Sherington keluar mencari Gabriella dari satu ruangan ke ruangan lainnya, namun tidak menemukannya. Sherington mencari keluar taman, biasanya taman menjadi tempat favorite Gaby.
Sherington tersenyum sendiri mengingat pertemuan pertama mereka di taman. Sambil meneguk minumannya, Sherington duduk dan mulai memilah-milah hatinya. Kesendiriannya di kursi taman memberinya waktu untuk mencari tahu perasaannya terhadap tunangannya Gabriella.
Semua ingatannya bersama gadis itu membuatnya tersenyum dan menghangatkan hatinya. Apakah perasaan yang dirasakannya memang cinta? Cinta membawa kenangan dan kebiasaan yang buruk dalam hidupnya. Apakah dia akan mengulangi kesalahan yang sama dengan jatuh cinta lagi?Apakah Gabriella akan menghianatinya dikemudian hari? Bukankah Gabriella memiliki tambatan hati sang Baron Courtly ?
Sherington belum siap dengan perasaan yang dirasakannya saat ini. Diteguknya minuman ditangannya untuk menghilangkan galau di hatinya.
Sherington sudah setengah sadar saat tiba-tiba suara wanita dipikirkannya terdengar dibelakangnya.
Gabriella terlihat serius ingin bicara dengannya. Tapi yang dilihat Sherington hanya kecantikan gadis di depannya. Perasaan cinta yang baru disadarinya membuatnya ingin melihat gadis itu dari dekat. Sherington mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih dekat tunangannya itu.
Sayup sayup didengarnya Gabriella menanyakan sesuatu, namun yang ingin dilakukan Sherington saat ini hanya mencium sang gadis. Ditengah-tengah mabuknya, kejujuran datang dari hatinya. Sherington mendekatkan wajahnya dan mencium Gabriella dengan posesif. Dia terjatuh hanyut dengan bibir Gabriella yang manis di mulutnya.
Esok harinya Sherington terbangun lebih pagi dari biasanya. Pikirannya terasa lebih segar dari hari biasanya. Dipanggil pelayannya Sebastian untuk mempersiapkan kudanya karena sudah lama dia tidak bangun sepagi ini dan berolahraga. Sebastian datang dan menyampaikan bahwa kemarin Sherington di antar pulang oleh tunangannya, lady Gabriella.
Sherington ingat dia memang bersama dengan Gabriella malam itu namun tidak ingat pembicaraan dan kejadian selama di taman. Yang Sherington ingat Gaby ingin bicara berdua dengannya.
Apa yang terjadi malam itu? Apa yang ingin Gabriella tanyakan padanya? Sherington harus menemui gadis itu segera untuk melanjutkan apapun pembicaraan yg belum selesai kemarin. Lagipula Sherington masih harus menjelaskan tentang lady Rosalin kepada tunangannya itu.
"Setelah berkuda aku akan ke rumah tunanganku. Siapkan juga keretaku."perintah Sherington.
"Baik my lord" ucap Sebastian kaku.
Pov Gabriella
"Lord of Sherington menungggu anda di ruang tamu my lady" ucap pelayan kepada Gabriella yang sedang membaca buku di perpustakaan.
"Aku akan turun segera ke bawah." Ujar Gabriella cepat sambil menutup buku yang belum dibacanya sama sekali. Sejak pagi Gaby sudah di perpustakaan karena merasa galau dengan perasaan yang disadarinya kemarin malam.
Bagaimanapun kejadian kemarin membuatnya salah tingkah dan bingung menghadapinya. Kedatangan Sherington pagi ini membuatnya gelagapan bagaimana dia harus menyikapi ciuman Sherington kemarin malam. Apakah lord Sherington akan membahas tentang ciuman itu? Bagaimana nanti dia harus menghadapi rasa malu yang bergumul dihatinya sejak kemarin malam.
Gabriella melambatkan jalannya menuju ruang tamu. Panas dingin dirasakan menghadapi tunangannya yang sedang menunggunya di ruang tamu. Gaby memutuskan untuk menunda pertemuannya dulu namun ibunya Lady Beatrix muncul dan menariknya cepat ke ruang tamu.
"Apa yang kau lakukan dengan buku-buku itu? Tunanganmu sudah menunggumu dari tadi. "Ujar ibunya marah.
Gabriella tidak bisa menghindar, tangannya ditarik ibunya cepat ke ruang tamu. Saat masuk ke ruang tamu, Gabriella hanya menundukkan kepalanya malu bersitatap dengan sang lord.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unperfect Love
Ficção HistóricaSeri pertama dari perfect series (Private) Viscount of Sherington, seorang lord dengan kekayaan melimpah namun memiliki kebiasaan buruk mabuk minuman keras. Lady Gabriella, gadis manis yang sedang mencari pasangan selama musim pesta.
