YCM 08

1.6K 129 34
                                        


Happy reading :))

Aku melihat jam di atas nakas tapi dengan cepat kupalingkan lagi kepalaku karna bete aku melihatnya. Aku menarik nafas, kenapa harus hello kitty sih gambarnya? kenapa juga warnanya harus pink? padahal yang warna hijau dan bergambar dinosaurus lebih lucu dan lebih bagus umpatku kesal, tapi tak berani bersuara kencang karna takut terdengar oleh Lala yang lagi sibuk mengganti seprai dan gorden kamar.

Aku memutuskan untuk menyewa apartemen untukku tempati dengan Lala, karna sudah tidak mungkin lagi sepertinya jika aku dan dia menghabiskan waktu kami berdua di hotelnya Dewi atau membawa dia ke rumah ku itu lebih tak mungkin lagi, karna Adi atau kedua orangtua ku bisa kapan saja datang untuk berkunjung.

Dan kemarin aku dan Lala, kita berdua belanja keperluan untuk apartemen hanya belanja barang- barang kecil yang menurutku itu tidak terlalu penting tapi menurut Lala itu sangat penting.

Ck aku lagi sebal padanya sumpah bete banget dari pertama pemilihan apartemen aja dia sudah membuat aku menggelengkan kepala, aku hanya ingin menyewa yang satu kamar, karna pikirku, aku dan ia akan tidur bersama tanpa ada pemisah, plus ruang tamu dan dapur beserta kamar mandi tetapi ternyata Lala ingin yang dua kamar katanya, "sekarang kamu pilih kalau misalkan aku lagi ngambek sama kamu, aku kabur ke kamar sebelah atau aku keluar dari apartemen ninggalin kamu? kamu pilih yang mana hmm?"

Aargh pilihannya ga ada satu pun yang menguntungkan buatku. Karna pada akhirnya tetap saja aku mengangguk mengiyakan maunya.

Kutengokkan kepalaku mengintipnya, apa yang sedang ia lakukan saat ini, ugh ternyata ia sedang mengganti seprai di kamar dengan gambar kucing berkumis.

Dan aku beruntung karena ia tidak memintaku untuk membantunya hahaha aku tertawa dalam hati.

*****

Kuambil ponsel ku dan merebahkan badan di sofa panjang yang ada diruangan ini, membuka aplikasi game online dengan volumenya sengaja aku bikin full, pasti nanti dia akan teriak.

"Sayang kecilin dong suara gamenya. Sayannggg"

Tuh kan benar dia teriak, bodo ah tak kuhiraukan teriakan-nya. Aku masih sebal, sebal, sebal padanya, aku pun masih saja asyik bermain dengan ponsel ku.

"Sayangggg" katanya

"Iya, iya La. Ini aku kecilin" akhirnya aku kembali mengalah lagi padanya, ku pencet tombol volume yang ada di ponselku dan mengecilkan suara game ku.

"Udah sayang" aku setengah berteriak padanya.

"Sayang, kamu udah rapih?" katanya kembali berteriak.

Aku melihat jam yang melingkar ditanganku, masih ada waktu 2 jam untuk bersiap-siap ke acara ulang tahunnya Dewi.

"Ya ampun Lala, jangan teriak teriak, aku belum siap. Aku lagi main game online."

Lala hanya tertawa dari dalam kamar menanggapi kata-kataku

Kenapa dia tertawa? apa yang lucu? Jarak kamar dan ruang santai sangat dekat, gak salahkan kalau kubilang jangan teriak- teriak padanya? hmm gak jelas aku mencibirnya dalam hati.

Dan lagi-lagi kembali terdengar teriakkan.

"Sayangg aku bingung nih mau pakai baju apa ke acaranya Dewi"

Kali ini tak ku sahuti teriakan-nya, game yang sedang kumainkan sedang berjalan seru, takut kalah soalnya hehehe.

Terdengar suara kaki mendekat, aku tau kalau itu pasti Lala, karna kan memang gak ada lagi manusia di apartemen ini selain aku dan dia tapi karna lagi tanggung kuabaikan ia yang berjalan mendekat. Aku mengacuhkan dirinya mata dan tanganku masih saja terfokus pada ponsel.

You Complete MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang