CC 17 - PELARANGAN

612 41 4
                                        

"Isyan, bangun!" ucap Rafael memasuki kamar yang ditempati Isyana. "Astaga! Kenapa dia suka sekali tidur ditutupi selimut?!" seru Rafael saat tidak melihat kepala Isyana. "Isyan!" sahut Rafael membuka selimut Isyana. Terlihat wajah Isyana yang tenang dengan mata yang memejam. Rafael tersenyum melihatnya. "Isyan..." sahut Rafael menepuk bahu Isyana dengan pelan. "Sudah pagi, Isyan" ucap Rafael masih sabar membangunkan Isyana.

Errrmmm

Isyana mulai membuka mata. Terlihat wajah oriental yang tersenyum ke arahnya.

"Sekarang jam berapa?" tanya Isyana dengan suara parau.

"Jam 06.00" jawab Rafael.

"Aku masih mengantuk" sahut Isyana kembali memejamkan mata.

"Jangan tidur lagi! Aku enggak punya banyak waktu untuk hari ini. Nanti sore harus ke sekolah persiapan karantina di luar kota" ucap Rafael.

"Kamu enggak perlu ikut karantina" sahut Isyana.

"Coba kamu bilang sendiri ke Kepala Sekolah" ucap Rafael. Isyana mengerucutkan bibirnya.

"Kamu pergi ke sekolah sama siapa?" tanya Isyana yang mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di sandaran tempat tidur.

"Diantar teman. Kita segera ke rumahmu. Aku mau mencuci mobilmu sebelum berangkat nanti" jawab Rafael sambil membalikkan badan.

"Dika?" sahut Isyana menebak teman yang akan mengantar Rafael sambil menguap berulang kali.

"Dina" ucap Rafael lalu berjalan keluar kamar.

"Apa?!" seru Isyana terkejut. Tiba-tiba rasa kantuk menghilang. "Nenek lampir itu yang mengantarkan kamu ke sekolah?!!" tanya Isyana menurunkan kakinya ke lantai.

"Namanya Dina bukan Nenek Lampir" jawab Rafael yang heran melihat Isyana dan Dina yang tidak akur.

"Enggak boleh! Kamu enggak boleh pergi sama dia!" ucap Isyana saat berada di depan Rafael.

"Dia sudah menawariku sejak kemarin. Enggak enak jika membatalkan mendadak" sahut Rafael.

"Kalau gitu aku saja yang berbicara sama dia!" ucap Isyana segera berlari menuju kamar milik Rafael.

CEKLEEKK

Isyana mengunci kamar Rafael dari dalam.

"Astaga, Isyan!!" seru Rafael berjalan cepat ke arah kamarnya.

TOK TOK TOK

"Isyan! Buka pintunya!!" ucap Rafael.

TOK TOK TOK

"Isyan!!" panggil Rafael. Tidak ada jawaban dari Isyana.

TOK TOK TOK

"Buka pintunya, Isyan!!" ucap Rafael.

CEKLEEKK

Kamar Rafael terbuka.

"Beres! Aku sudah berbicara ke Dina agar tidak mengantarkan kamu ke sekolah" ucap Isyana dengan tersenyum lebar. "Sebagai gantinya, aku yang akan mengantarkan kamu nanti. Sekarang kita ke rumahku untuk sarapan" ucap Isyana menuju ruang tamu. Rafael membeo sejak Isyana keluar dari kamarnya. "Ayo, Rafa! Kita ke rumahku. Kamu sudah mandi kan? Aku sudah mencium aroma badanmu" ucap Isyana dari ruang tamu.

"Aku benar-benar memiliki pacar seorang preman!" batin Rafael.

TAP TAP TAP

Rafael menuju ke ruang tamu. Isyana sudah menunggu dengan tersenyum manis.

CUPCAKE [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang