Luna POV
Kenapa berat sekali? Tangan siapa ini? Dan..
Lee?!
Lee masih tertidur? Apa aku harus membangunkannya? Ah tidak-tidak! Lebih baik aku biarkan saja dia seperti ini.
Mm.. kenapa Lee tampan sekali? Ah ya Tuhan! Kau ciptakan ia dari apa? Hidungnya yang mancung, bibirnya yang...
Ugh!
Aissh! Apa yang kau fikirkan?! Tidak-tidak, berfikirlah dengan jernih Lunaaa!
Author POV
"Kau tak pernah memujiku seperti itu?" Suara serak itu mengalun indah di kesunyian pagi. Namun iris coklatnya masih saja tertutup.
"Sejak kapan ia bangun?" Fikir Luna.
"Sedari tadi,"
"A..apa?!"
Bagaimana bisa? Jadi sedari tadi aku telah dibohongi?! Aish menyebalkan!
Luna menyipitkan matanya tajam, menatap Lee yang masih dengan santai tertidur walau hanya pura-pura. Lee mengangguk, mempererat pelukannya pada Luna.
Kenapa tangannya bisa menyentuh perutku secara langsung? Aku kan... Tidak memakai baju?!
"AAAAAAA!!!" teriak Luna yang langsung terduduk dari tidurnya.
Lee ikut terbangun, menatap Luna bingung sembari mengusap kedua telinganya yang terasa pengap karena ulah Luna.
"Ada apa?" tanya Lee. Luna mendelik ke arah Lee. Mungkin lebih tepatnya ke arah dada bidang yang kini terpampang jelas di hadapannya. Luna menelan saliva keringnya susah payah. Wanita itu kini beralih ke bawah selimut yang menutupi bagian tubuhnya.
Polos.
Apa benar aku sudah melakukannya lagi?
"Apa aku perlu mengingatkannya lagi?" seringaian smirk itu seakan menjawab pertanyaan yang tadi Luna fikirkan.
Bugh!
Lee menjatuhkan Luna kasar di atas tempat tidur, kini pria itu siap untuk bertempur lagi dengan istrinya.
"Dengan senang hati aku akan mengingatkannya lagi untukmu Luna," bisik Lee parau.
"Lee.. Ak... aku.."
"Ada apa Ratuku?" tanya Lee menggoda.
"A.. aku.. Mmmphftt.."
Lee mencium Luna, menghapus jarak di antara keduanya. Lengan mungil itu mencoba berontak. Kini stok oksigen Luna menipis, namun Lee masih dengan rakus mencium bibir ranum itu.
_O_
"Apa Yang Mulia masih di dalam?" tanya Shin bertanya pada salah satu pengawal yang berjaga di kediaman Rajanya itu.
"Yang Mulia masih berada di dalam, Tuan."
"Baiklah, tak apa. Tapi nanti tolong katakan padanya aku ingin bertemu. Ini penting,"
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantasy(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
