Menjauh Darimu

16K 873 7
                                        

Kedinginan di Kota Seoul malam ini mencapai sekitar -10°C, ditambah dengan turunnya butiran-butiran salju kecil yang seakan ingin menambah suasana dingin malam itu.

Gadis itu terus berlari dengan kekuatan yang ia punya saat ini, karena semua kekuatannya seolah telah terserap habis dengan hanya melihat kekasihnya berciuman dengan gadis lain di apartement yang dulu selalu menjadi kenangan indahnya bersama Lee Joong Baek.
Luna berhenti di taman dekat kota, ia duduk di sebuah bangku kecil di dekat taman. Bibirnya mulai membiru, wajahnya memucat, tubuhnya bergetar hebat seakan ada suatu benda besar yang menimpa tubuhnya saat ini. Luna menjambak rambutnya sendiri, seakan frustasi dengan kata hatinya.

"Aku..aku tidak boleh cemburu," lirih Luna yang nyaris tidak terdengar.

"Kenapa kau berlari?" tanya seorang lelaki di belakang Luna. Luna langsung tercekat begitu mendengar suara yang sangat familiar itu.

"Apa kau melihatnya?" tanya pemilik suara itu lagi yang kini sudah berada dihadapan Luna. Luna mendongkak ke atas memastikan apa yang ia dengar tidak salah. Mata Luna membelalak tak percaya.

"Jangan menatapku seperti itu, kau seperti melihat hantu," kekeh Lee, lalu mengusap lembut kepala Luna yang mulai dipenuhi salju. Luna terpaku melihat perlakuan lembut dari sang kekasih.

"Mianhae (maaf)," lirih Lee, lalu menggapai telapak tangan yang dingin itu. Luna masih menatap sosok yang kini tengah menatapnya.

"Maaf karna kau harus melihatnya lagi," ucap Lee makin mempererat genggamannya.

Luna hanya diam dan menatap iris coklat dihadapannya itu.
Mereka bertatapan cukup lama, hingga Luna menarik nafas beratnya dan mulai melepaskan genggaman tanganya dari Lee. Lee menatap Luna sendu, dengan harapan Luna akan memaafkannya.

"Mari kita akhiri," ucap Luna membelakangi Lee.

"Chagi-ya," ucap Lee dalam bahasa Korea yang artinya sayang.
"Apa yang kau katakan? huh? Aku tau aku..bersalah, tapi tak bisakah kau memaafkanku dan melupakannya?" tanya Lee yang sempat terlonjak kaget mendengar pernyataan dari Luna.

"Jika aku bisa, aku sudah melupakannya. Bahkan jika aku benar-benar bisa maka aku akan melupakan semua hal tentangmu! Aku akan melupakannya. Tapi aku hanya manusia biasa, aku tak bisa melupakan sesuatu hal yang ku inginkan! Aku bukan Tuhan atau Dewa yang bisa melakukan itu semua. Jadi... Lebih baik kita akhiri saja," jelas Luna panjang lebar.

"Apa perpisahan jalan terbaik?!" tanya Lee yang terdengar putus asa.

"Tidak ada perpisahan yang baik. Jangan seperti ini, kumohon. Bila waktunya tepat aku akan menceritakan semuanya. Aku janji," ucap Lee lagi.

The King Element And I #Wattys2017Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang