Airen Side
"Kau beneran mau keperpustakaan?" tanya Nara, aku mengangguk. Sekarang, waktu bebas dan aku memilih untuk pergi ke perpustakaan untuk refleksi sebentar.
Aku melangkah melewati beberapa kelas, dan tentu melewati koridor. Namun, saat aku melewati koridor, lagi lagi aku kembali sedih.
Aku melihat, Miss Haly kembali berbicara dengan Mr. Steven dan itu membuatku semakin sesak. Entahlah, lagi lagi ia berjalan berlawanan arah denganku.
Lagi lagi hal itu terjadi.
"Kenapa?" tanya Nara yang tiba tiba disampingku. Tentu, aku terkejut. Aku hanya menggeleng dan terus melangkah. Saat berpapasan, ia juga tak merespon kehadiranku dan ia bertindak seolah tak ada aku disini.
Ia kenapa?
Aku memilih tidak memperdulikannya dan terus melangkah. Tujuanku keperpustakaan bukan memikirkannya. Jika ia tidak peduliku denganku maka buat apa aku peduli dengannya?
Sesampainya di perpustakaan aku mengambil beberapa buku dan duduk disalah satu meja perpustakaan disusul oleh Nara. Jadi, aku berpacaran dengan buku sekarang.
"Kau terlihat aneh" ucap Nara, aku hanya menatapnya dan menghela nafas. Memang, aku sendiri juga merasa tidak nyaman.
"Aku sendiri juga tidak tahu. Aku ingin berpacaran saja dengan buku" ucapku dan terfokus kearah buku, sedangkan Nara hanya terkekeh dengan ucapanku tadi.
Uh, untung ia sahabatku.
"Hai" ucap seseorang datang dan duduk berhadapan dengan kami. Aku melihat orang itu dan, oh my.. Untuk apa dia kesini?!
"Hai" balasku datar.
"Hai, uh.. Jemmy" ucap Nara kikuk, aku hanya tersenyum dan memandang kearah Nara.
Ah, apa ia menyukai Jemmy?
"Baca apa?" tanya Jemmy kepada kami, sedangkan aku dengan santai menunjukan kover buku ku. Nara, hanya menunduk dan tersenyum. Astaga, benar ia menyukai Jemmy.
"Uhmm. Kau terlihat lebih cuek Airen" ucap Jemmy yang membuat dahiku berkerut.
Aku? Cuek?
Tentu! Itu karena kekasihku berselingkuh dengan wanita yang kukenal sebagai rivalku sekarang. Siapa yang tidak kesal jika kekasihnya selingkuh?
"Aku tak apa" ucapku singkat, dan menatap kearah buku ku kesal.
"Airen, katakanlah" ucap Jemmy memegang tanganku, dengan cepat aku menghempaskan tangannya kasar.
Eh, aku kenapa?
Biasanya, aku akan senang jika tanganku dipegang oleh Jemmy. Tapi ini? Aku tidak tertarik dengannya sepertinya.
"Ma-maafkan aku, aku refleks" ucapku, dan menatap kearah Nara takut takut ia cemburu. Tapi nyatanya, tidak.
Ia malah menatapku terkejut sekaligus horor. Uh, ia saja terkejut dengan sikapku, apalagi aku?
Nara orang yang paling tahu tentang diriku, karena ia sahabatku. Ia tahu, jika aku sangat terobsesi dengan Jemmy, dan saat aku bertindak seperti itu dan dia terkejut maka aku juga tak heran.
Sepertinya, aku mulai bosan.
"Aku akan pergi kekelas, kalian disinilah" ucapku dan pergi meninggalkan mereka. Menyisahkan mereka yang terheran heran dengan sikapku.
Jangankan mereka, aku saja juga sudah sangat muak.
Aku tetap melangkah menuju kelas, hingga lagi lagi aku berpapasan dengan ia. Ia lewat, tanpa menatap kearahku. Sedangkan aku? Aku bersikap seolah dia tidak ada juga.
Gengsiku memang sangat besar rupanya.
Sesampainya dikelas, aku hanya duduk diam tanpa melakukan apapun, karena rasa sesak itu masih melanda diriku.
Apa yang harus aku lakukan? Cari perhatian? Tapi, dia saja sudah tidak mau memperhatikanku apalagi mencari perhatiannya? Pura pura sakit saja? Atau pura pura mati? Ah, ini membuatku sedikit gila.
"Hey, kau kenapa?" tanya Frans, teman sekelasku.
"Tak apa, lupakan saja!" ucapku dan mengambil buku ku dan membacanya.
Moodku sekarang hancur. Uh, sesak rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posesive Teacher
Teen Fiction[Private, please follow if you want read it!] Airen, seorang anak SMU, ia terkenal dengan sikap kurang terpujinya itu. Namun, Airen menyukai seseorang. Steven, seorang guru yang mengajar disebuah sekolah, tentu itu adalah sekolah tempat Airen mencar...
