Birthday (1)

4.8K 302 17
                                        

Enjoy!!!

   Pagi ini adalah pagi yang sangat-sangat cerah. Tentunya bagi Luna. Seperti saat ini wanita yang sudah tak gadis lagi itu tengah bersenandung kecil di depan kolam istana bersama sahabatnya Eun-ji.

"Saeng-il chukkaehabnida,"

   Eunji mengernyitkan keningnya saat mendengarkan rivalnya ini menyanyikan lagu ulang tahun.


Siapa yang sedang berulang tahun?

"Luna, maaf jika aku lancang tapi sebenarnya siapa yang sedang berulang tahun?" tanya Eun-ji menunduk ragu.

"Ah, itu ya? Kau tau Eun-ji? Besok hari ulang tahunku dan.." ucapan Luna menggantung, wanita itu mengedarkan pandangannya kanan dan kiri.

"Kau jangan beritahukan siapapun tentang ini. Aku ingin tahu, apa Lee mengingatnya atau tidak. Kau mengerti kan?" lanjut Luna sedikit berbisik. Eun-ji hanya mengangguk paham.

Aku harap Lee tak mengingatnya.

Aku yakin Lee akan mengingatnya.

_O_

"Ingat! Pokoknya aku tak ingin ia sampai mengetahuinya. Kau mengerti?"

"Hamba mengerti, Yang Mulia."

"Bagus! Pergilah,"

"Hai, Paman." sapa wanita cantik sembari melambaikan kelima jari lentiknya.

"Ah! Hormat hamba, Permaisuri." tunduk Hyeji sedikit terperangah dengan sapaan junjungannya.

"Aku mengagetkanmu, ya?" tanya Luna khawatir.

"Ah tidak Permaisuri. Ratu tak melakukan itu," ucap Hyeji lagi menunduk.

"Mm.. baiklah jika begitu. Oh ya! Apa Lee ada di dalam?" tanya Luna dengan telunjuk yang diarahkan ke arah pintu masuk secara berulang. Hyeji mengikuti arah telunjuk itu.

"Yang mulia sedang berada di dalam. Tapi saat ini Yang Mulia sedang tak ingin di ganggu," jawab Hyeji sopan.


"Benarkah?" tanya Luna tak percaya.

"Kalau begitu aku akan tetap masuk!" mantap Luna tak mengidahkan ucapan sang panglima.

"Annyeong, Lee?" sapa Luna dengan senyum sumeringahnya.

   Lee hanya menatap sekilas dan kembali sibuk dengan beberapa gulungan kertas miliknya. Luna mendengus sebal. Lantas langsung membuatnya terduduk di samping Lee tanpa ada perintah.


"Kau sedang apa?" tanya Luna ingin tahu.

"Bekerja," jawab Lee biasa tanpa merasa ada gangguan dari Luna.

"Oh," ujar Luna ber oh ria.

"Kenapa kertasnya di gulung seperti ini? Apa tidak ada amplop atau sebuah map?" tanya Luna lagi sambil membuka salah satu gulungan yang telah Lee cap dengan stample kerajaan.

The King Element And I #Wattys2017Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang