Under My Umbrella(2)

154 35 1
                                        

You had my heart
And we'll never be world apart
Maybe in magazines
But you'll still be my star
Baby cause in the Dark
You can see shiny Cars
And that's when you need me there
With you I'll always share

Yasmin sudah bersiap-siap untuk pulang. Yasmin menghela nafas sambil menetralkan kembali hatinya setelah kejadian dilapangan basket, dia tidak pernah meyangka bahwa Alex akan mengatakan itu kepadanya.

Namun lagi-lagi hari itu datang, hari dimana ia harus pulang dengan ditemani tetesan hujan. Tidak, ia tidak harus basah-basahan lagi seperti minggu lalu, ia tidak perlu berteduh dibawah pohon lagi. Sekarang ia selalu siap siaga untuk selalu membawa payung untuk berjaga-jaga bila terjadi turun hujan.

Yasmin mengeluarkan payung yang berada ditasnya lalu membuka dan menggunakannya. Gilang absen hari ini, ternyata perkataan di chat grup saat itu benar-benar terjadi.

Bunga melati masih melekat disamping wajahnya yang membuat wajahnya tampak lebih berseri. Tapi Yasmin lebih baik melepaskan kembali bunga melatinya, ia putuskan untung dipegang saja bunganya. 

Kini tangan kanannya sudah memegang gagang payung sedangkan tangan yang lainnya memegang setangkai bunga berwarna putih yang dipasangkannya oleh seseorang.

Langsung saja Yasmin melangkah maju untuk pulang dan mulai meninggalkan sekolahnya. Percikan air mengingatkan dirinya dengan kejadian minggu lalu bersama Alex, kapan lagi ia bisa satu payung dengannya.

Ia masih belum mengerti dengan perasannya. Hatinya saja selalu berdebar-debar bila melihatnya, jantungnya sudah menari-nari bila berada didekatnya, apalagi bila ia ada disisinya pasti mungkin hatinya sudah meledak.

Dipinggir jalan kota, sesekali Yasmin menghirup wanginya bunga melati yang ia bawa, ternyata yang diucapkan lelaki itu benar, perkatannya bukan sekedar omongan belaka.

Namun tiba-tiba saja seseorang dengan sengaja masuk kedalam teduhnya payung yang Yasmin bawa. 

When the sun shines
We'll shine together
Told you I'll be here forever
Said I'll always be your friend
Took an oath  

Yasmin yang terkejut dengan kedatangannya langsung mengehentikan langkahnya dan menoleh kesamping, Yasmin melihat orang itu dari atas hingga bawah. Orang itu menggendong tasnya didepan dan kedua tangannya menyilang memeluk tubuhnya sendiri seperti kedinginan.

"Excuse me?" Tanya Yasmin dengan nada dingin pada Alex, ya orang yang sudah putus urat malunya itu bernama Alex.

"Numpang neduh ya dipayung lo." Ucap Alex membalas tatapan Yasmin tanpa rasa bersalahnya.

"Siapa lo?" Tanya jutek Yasmin dengan tatapan dinginnya. "Lo ish... ya ampun masa sama orang yang baru aja lo temuin 15 menit yang lalu udah lupa." Ucap Alex dengan wajah cengengesan.

"Tanpa undangan lo numpang dipayung gue?" Tanya Yasmin yang sedang berhadapan dengan Alex.

Alex yang sedang menghadap Yasmin dengan maksud "numpang" itu tersenyum manis kearahnya. "Bunga melati lo mana?" Tanya Alex sambil menunjuk kebagian sebelah telinga Yasmin.

"Jangan ngalihin pembicaraan!" Ucap tegas Yasmin.

"Kok gak dipasang?" Ucap Alex tanpa mempedulikan pertanyaan Yasmin.

"Ish jawab dulu pertanyaan gue." Ucap Yasmin yang kini mulai geram dengan lawan bicaranya.

"Lo gak buang bunganya kan?" Tanya kekeuh Alex yang sengaja mengubah topik agar memancing emosi Yasmin.

"Alexx...!" Teriak Yasmin yang sudah kehilangan kesabaran.

"Yasmin." Balas Alex dengan santainya.

Fly High [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang