Setengah tujuh malam, Vinny mulai gelisah di depan ruang tamu rumahnya. Sesekali melihat keluar jendela, berharap barangkali Jacky sudah ada di sana. Lalu matanya melihat kembali ke jam dinding.
Rasa gelisahnya membuat penghuni lain ruangan itu bingung.
“Tar juga dateng Vin,” kata bu Vicky, “kayaknya gelisah banget sih kamu?”
“Jangan-jangan dia nyasar lagi ma?”
“Ngga lah.”
“Atau dia diculik?”
“Kamu ada-ada aja deh,” kata bu Vicky mengeleng-gelengkan kepalanya. Bu Vicky memperhatikan tingkah anaknya tersenyum.
“Beneran itu temen TK kamu Vin?”
“Iya ma, Jacky.”
“Jacky yang suka kamu dulu?” tanya bu Vicky, “yang terakhir kita bahas itu kan? Bener yang itu?”
Vinny menganguk membenarkan.
“Masa sih?”
“Ih mama ya...” protes Vinny, “ngga percayaan...”
“Kaget aja kok Vin.”
Terdengar suara panggilan dari luar. Nama Vinny terucap berulang-ulang dari luar rumah itu. Vinny lalu berlari menengok jendela dan melihat Jacky sedang menunggu di luar rumah.
“Ma dia dateng,” kata Vinny terlihat senang sekali.
“Bagus dong.”
Vinny berjalan cepat dan keluar rumah menghampiri Jacky yang sedang bersandar di motornya sendiri. Vinny terlihat agak kaget melihat bagaimana cowok manis kayak Jacky bisa ada di hadapannya saat ini.
Jacky datang dengan pakaian semi formal, terlihat kasual dengan celana blue jean serta kaus kemeja salur berwarna cerah.
“Lo keliatan cantik banget Vin?”
Kata Jacky dengan pandangan terpesona.
Vinny hanya tersenyum dan mukanya agak memerah karena malu.
“Biasa aja lagi.”
“Ngga kok,” Jacky mengeleng, “lo emang keliatan cantik banget malam ini Vin.”
“Ah boong...”
“Beneran....”
“Udah ah,” kata Vinny, “pamit dulu gih sama nyokap gue tuh, sekaligus dia pengen ngeliat lo.”
“Oke bos.”
Jacky masuk ke dalam rumah dan menyapa bu Vicky yang sedang asyik menonton sinetron.
“Malem tante.”
Bu Vicky menoleh ke arah Jacky. Ia berdiri dan menghampiri Jacky. Matanya melihat Jacky dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu mengeleng-geleng.
“Kenapa tante?” tanya Jacky bingung.
“Kamu banyak berubah ya?” kata bu Vicky, “nambah cakep aja.”
“Ah bisa aja tante ini,” kata Jacky, “justru anak tante tuh yang makin cakep aja. Ya kan?”
Muka Vinny memerah seperti kepiting rebus. Bu Vicky hanya tersenyum dan menepuk-nepuk Vinny menanggapinya.
“Siapa dulu dong mamanya?”
“Iya deh tan,” kata Jacky, “tante juga cantik.”
“Bisa aja kamu.”
“Kami berangkat dulu ya tante?” pinta Jacky.
“Oh iya...iya....” jawab bu Vicky, “jangan pulang terlalu malem ya Vin?”
KAMU SEDANG MEMBACA
First Kiss
RomansaSemua berawal dari sebuah ramalan. Dengan bantuan sahabatnya, Zico. Vinny mencari first kissnya yang merupakan jodohnya. Siapa first kissnya? Jacky, sang playboys yang romantis. Ferdi dan Ferry, si kembar yang punya bengkel motor. Andy, cowok yang s...
