Day 7 - Camping ?

303 23 14
                                        

20 Desember 2016

Berita duka kembali diumumkan. Semua keheranan, kenapa kematian dapat terjadi berturut turut di kelas sains 6 ?

"Sungguh Kujang yang malang" ucap Rikhi.

"Braak" Faris menggebrak meja disamping nya.

"Ini semua salahku!" Faris membentak keras.

"Huu huuu Kujang, ku ku ku ku jang.... Uhuk uhuk" Rara terus menangis atas kepergian Kujang.

"Udah Ris! Tenang!" Ibra mencoba menurunkan emosi sang ketua kelas.

Kujang yang amat disayang oleh mereka akhirnya meninggalkan mereka untuk selamanya.

Besok sudah libur akhir semester. Yakin sekali liburan kali ini tidak mengenakkan. Karena masih harus dikejar kejar oleh siluman serigala.

-----------------
Markas
16:00

Semua duduk lemas dan bersandar dimeja. Kematian Kujang sangat disayangkan. Sosoknya takkan pernah tergantikan oleh siapapun.

"Baiklah kak. Mari mulai rapat nya" Ibrahim membuka obrolan.

"Iyaa, sudah. Semuanya harap tenang. Yang menangis tolong dipending dulu, iya aku tau. Aku juga berduka"

"Kujang" Rara masih memanggil manggil nama Kujang.

"Karena besok udah libur semester, aku akan ajak kalian jalan - jalan. Kalo tetap disini kita dapat merusak rumah - rumah warga akibat serangan werewolf. Contohnya saja rumah Rara, hehe. Denger - denger sampe merusak pagar yah, haha. Mobil juga sampe rusak parah " ucap Rian.

"Hehe iyah. Gapapalah maklum" Ujar Rara.

"Kemana?" tanya Faris dengan nada loyo.

"Kita akan camping ke semeru!"

"Hah? Yang bener kak?" Erly nampak bersemangat.

"Percuma kak! Kita kehilangan teman" Aji menyanggah.

"Iya maaf" Rian kini ikutan bersalah.

"Yasudah! Kita harus tetep semangat! Akan kah kita harus kalah dan mengecewakan mereka yang terlebih dulu meninggal? Bukankah kita harus menang dan membuat mereka  tenang  dan bangga disana? Coba kalian berpikir!"

Tiba - tiba saja muncul beberapa patah kata yang dilontarkan oleh Yola.

Semua merenung dibawah kata - kata Yola. Seakan pidato singkat Yola diresapi oleh kawan - kawan nya. Mereka hanyut dalam ucapan Yola.

"Hmmm, bener juga Yola!" sahut Rikhi.

"Bagaimana?" tanya Rian

"Okelah" jawab salah satu dari mereka dengan lemas.

Mereka semua mengangguk.

"Oke. Berhubung lingkungan disini tidak mendukung untuk melawan werewolf, maka kita pergi ke puncak"

"Wooah wuhuuu! Aku tak sabar akan hal ini!" Erly sangat kegirangan dalam hati nya.

Karena beberapa hari yang lalu ia sudah merencanakan pendakian ini, namun terbatalkan. Tanpa diduga, werewolf pun dapat membawa nya meraih keinginan nya yang gagal.

LET'S PLAY WEREWOLF Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang