Day 6 - Daging Bakar

243 19 5
                                        

18 Desember 2016

"Huhu huhu huaaah" Rara menangis tersedu sedu.

"Udahlah gapapa, mungkin udah takdirnya kayak gitu" ujar Erly.

"Ya tapi kan kita bisa menolong seharusnya! Tapi dah terlambat! Ini salah kita" Rara sangat menyesal kehilangan Mia tersayang nya.

Kematian Mia berhasil membuat satu kelas berduka. Sebagian dari mereka menangis dan tak rela.

"Eh kamu tau ga? Ternyata anak A 6 itu mati nya karna bunuh diri!"

"Hah? Mungkin iman nya udah rusak!"

"Hei! Gausah ngungkit kematian orang! Sana! Urus kematian mu sendiri!" Ibrahim sangat emosi karena anak kelas sebelah menggosipkan kematian Mia.

"Biasa aja!" lalu mereka pergi.

----------------------
Markas
15:30

"Kematian Mia dapat menjadi pelajaran untuk kalian, juga untuk ku. Setidaknya kita harus berusaha terlebih dahulu" ujar Rian.

Hari ini Rian sudah datang.  Dan dengan ini, mungkin mereka terbantu.

"Iya kak, kami tau"

Beberapa dari mereka masih menangis. Tak terkecuali Ibra. Karena diam - diam Ibra menyukai Mia. Sosok Mia yang santun dan berparas cantik memang masih sangat melekat dihati teman - teman nya.

"Sekarang kalian bisa kembali pulang dan bersiap untuk besok ya"

"Baiklah kak"

"Ikhlaskan dan relakan yang telah berlalu. Cukup dikenang saja. Karena saat ini kalian masih memiliki teman yang peduli."

Ibra terdiam merenung.

"Betapa bodohnya aku! Menjaga Mia saja tidak bisa! Coba kalo aku datang lebih cepat, pasti masih dapat kucegah!" penyesalan Ibrahim terhadap diri sendiri.

---------------------
19 Desember 2016
18:00

Hari ini adalah malam ganjil keenam. Begitu pula dengan werewolf yang datang untuk mangsa keenam.

Senja telah berlangsung dengan cantik. Tetapi akankah peristiwa nanti malam juga secantik ini?

Keempat belas orang sudah stand by dengan HP nya masing - masing. Untuk menunggu kabar dari sang cenayang.

"Oke saatnya beraksi"

Seperti biasa, bola kristal sudah siap digunakan olehnya.

"Cling cling" kali ini Checyl benar - benar tak perlu menguras banyak tenaga untuk membuat bola ini bersinar. Karena si Checyl sudah mahir.

"Enyah kau dari hadapanku!"

"Aauuuuuu"

"Hah? Aaaaak"

"Pyaarr"

"Ohh tidak!"

"Rrrggghhh"

"Jrezzzzz"

"Uh ah ouch dzzzrrrrtt"

LET'S PLAY WEREWOLF Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang