Sebuah suara gumaman menganggu tidurku. Rasa enggan mulai menyelimutiku ketika aku mencoba untuk membuka kelopak mataku yang terasa begitu berat. Ketika berhasil membiasakan bola mataku dengan pembiasan cahaya matahari yang masuk melalui celah lubang di sekitar pintu, suara gumaman itu terdengar begitu jelas. Aku mencoba mencari sosok pemilik gumaman itu. Di sebelah kiri tak jauh dari tempatku terduduk yang masih terikat diatas kursi, aku melihat Brandon dan Linda sedang sibuk membuka ikatan tali tangan mereka yang berada di belakang tubuh masing-masing, mereka juga berusaha berkomunikasi melalui tatapan mata dan gumaman yang keluar dari mulut mereka yang diikat dengan kain."Ah..." Aku mencoba bersuara, dan tanpa kusangaka suaraku dapat keluar dengan bebas. Sepertinya orang bodoh itu lupa menutup mulutku semalam. Brandon dan Linda yang tadi sedang sibuk dengan tali mereka, sekarang menatapku yang sudah terbangun dari tidur lelapku.
"Mendekatlah, biar Aya bantu melepaskan penutup di mulut kalian,"ujarku pada mereka. Mereka berdua pun saling menatap sejenak dan mengangguk pelan. Setelahnya mereka berusaha mendekat kearahku yang tidak begitu jauh dengan mereka.
Tanpa menunggu lama, saat ini mereka sudah berada di depan lututku. Aku pun mencoba penutup mulut Linda dengan tangan kananku yang terikat agak longgar dipegangan kursi, dekat dengan dirinya. Aku berusaha sekuat tenaga untuk meraih kain penutup itu. Setelah berhasih memegang kain itu, aku pun langsung memegangnya erat dan meminta Linda untuk mendongakkan kepalanya sedikit, sehingga aku bisa menurunkan penutup kain itu ke lehernya.
"Aku tak habis pikir dengan Zaskia." Linda protes tak percaya seketika kain penutup itu lepas dari mulutnya, "dia mempermainkan kita dan beraninya Olivia memukulku dari belakang."
Aku diam mendengar perkataannya. Aku sendiri juga tidak menyangka apa yang terjadi denganku saat ini. aku tidak menyangka mereka dengan nekat menculikku, menyekapku dan menyerang dua orang didepanku. Gumaman Brandon menggangguku yang sedang sibuk bergelut dengan pikiranku. Brandon menatapku kesal seakan dia meminta segera melepaskan ikatan penutup di mulutnya yang mana sesaat aku melupakannya.
Aku pun mencoba mengulurkan tangan kiriku yang terikat dimana dekat dengan posisinya. Namun kali ini tidak berhasil. Ikatanku di tangan kiriku begitu erat, bahkan kulitku terasa perih karena gesekan tali tersebut.
"Sudah biarkan saja Brandon. Kita harus cari cara keluar dari sini," ucap Linda yang mendapatkan senggolan kecil di kakinya dan tatapan tajam oleh Brandon. Tanpa takut Linda menatap balik kearah Brandon. Aku pun menghela nafas pendek melihat mereka berdua yang terlihat begitu akrab namun tidak akur satu sama lain.
"Sepertinya kalian dekat satu sama lain."
"Jangan bicara sembarangan, Aya. Aku gak mau dekat dengan cowok blangsatan, songong dan tidak tahu diri seperti dia"
Brandon dengan mulut masih tertutup bergumam cepat sambil melotot dan memajukkan kakinya seakan menendang kearah kaki Linda yang berada tepat didepannya.
"Brandon, mendekatlah ke sisi kiriku. AKu akan mencoba membuka penutup mulutmu."Aku yang merasa capek melihat pertengkaran kecil mereka karena mengingatkanku akan Rangga, mengalihkan pembicaraan mereka. Brandon pun berusaha memindahkan tubuhnya ke sampingku dengan menyeret pantatnya perlahan seperti sedang mengepel lantai. Tanpa ragu dan peringatkan aku mencocondongkan tubuhku kesamping mendekat ke wajah Brandon. Sesaat aku bisa merasakan tatapan terkejutnya, namun aku tidak begitu memperdulikannya. Dengan cepat aku menarik penutup mulut itu ke bawah dengan mulutku. Secara cepat aku bisa merasakan kulit pipi Brandon yang tidak sengaja bersentuhan dengan ujung hidungku, merasa seperti sengatan Brandon memundurkan wajahnya sehingga aku berhasil menurunkan penutup itu dari mulutnya.
"Kamu tahu, saat ini tatapanmu terhadap Aya terlihat mesum." Komentar tajam yang keluar dari mulut Linda berhasil membuat Brandon mengalihkan kepalanya dan meloto kembali kepadanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
69 ✔
Genç KurguQuality: Raw Rate: 15+ Status: 16 to 16 (completed) Started: February 23, 2016 End: April 25, 2016 69, Kita ini bagaikan angka 6 dan 9. Bentuk mereka sama tapi sebenarnya mereka berbeda. Tapi mereka tetap satu kesatuan dari sebuah angka. Seperti kit...