Day 10 - Der Wandel

281 23 2
                                        

25 Desember 2016

Tetesan air dari genteng masih terdengar akibat hujan kemarin. Dedaunan juga sedang bermandikan air embun. Sementara si mentari baru muncul menghiasi pagi ini.

Tidur mereka kemarin sungguh nyenyak. Yang awalnya hanya beratap tenda dan beralaskan karpet, sekarang mereka menikmati lembut nya kasur di villa.

"Huuhh, badanku udah enakan setelah seharian pegal - pegal" kata pertama yang diucapkan Yola ketika bangun.

"Sama Yol" sahut Bilqis.

Sementara Erly dan Checyl sudah lebih dulu meninggalkan kamar.

Sama halnya dengan para cowok.

"Udah ah kita gausah balik pulang, disini aja enak" Faris membantingkan tubuhya ke kasur dan meraba - raba dingin nya sprei.

"Ngawur! Cepat atau lambat kita pasti pulang" Aji menyahut ucapan Faris.

"Iya iya Ji" jawab Faris cuek.

"Haii semuanya! Pagi" Erly tengah menyapa mereka dengan senyuman pagi.

"Eh ayo jogging?" ajak Ibra.

Mereka bertiga belas keluar dari villa, dan menuju halaman villa. Tentunya mereka disambut senyuman dari bapak dan ibu pemilik villa.

Jarak yang ditempuh tidak jauh - jauh amat. Cukup mengitari sekitaran villa.

Mereka menghabiskan waktu siang dan sore di villa.

"Loh? Nanda mana?" tanya Checyl dengan panik.

"Nanda? Dari tadi bangun tidur ga liat tuh"

"Tantri juga kemana?" Bilqis menambahkan.

"Waduuh! Dua anak ini pada ngilang kemana?" tanya Ibrahim.

Semua panik atas kejadian ini. HP pun mereka kerahkan untuk mencari keberadaan mereka. Tapi ternyata Nanda dan Tantri meninggalkan HP nya di kamar. Aneh sekali!

"Kalo gitu aku hubungi kakak ku dulu!"

Ibra langsung menghubungi Rian. Sementara mereka masih sibuk mencari Tantri dan Nanda.

"Ibra? Gimana kata kakakmu?"

"Iya, nanti dia kesini. Sekarang masih perjalanan mencari tempat ini" ujar Ibra.

Senja telah hadir mewarnai kekhawatiran ini. Malam ini juga malam ganjil.

"Bu? Apa ibu melihat dua cewek kemarin malam?" Ibra mencegat Ibu villa yang hendak pergi.

"Oh iya. Kemarin mereka minta diantarkan ke toilet, dari situ ibuk langsung pergi" tutur ibu tersebut.

"Wah berarti mereka hilang bukan dari sore tadi, pasti sejak malam" gumam Ibra.

Pemilik villa berpamitan untuk pergi ke villa mereka yang lain. Kata nya hanya pergi sebentar.

Bahan - bahan makanan ada di kulkas, dilemari juga ada. Itulah pesan dari ibu villa.

20:21

Malam ini tidak ada perasaan gembira, yang ada hanya kecemasan.

Saat ini mereka hanya diam tak bertindak setelah gagal mencari Nanda dan Tantri. Mungkin mereka menyerah sesaat.

"Yaudah kini waktunya bola kristal. Kita lanjutkan mencari nya nanti lagi, atau besok dengan bantuan kak Rian" saran dari Rikhi.

Mereka menyetujui nya. Kemudian Checyl memulai dengan bola kristal.

"Cling cling" sudah bersinar, tinggal memunculkan gambaran.

"Swuuushhh" kejadian pada gambar langsung lenyap.

LET'S PLAY WEREWOLF Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang