Vlacacia {21} : Feelings

246 16 6
                                        

"So what are you waiting for? cause someone could love you more"


Sudah hampir sepuluh menit Vlarena berdiri di depan cermin yang merefleksikan dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tersenyum sendiri saat membayangkan apa yang akan terjadi malam ini. Tristan mengajaknya menonton film di salah satu bioskop. Meski terdengar sederhana dan tidak ada yang spesial dengan kegiatan menonton film, namun rasanya berbeda jika melakukannya bersama Tristan, pikirnya.

Tepat setelah Vlarena selesai mengoleskan lipstik ke bibirnya, ponsel yang tergeletak di meja itu berdering, menandakan bahwa satu pesan baru saja masuk.

Tristan : Udah siap? Gue udah di depan rumah lo ya.

Dengan gerakan cepat Vlarena langsung membalas chat  dari Tristan.

Vlarena Acacia : Ga mau masuk dulu? Ketemu mama gitu?

Sempat terbentuk kerutan di dahi Vlarena saat dirinya membaca balasan chat Tristan selanjutnya dimana hanya ada emotikon senyum tanpa mengiyakan tawaran Vlarena ataupun menolaknya. Namun sepertinya Vlarena tidak mau ambil pusing tentang hal itu.

Dengan rok di bawah lutut dan baju polos berwarna hitam serta flat shoes yang berwarna senada dengan bajunya, Vlarena berjalan ke arah mobil Tristan yang terparkir di seberang rumahnya. Seperti biasa, Tristan selalu memuji apa yang Vlarena kenakan meski sebenarnya penampilan Vlarena tidak jauh berbeda seperti biasanya, hanya saja memang saat ini Vlarena memoleskan make up tipis pada wajahnya.

"Mau dijajanin apa sih hah? Pake muji-muji segala," canda Vlarena untuk melunturkan sedikit rasa gugupnya. Dari sudut matanya Vlarena bisa melihat Tristan yang terkekeh sampai kedua matanya menyipit.

***

Kurang lebih dua jam waktu yang Vlarena dan Tristan habiskan dalam ruangan bioskop yang hampir semua bangkunya terisi penuh, mengingat ini adalah malam minggu, maka tidak heran jika semua tempat seperti mall dipadati oleh orang-orang yang membutuhkan hiburan setelah lima hari mereka berkutat dengan pekerjaan ataupun sekolahnya masing-masing.

Vlarena dan Tristan tidak habisnya membahas tentang film yang baru saja mereka tonton. Tentang betapa manisnya cerita itu, betapa keren dan tampannya sang aktor menurut Vlarena, dan berakhir dengan Tristan yang mengolok-olok Vlarena yang menangis di bagian film saat adegan dimana sepasang kekasih itu dipisahkan oleh takdir.

Sebenarnya Vlarena tahu bahwa Tristan tidak menyukai film bergenre romantis seperti itu, dilihat dari hobinya saja Vlarena tahu bahwa selera film Tristan pasti tidak jauh dari genre action yang justru menurut Vlarena film semacam itu membuat dirinya pusing sendiri karena suara-suara keras serta darah-darah buatan yang tetap saja membuat Vlarena tidak nyaman.

Mereka berdua memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke toko kaset yang berada satu lantai di bawah bisokop, langkah mereka seragam dan Tristan langsung membelikan Vlarena gulali kapas berwarna biru toska saat laki-laki itu sekilas memerhatikan mata Vlarena yang terpaku pada makanan manis itu saat mereka berjalan. Tanpa bertanya terlebih dahulu, Tristan langsung menggamit jemari Vlarena dan mengajaknya mengahampiri stan gulali yang hampir semua pembelinya adalah anak-anak.

"Gue tahu kok kalau lo pasti pengen ini kan?" tanya Tristan sedikit memastikan sambil memberikannya kepada Vlarena, membuat Vlarena tidak bisa menahan senyumnya lagi, ia sangat yakin bahwa saat ini pipinya sudah semerah kepiting rebus namun Vlarena tidak peduli.

Sibuk memakan gulali kapas membuat Vlarena tidak sadar bahwa ia sedang diperhatikan oleh Tristan yang duduk di sebelahnya. Setelah membeli gulali kapas dan CD Band favoritnya, akhirnya Tristan memutuskan untuk mengajak Vlarena duduk di salah satu bangku besi bercat putih yang menghadap ke toko boneka, jangan ditanya, Tristan hampir saja masuk ke toko boneka itu jika saja Vlarena tidak melarangnya, Vlarena tahu apa yang akan Tristan lakukan saat Vlarena tidak sengaja melirik boneka baymax berukuran besar ketika dirinya baru saja duduk.

VLACACIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang