CEKLEEK
Gadis berambut panjang memasuki tempat makan yang cukup ramai waktu malam hari.
"Mau pesan apa, Mbak?" tanya pramusaji sambil memberikan menu daftar makanan.
"Saya ingin yang mencatat pesanan adalah dia" tunjuk ke cowok jangkung bermata sipit yang berada di sekitar kasir. Fifi terkejut dengan permintaan pengunjung kali ini.
"B-baik, Mbak" sahut Fifi lalu dia melangkah menuju pemuda yang ditunjuk oleh gadis bermata cokelat.
TAP TAP TAP
"Raf, ada yang minta kamu yang mencatat pesanan. Dia gak mau sama aku" ucap Fifi saat di depan Rafael.
"Siapa?" tanya Rafael setelah membersihkan lantai dekat kasir.
"Meja nomer 21" jawab Fifi menyerahkan catatan ke Rafael. Rafael lalu menuju meja nomer dua puluh satu sesuai ucapan Fifi.
"Nona!" seru Rafa dengan terkejut saat melihat sosok gadis yang berada di hadapannya. "Nona tidak percaya kalau aku sedang kerja?" tanya Rafael.
"Pembuktian saja jika kamu memang sedang bekerja. Selain itu, ada hal yang ingin aku tanyakan" jawab Isyana.
"Aku dapat berbincang bebas dengan Nona setelah tempat makan ini tutup" ucap Rafael yang tidak bisa mengabulkan permintaan majikannya. Nona mau pesan apa?" tanya Rafael saat melihat tangan Isyana memegang buku menu.
"Makanan ringan di sini apa?" tanya Isyana bingung.
"Ada roti bakar, tahu sumedang, singkong keju, pisang kipas, aneka gorengan juga ada" jawab Rafael.
"Singkong keju dan moccachino. Aku pesan itu" sahut Isyana.
"Nona sudah makan nasi? Kok pesan minuman yang mengandung kafein" ucap Rafael heran.
"Siapa yang memesan menu itu?" tanya Isyana.
"Nona" jawab Rafael.
"Siapa yang membayar pesanan itu?" tanya Isyana menatap Rafael.
"Nona" jawab Rafael yang mengetahui arah pembicaraan ini.
"Jadi terserah siapa?" tanya Isyana.
"Nona" jawab Rafael pelan.
"Raf!" panggil Fifi menginterupsi percakapan Rafael dan Isyana. Rafael menoleh ke arah Fifi. "Setelah ini kamu ke meja sepuluh dan lima belas" lanjut Fifi.
"Oke!" sahut Rafael lalu menatap ke arah Isyana. "Ada pesanan lagi?" tanya Rafael. Isyana menggelengkan kepala.
"Aku ingin semua pesananku atau yang membersihkan meja ini adalah kamu bukan orang lain!" ucap Isyana yang tidak ingin ucapannya dibantah.
"Baiklah" sahut Rafael sambil menghela napas dengan kasar.
"Kamu pantas juga pake kemeja biru dan celana hitam itu" sahut Isyana saat Rafael membalikkan badan membelakanginya.
"Itu sebuah pujian atau hinaan?" tanya Rafael. Isyana lalu terkekeh kecil. "Oh ya mengenai kejadian tadi siang. Wajahku bukan buku gambar yang Nona dapat coret-coret!" seru Rafael membalikkan badan untuk menatap Isyana.
"Wleekk" sahut Isyana menjulurkan lidah.
TAP TAP TAP
Rafael melangkah menuju bagian pemesanan menyerahkan catatan yang berisi pesanan Isyana.
"Biar aku yang mengantar semua pesanan di meja 21" sahut Rafael sebelum menuju meja yang lain untuk dibersihkan.
"Pacar kamu ya itu?" tanya Fifi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CUPCAKE [Complete]
RomansaApa rasa favoritmu? Semua hal pada akhirnya akan menciptakan satu rasa. Satu rasa yang manis. Manis seperti cupcakes. Rank in Action: #191 (03/03/17), #77 (04/03/17) Rank in caffe : #2 (8/11/19)
![CUPCAKE [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/64019854-64-k661541.jpg)