"Eh! I-ia..?" Ucap Sehun kaget karena disadarkan dari lamunannya.
"Ta-tadi kau bilang apa?"
Yeoja itu menghela napas. "Lupakan. Oya, ngomong-ngomong namaku Park Soo Young. Panggil saja Joy."
Sehun tersenyum. "Arra. Aku akan memanggilmu Joy."
Keheningan terjadi. Tiba-tiba sinar matahari menerpa wajah Sehun. Dia agak terbelalak lalu melangkahkan kakinya ke jendela rumah Joy dan menyibakkan gordennya. Matahari sudah terbit.
Hari keduaku dimulai. Batinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
360 Hours
Hayran Kurguterjebak antara keadaan hidup dan mati, itulah keadaan seorang namja manis bernama Oh Sehun. di ujung perbatasan antara hidup dan mati, Sehun bertemu dengan malaikat cantik yang memberi Sehun misi aneh dengan bayaran kehidupan Sehun, dalam waktu 360...
