"Janji itu..."
~Flashback On~
"Eun-ji?" tanya Luna namun mengalihkan pandangannya ke kolam yang beberapa menit lalu ia abaikan.
"Saya, Luna." jawab Eun-ji.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Luna yang mulai serius. Eun-ji mentap Luna bingung namun ia mencoba bersikap biasa saja.
"Te...tentu" jawab Eun-ji. Perasaannya mulai tak enak. Gadis itu berdehem kecil agar menetralkan suasana yang hening itu. Luna tersenyum melihat tingkah Eun-ji yang sedikit gugup.
"Tak usah canggung seperti itu. Aku hanya ingin menanyakan hal yang menyangkut perasaanmu saja," Eun-ji mengerutkan keningnya semakin tak mengerti.
Luna yang sedari tadi tidak mendengar jawaban dari Eun-ji, langsung menatap gadis itu dengan senyum samar.
"Eun-ji," panggiil Luna. Eun-ji meremas hanfunya semakin kuat.
"Apa kau memiliki kekasih?" tanya Luna spontan yang langsung mendapat bulatan mata sipit dari Eun-ji.
"Ah maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu. Tapi aku pernah mendengar kisah percintaanmu dari kepala pelayan Seo," jelas Luna.
"Lagian kau kan sangat cantik. Mm..pasti banyak pemuda tampan yang mengejar-ngejarmu, benarkan?" tanya Luna hati-hati. Eun-ji membuang muka ke arah samping sambil sesekali mengatur deru nafasnya yang menggebu. Luna mengerutkan keningnya heran.
"Apa Eun-ji marah padaku?"tanya Luna dalam hati.
"Oh, itu ya? Mm.. sebenarnya, saya masih mengunci hati saya pada masa lalu." terawang Eun-ji.
"Masa lalu?" ulang Luna.
"Benar, Luna. Lelaki itu..saya masih memikirkannya," senyum Eun-ji.
"Apa kalian masih sering bertemu?" tanya Luna lagi. Eun-ji menggeleng. Seketika itu juga mukanya muram.
"Bertemu? Kurasa sering. Namun sayang pria itu sudah memiliki istri," jelas Eun-ji dengan wajah yang di tekuk.
"Apa kalian saling mencintai?" tanya Luna. Ia merasa iba dengan kisah percintaan sahabatnya itu.
"Yah, kami saling mencintai. Tapi karna peraturan kerjaan, saya dan pria itu tak bisa bersama." jawab Eun-ji pelan.
"Kerajaan? Hey! Apa cinta pertamamu adalah seorang Raja?" selidik Luna. Eun-ji mengangguk.
"Dulu kami sering menghabiskan waktu berdua dengan berjalan-jalan di hutan. Ia membantuku mencari kayu bakar. Tapi waktu itu hubungan kami telah diketahui oleh para petinggi kerajaan hingga terdengar ke telinga ayahandanya, hingga kami di paksa untuk berpisah. Dan mulai saat itu.. Kami tak pernah lagi bertemu." Eun-ji memberi jeda sebentar.
"Setelah beberapa tahun lamanya kami di pertemukan lagi. Mm.. Tapi mungkin takdir tidak sedang memihakku," Eun-ji tersenyum getir mengingat hal itu. Luna menatap miris sahabat barunya itu.
"Kalian sudah lama tak bertemu dan setelah bertahun-tahun lamanya kalian di pertemukan lagi? Apa itu namanya bukan jodoh?" Luna tersenyum simpul. Eun-ji menatap Luna tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantezie(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
